Bekasi, Cinta-news.com – Siap-siap warga Mustikajaya! Pemerintah Kota Bekasi akhirnya buka suara dan gerak cepat. Mereka langsung menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk membedah total Jalan Raya Caringin yang sudah lama merana. Kerusakan parah di kawasan Kelurahan Mustikasari itu bakal segera berakhir, dan kabar ini pasti bikin para pengendara langsung bergembira.
“Anggaran yang kita siapkan itu kurang lebih Rp 3,5 miliar,” ungkap Ridwan Muarief, Sub Koordinator Pemeliharaan Jalan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, saat kami konfirmasi langsung, Senin (23/2/2026). Angka fantastis ini bukan untuk main-main, tapi bukti keseriusan Pemkot dalam menyelesaikan masalah klasik yang meresahkan warga.
Ridwan kemudian membeberkan target waktu pengerjaannya. Ia menargetkan perbaikan Jalan Raya Caringin ini rampung dalam waktu tiga minggu saja. Tapi, yang bikin perbaikan kali ini beda dari biasanya adalah mereka juga bakal membenahi saluran drainase di sekitar lokasi. Jadi, bukan cuma aspal mulus yang diincar, tapi juga solusi jangka panjang agar jalan tak cepat rusak lagi.
Nah, sebelum alat berat mulai mengaspal, DBMSDA sudah lebih dulu turun ke lapangan. Mereka berkoordinasi intens dengan pemerintah wilayah setempat. Mengapa? Karena proses pengecoran jalan ini memaksa mereka untuk menutup akses jalan sementara waktu. “Karena untuk pengecoran, konsekuensinya jalan akan kita tutup total,” tegas Ridwan. Pasti bakal macet sih, tapi demi hasil maksimal, kita rela, kan?
Sementara itu, dari pucuk pimpinan, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto langsung buka suara. Ia memberikan garansi penuh bahwa perbaikan Jalan Raya Caringin kali ini akan dilakukan secara permanen. Bukan lagi sekadar proyek tambal sulam yang hasilnya cuma bertahan beberapa minggu.
“Saya pastikan perbaikan akan kita lakukan secara maksimal. Ini bukan sekadar tambal sulam sementara,” ujar Tri dengan nada serius saat kita temui di Plaza Pemkot Bekasi, Senin.
Tak hanya itu, pria nomor satu di Bekasi ini juga meluapkan kekecewaannya. Ia merasa geram dengan kondisi jalan yang sudah sangat membahayakan keselamatan warga. Apalagi, keluhan dari masyarakat soal jalan rusak ini sudah bertubi-tubi ia dengar. Ia tidak mau ada istilah pembiaran yang berujung petaka.
“Kalau kita biarkan terus, ini bukan hanya soal jalan rusak, tapi ini sudah menyangkut nyawa warga. Saya tidak ingin ada satu pun korban berjatuhan hanya karena kita lamban bertindak,” ungkap Tri dengan penuh penekanan.
Sesuai pantauan langsung kami di lokasi, kondisi jalan memang sudah sangat memprihatinkan. Lubang menganga dengan lebar terlihat di sana-sini. Parahnya lagi, genangan air akibat saluran drainase yang mampet total memperburuk keadaan. Air menggenang di mana-mana, membuat jalanan mirip kolam saat hujan.
Permukaan aspal pun terkelupas dan rusak berat di berbagai titik. Jika hujan turun, air langsung menutup lubang-lubang tersebut. Akibatnya, batas antara jalan yang masih mulus dan lubang menganga jadi tidak terlihat. Ini jelas jebakan betulan bagi pengendara!
Kondisi ini jelas meningkatkan risiko kecelakaan, apalagi buat pengendara motor yang jadi korban paling rentan. Selain itu, jalan berlubang yang tertutup genangan air ini juga bisa bikin kendaraan cepat rusak. Ban bisa benjol, velg bisa peang, dan biaya bengkel pun membengkak. Kini, dengan turunnya dana segar Rp 3,5 miliar, harapan untuk mengakhiri semua mimpi buruk itu pun akhirnya tiba.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
