Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Perbatasan Memanas Lagi! Jet Tempur Thailand Luncurkan Bom ke Wilayah Kamboja

Cinta-news.com – Suasana mencekam kembali melanda tapal batas Thailand-Kamboja! Pasalnya, militer Thailand baru saja mengkonfirmasi sebuah aksi keras. Mereka secara terbuka mengakui telah melancarkan serangan udara dahsyat yang membombardir posisi militer Kamboja, tepatnya pada Senin (8/12/2025). Aksi ofensif ini mereka lakukan sebagai respons balas dendam atas insiden berdarah yang menewaskan satu prajurit mereka. Oleh karena itu, ketegangan di kawasan itu pun langsung meroket ke level tertinggi.

Mari kita simak penjelasan resmi dari Bangkok. Juru bicara Angkatan Darat Thailand, Winthai Suvaree, dengan lugas membeberkan urutan kejadian. Menurut versinya, seluruh insiden berawal dari provokasi pasukan Kamboja yang secara tiba-tiba menembaki prajurit Thailand di Provinsi Ubon Ratchathani pada dini hari. “Angkatan Darat menerima laporan pilu bahwa para prajurit Thailand diserang dengan senjata berat, sehingga mengakibatkan satu tentara tewas dan empat lainnya terluka,” jelas Winthai, seperti yang dikutip dari Reuters. Kemudian, sebagai langkah pembalasan, Thailand tanpa ragu menerbangkan pesawat tempur untuk mengebom habis target-target militer Kamboja di beberapa area. Tujuan mereka jelas: menghentikan serangan yang mereka anggap sebagai agresi dari Kamboja.

Namun, justru muncul bantahan sengit dari negara tetangga. Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, malah membalikkan tuduhan. Dengan tegas, dia menuding Thailand-lah yang pertama kali memulai serangan. Lebih lanjut, Socheata menyebutkan dengan rinci bahwa pasukan Thailand telah menembaki wilayah Kamboja di Provinsi Preah Vihear dan Oddar Meanchey. Bahkan, mereka melaporkan tembakan tank menghujam kawasan Kuil Tamone Thom dan area sekitar Kuil Preah Vihear. Sebagaimana dilansir CNA, Socheata menegaskan bahwa Kamboja justru menunjukkan penahanan diri dengan tidak membalas serangan tersebut. Dengan demikian, kedua pihak saling tunjuk sebagai biang kerok, membuat narasi konflik menjadi sangat bias.

Lalu, bagaimana kondisi di lapangan? Met Measpheakdey, juru bicara administrasi Provinsi Oddar Meanchey, melaporkan bahwa suara tembakan keras sempat menggema di sekitar kompleks bersejarah Tamone Thom dan Ta Krabei. Akibatnya, warga yang tinggal dekat perbatasan langsung panik dan mulai berduyun-duyun mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara itu, dari sisi Thailand, situasinya tak kalah mencemaskan. Komando Angkatan Darat Wilayah II mengungkapkan fakta mencengangkan: sekitar 35.000 orang terpaksa dievakuasi dari area sepanjang perbatasan sejak bentrokan kembali pecah. Jadi, imbasnya langsung terasa oleh ribuan keluarga tak berdosa.

Sebelum insiden besar ini, ternyata api sudah mulai membara. Sehari sebelumnya, kedua negara juga melaporkan adanya kontak senjata singkat yang memanas. Militer Thailand menyebut dua tentaranya terluka dalam insiden pada hari Minggu. Oleh karena itu, serangan udara Senin ini bisa kita lihat sebagai eskalasi yang tak terhindarkan. Lebih jauh, konflik ini sebenarnya merupakan babak baru dari pertikaian lama. Ingatkah Anda? Musim panas tahun ini, konflik serupa antara Thailand dan Kamboja pernah meletus selama lima hari. Tragedi itu akhirnya menewaskan 43 orang dan memaksa sekitar 300.000 warga mengungsi sebelum akhirnya gencatan senjata diberlakukan. Sayangnya, gencatan itu tampaknya tidak bertahan lama, dan kini sejarah kelam terulang kembali.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version