Cinta-news.com – Langkah berani kembali dilakukan oleh TNI Angkatan Udara (TNI-AU) dalam memodernisasi alutsista. Mereka baru saja mengamankan pesanan 12 unit jet multiguna Pilatus PC-24. Tidak berhenti sampai di situ, mereka juga tengah membidik 24 pesawat latih PC-21 dari pabrikan asal Swiss yang sama, Pilatus.
Baca Juga: Dave Laksono: 2 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Ranjau dan Serangan Saat Evakuasi
Mengutip laporan dari FlightGlobal, proses pengadaan ini benar-benar serius. TNI AU secara resmi telah meneken kontrak pembelian 12 unit PC-24. Pihak angkatan udara akan mengalokasikan jet serbaguna ini untuk beragam misi krusial, mulai dari mendidik calon pilot pesawat angkut, menggelar operasi logistik, hingga menjalankan tugas-tugas penghubung yang membutuhkan kecepatan tinggi.
Pilatus, melalui pernyataan resmi yang diunggah di laman mereka pada Senin (30/3/2026), mengonfirmasi bahwa kontrak tersebut telah ditandatangani bersama PT E-System Solutions Indonesia. Perusahaan ini berstatus sebagai kontraktor pertahanan resmi yang langsung ditunjuk oleh Kementerian Pertahanan. Karena itu, PT E-System Solutions Indonesia akan mengambil peran penting, mulai dari menangani proses pengadaan hingga memastikan dukungan operasional pesawat-pesawat ini berjalan mulus.
Sayangnya, Pilatus belum membeberkan detail nilai kontrak dari 12 jet ini. Mereka juga masih tertutup mengenai paket komplit yang menyertai pembelian tersebut. Namun, yang jelas, ini bukan sekadar transaksi jual-beli biasa.
Baca Juga: Kevin Diks: John Herdman Punya Gaya Latih Detail, Saya Siap Dimainkan di Posisi Manapun
Yang membuat gebrakan ini semakin menarik, Indonesia juga tidak cuma berhenti di jet. Mereka telah menandatangani Letter of Intent (LoI) atau nota kesepahaman untuk potensi pembelian 24 unit pesawat latih turboprop Pilatus PC-21. Jika nanti terealisasi, paket ini akan sangat komplit. Pasalnya, kesepakatan tersebut tidak hanya mencakup pesawatnya saja, melainkan juga sistem pelatihan berbasis darat yang canggih, pasokan suku cadang, hingga dukungan teknis penuh demi menggenjot kemampuan pelatihan para penerbang TNI AU.
Jet “Super Versatile” yang Cocok Banget buat Indonesia
Mengapa TNI AU jatuh hati pada Pilatus PC-24? Jawabannya sederhana: pesawat ini dijuluki sebagai Super Versatile Jet. Ia mampu memadukan performa kecepatan jet dengan fleksibilitas tinggi, bahkan bisa mendarat di landasan pendek yang belum beraspal. Kemampuan ini jelas sangat penting bagi Indonesia, negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau yang sebagian besar memiliki infrastruktur bandara terbatas.
Baca Juga: Gugurnya Prajurit Konga TNI di Lebanon Disorot Pakar UI: Evaluasi BoP Perlu Segera Dilakukan
Kelebihan lain yang membuatnya makin keren, pesawat ini cukup dioperasikan oleh satu pilot saja. Ditambah lagi, ia dilengkapi pintu kargo besar yang memudahkan proses bongkar muat. Dalam satu misi, PC-24 bisa mengangkut kombinasi penumpang dan barang secara bersamaan, menjadikannya solusi ideal untuk tugas-tugas logistik cepat di wilayah terpencil.
Sementara itu, rencana pembelian PC-21 juga menjadi kabar gembira bagi dunia penerbangan militer nasional. Pesawat latih ini memang didesain untuk mengambil alih sebagian besar fase pelatihan yang biasanya memakai jet tempur. Dengan begitu, efisiensi pelatihan melonjak drastis, dan biaya operasional bisa ditekan secara signifikan. Pilatus berkomitmen mendukung penuh rencana ini dengan menyediakan paket dukungan terintegrasi, termasuk peralatan pelatihan berbasis darat yang modern, suku cadang, serta peralatan pendukung di darat yang mumpuni.
Jika semua rencana ini terealisasi penuh, Indonesia akan sejajar dengan negara-negara maju di kawasan. Catatannya, kita bakal menjadi pelanggan ketiga PC-21 di Asia-Pasifik, bergabung bersama Australia yang sudah memiliki 45 unit dan Singapura dengan 19 unit.
Pilatus Makin Kokoh di Asia Tenggara
Kesepakatan ini tentu menjadi angin segar sekaligus momentum besar bagi Pilatus. Mereka berhasil memperkuat posisi bisnis di pasar Asia Tenggara. Daftar panjang negara pengguna armada PC-24 dan PC-21 di seluruh dunia kini bertambah satu lagi.
Markus Bucher, CEO Pilatus, menyatakan bahwa program ini menandai awal dari hubungan jangka panjang yang strategis. Pihaknya memprioritaskan pendampingan agar Indonesia bisa mengoperasikan armada ini dengan lancar. Sementara itu, Ioannis Papachristofilou, Vice President Government Aviation Pilatus, menambahkan bahwa pemilihan oleh Angkatan Udara Indonesia ini menegaskan adanya peningkatan minat yang besar dari operator pemerintah terhadap pesawat serbaguna PC-24.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











