Jakarta, Cinta-news.com – Polemik lahan Rumah Sakit Sumber Waras di Tomang, Jakarta Barat, akhirnya menemukan titik terang. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil alih kendali dan berkomitmen menyelesaikan persoalan yang sudah berlarut-larut ini. Warga Jakarta pun bisa bernapas lega.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memasukkan lahan tersebut ke dalam daftar proyek prioritas. Pramono berencana mendirikan rumah sakit bertaraf internasional di lokasi yang dulu sempat menjadi sengketa ini. Ia memastikan pembangunan fisik akan segera bergulir setelah status lahan resmi tuntas.
Pencapaian ini menjadi salah satu kemenangan awal di tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Rano Karno. Pramono merasa bangga karena lahan yang mangkrak selama 12 tahun akhirnya bisa bergerak maju. Ia tak membuang waktu untuk merealisasikan janji kampanyenya.
“Kami segera menyelesaikan untuk membangun rumah sakit di lahan Sumber Waras. Ini sudah 12 tahun belum terselesaikan, alhamdulillah di era saya dan Bang Doel sekarang lahannya sudah selesai, segera akan kita bangun untuk menjadi rumah sakit internasional,” ujar Pramono di Taman Ayodya, Jakarta Selatan, Minggu (22/2/2026).
Pernyataan ini ia sampaikan dengan nada optimis dan penuh semangat. Ia ingin warga Jakarta merasakan langsung dampak pembangunan di sektor kesehatan. Rumah sakit internasional ini nantinya akan melayani pasien dalam negeri maupun mancanegara.
Selain proyek Sumber Waras, Pramono juga menyiapkan proyek strategis lainnya di Jakarta Timur. Pemprov DKI merencanakan pembangunan Rumah Sakit Royal Batavia di kawasan Cakung. Fasilitas baru ini ditargetkan menjangkau wilayah yang selama ini minim akses layanan kesehatan berkualitas.
Warga Cakung dan sekitarnya selama ini kerap mengeluhkan jarak tempuh ke rumah sakit. Mereka harus berjalan jauh atau menghadapi kemacetan panjang untuk mendapatkan perawatan medis. Royal Batavia hadir untuk menjawab keluhan tersebut.
Pramono menilai penambahan rumah sakit sangat penting untuk memangkas antrean panjang pasien. Ia ingin meningkatkan mutu penanganan medis bagi seluruh warga Jakarta secara merata. Dua rumah sakit baru ini akan menyerap banyak tenaga kesehatan lokal.
“Kita akan membangun dua rumah sakit lagi, yang pertama adalah Rumah Sakit Royal Batavia Cakung, yang kedua adalah rumah sakit yang bertempat di lahan Sumber Waras,” lanjut Pramono.
Ia memaparkan data fasilitas kesehatan yang sudah dimiliki Jakarta saat ini. Pemprov DKI mencatat ada 31 rumah sakit, 44 Puskesmas tingkat kecamatan, dan 292 Puskesmas pembantu di tingkat kelurahan. Penambahan dua rumah sakit baru ini akan memperkuat jaringan yang sudah ada.
Pramono berharap perluasan layanan ini bisa menekan angka kesakitan di Ibu Kota. “Kita sudah mempunyai 31 rumah sakit, punya 44 Puskesmas Kecamatan, punya 292 Puskesmas Pembantu di tingkat kelurahan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras sejak tahun 2023. Lembaga antirasuah ini memutuskan menghentikan proses karena tidak menemukan alat bukti yang cukup. Keputusan ini membuka jalan bagi pembangunan rumah sakit internasional.
Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK, Bahtiar Ujang Purnama, menyampaikan hal ini usai menerima audiensi Gubernur Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Pramono dan Bahtiar membahas berbagai hal terkait status lahan tersebut.
“KPK memutuskan bahwa bukti-bukti yang ada belum mencukupi untuk dilakukan langkah penyelidikan sehingga di dalam ranah penyelidikan, KPK pada tahun 2023 telah menghentikan terhadap penyelidikan perkara tersebut,” kata Bahtiar.
Keputusan KPK ini menjadi angin segar bagi Pemprov DKI untuk segera merealisasikan proyek rumah sakit. Pramono tak perlu lagi menghadapi hambatan hukum yang selama ini membayangi. Ia bisa fokus penuh pada pembangunan fisik dan peningkatan layanan kesehatan.
Dengan status lahan yang sudah clear and clean, Pramono bergerak cepat menyusun detail perencanaan proyek. Ia menggandeng investor dan tenaga ahli untuk mewujudkan rumah sakit internasional yang modern. Warga Jakarta tinggal menunggu waktu untuk menikmati fasilitas kesehatan kelas dunia.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
