TUBAN, Cinta-news.com – Aksi curang di SPBU akhirnya berbuah petaka! Pertamina Patra Niaga langsung buka suara dan bereaksi keras. Mereka tidak main-main dalam menindak setiap SPBU yang ketahuan bermain api dengan BBM bersubsidi. Komitmen ini mereka buktikan dengan aksi nyata, bukan sekadar omongan belaka. Sebuah SPBU di Kabupaten Tuban kini harus gigit jari. Mereka resmi menerima sanksi tegas akibat kelalaian yang membawa petaka ini. Kejadian ini sontak menyedot perhatian publik, membuktikan bahwa pengawasan benar-benar berjalan efektif.
Beberapa hari terakhir, jagat media sosial bergemuruh oleh sebuah video viral. Rekaman itu memperlihatkan aksi licik yang bikin geram. Sebuah kendaraan dinas berplat merah nekat menyamar. Mereka dengan sengaja mengganti plat nomor kendaraan menjadi plat hitam. Tujuannya jelas, ingin menikmati BBM bersubsidi jenis Pertalite yang seharusnya bukan hak mereka. Aksi ini terekam jelas di SPBU 5362321 Latsari, Kecamatan Tuban. Operator SPBU pun ikut terseret dalam pusaran masalah ini.
Ahad Rahedi, selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, langsung angkat bicara. Dengan nada tegas, ia menyatakan bahwa perusahaannya tidak memberi ruang sedikit pun bagi pelanggaran. “Kami tidak akan menoleransi SPBU yang melanggar ketentuan dan melakukan kecurangan dalam pelayanan kepada konsumen,” ujarnya dengan penuh penekanan pada Selasa (17/2/2026). Pernyataan ini menjadi tamparan keras bagi oknum-oknum nakal.
Tim Pertamina pun bergerak cepat setelah video tersebut viral. Mereka melakukan pengecekan menyeluruh di lokasi kejadian. Hasilnya, temuan tersebut memang benar adanya. “Pengecekan telah kami lakukan pada waktu tersebut dan kami menemukan benar adanya pelayanan pada kendaraan terduga melakukan praktik curang demi mendapatkan BBM bersubsidi,” jelas Ahad lebih lanjut. Fakta ini semakin menguatkan dugaan pelanggaran yang merugikan negara dan masyarakat.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di lapangan? Ahad membeberkan detail penyebab insiden ini. Ternyata, operator SPBU melakukan kelalaian yang sangat fatal. Mereka tidak menjalankan prosedur standar dengan benar. Operator gagal melakukan pengecekan kesesuaian antara data di sistem dengan kondisi fisik kendaraan. “Operator telah melakukan kelalaian dengan tidak melakukan pengecekan kesesuaian antara barcode dengan plat nomor kendaraan secara fisik,” terang Ahad. Mereka hanya berpedoman pada tampilan visual kendaraan di perangkat EDC.
Akibatnya, verifikasi lanjutan yang seharusnya menjadi tameng terakhir pun terlewatkan. Operator terjebak dalam rutinitas tanpa kewaspadaan. Mereka tidak menyadari bahwa plat nomor yang tertera di layar berbeda dengan plat yang menempel di kendaraan. Kelengahan ini ibarat membuka pintu lebar-lebar bagi para pencuri subsidi. Praktik curang pun bisa terjadi dengan mudah di depan mata.
Karena temuan ini, Pertamina tidak tinggal diam. Mereka segera menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU tersebut. Hukuman ini diharapkan menjadi efek jera bagi SPBU lain. “Atas temuan ini, Pertamina telah memberikan sanksi kepada SPBU tersebut berupa pemberhentian sementara penyaluran produk Pertalite selama 7 hari ke depan terhitung sejak tanggal 17 Februari 2026,” tegas Ahad. Keputusan ini mereka ambil sebagai bentuk tanggung jawab dan penegakan aturan.
Namun, Pertamina tetap memikirkan kepentingan konsumen lain yang tidak bersalah. Mereka mewajibkan SPBU untuk tetap beroperasi melayani masyarakat. Meski keran Pertalite kami tutup sementara, SPBU harus menyediakan produk pengganti. “Namun demikian, SPBU tetap kami wajibkan menjamin ketersediaan stok produk substitusi Pertalite, yakni Pertamax series,” tambah Ahad. Langkah ini memastikan masyarakat tetap bisa membeli BBM, meski dengan kualitas dan harga yang berbeda.
Ahad menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar hukuman, melainkan bagian dari pembinaan. Pertamina juga memberikan teguran keras kepada pihak pengelola SPBU. Mereka mengingatkan pentingnya menjalankan prosedur dengan disiplin. Semua langkah ini sesuai dengan aturan yang pemerintah tetapkan, dalam hal ini BPH Migas. “Teguran dan pembinaan terhadap SPBU yang melakukan pelanggaran, kami laksanakan sebagaimana aturan yang pemerintah tetapkan,” ungkapnya.
Peringatan keras pun ia sampaikan untuk masa depan. Pertamina tidak akan segan-segan meningkatkan hukuman jika pelanggaran terulang kembali. Ini adalah sinyal bahaya bagi semua SPBU. “Apabila kami menemukan pelanggaraan sejenis lagi maka kami akan memberikan sanksi lebih lanjut dan bisa sampai dengan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” pungkas Ahad dengan nada mengancam. Ancaman ini bukan gertak sambal, melainkan komitmen nyata untuk memberantas kecurangan.
Kejadian di Tuban ini membuka mata kita semua. Pengawasan ketat dan sanksi tegas memang sangat kita perlukan. Masyarakat pun kami ajak untuk berperan aktif melaporkan kejanggalan di SPBU. Dengan kerja sama semua pihak, kita bisa menjaga agar subsidi BBM tepat sasaran. Subsidi ini adalah hak rakyat, bukan milik oknum-oknum nakal yang mencari keuntungan pribadi. Perang melawan kecurangan BBM bersubsidi harus terus kita galakkan!
Insiden ini juga menyoroti pentingnya peran teknologi dan sumber daya manusia. Sistem EDC yang canggih tidak akan berarti tanpa pengawasan manusia yang teliti. Operator SPBU harus menjadi garda terdepan dalam pengawasan penyaluran BBM. Mereka harus berani menolak pelayanan jika menemukan kejanggalan. Ketegasan operator adalah kunci utama mencegah penyelewengan. Jangan sampai kelalaian kecil berujung pada sanksi besar yang merugikan banyak pihak.
Kisah SPBU Tuban ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, Pertamina, pengusaha SPBU, hingga operator, semua punya peran penting. Subsidi BBM adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Jika ada satu mata rantai yang lemah, maka celah kecurangan akan terbuka lebar. Oleh karena itu, komitmen dan integritas harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas. Jangan sampai nafsu sesaat menghancurkan reputasi dan usaha yang telah mereka bangun bertahun-tahun.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











