SIGI, Cinta-news.com – Memasuki hari ke-11 masa tanggap darurat pasca gempa dahsyat yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Pemerintah setempat benar-benar tancap gas dalam mempercepat penanganan para korban. Di saat yang sama, mereka juga terus meng-update data terkini soal dampak bencana yang ternyata masih terus bergerak. Hingga Jumat kemarin, jumlah warga yang terdampak tercatat mencapai angka yang cukup mencengangkan, yakni 9.633 jiwa atau sekitar 4.009 kepala keluarga. Bayangkan, hampir sepuluh ribu jiwa harus merasakan getaran maut yang meluluhlantakkan daerah mereka!
Wakil Bupati Sigi yang juga menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana Kabupaten Sigi, Samuel Yansen Pongi, dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah tidak main-main dalam mengoptimalkan penanganan di lapangan. Mulai dari pendataan korban yang dilakukan secara door-to-door, penyaluran bantuan yang dipastikan tepat sasaran, hingga pembangunan hunian sementara (huntara) yang dikebut siang dan malam. Semuanya digerakkan serentak untuk meringankan beban para penyintas.
Pada hari ke-11 masa tanggap darurat yang penuh tantangan ini, Kabupaten Sigi kedatangan tamu istimewa. Wakil Ketua DPR RI bersama jajaran pemerintah pusat meluangkan waktu untuk melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi bencana. Rombongan tidak hanya sekadar melihat-lihat, tetapi mereka juga turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak gempa dan menyerahkan berbagai bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat. “Bantuan yang kami serahkan tidak hanya berupa paket sembako, tetapi juga santunan bagi para korban gempa,” ujar Samuel dengan penuh semangat saat ditemui pada Sabtu (27/6/2026).
Bantuan Uang Tunai untuk Korban Gempa: Jumlahnya Bikin Terkejut!
Menariknya, Samuel menjelaskan dengan rinci besaran santunan yang diberikan kepada para korban. Para korban luka ringan berhak menerima santunan sebesar Rp 2 juta sebagai bentuk perhatian negara. Sementara itu, bagi mereka yang mengalami luka berat, pemerintah memberikan santunan yang lebih besar, yaitu Rp 5 juta. Namun, yang paling menyentuh adalah bagi ahli waris korban meninggal dunia, mereka menerima santunan sebesar Rp 15 juta sebagai tanda duka cita yang mendalam dari pemerintah.
“Berdasarkan data terbaru yang berhasil kami himpun dari Satgas Bencana Kabupaten Sigi, jumlah korban meninggal dunia masih tetap tercatat tiga orang. Kami bersyukur tidak ada penambahan korban jiwa. Sementara itu, sebanyak 78 orang mengalami luka ringan dan 14 orang lainnya mengalami luka berat. Dari jumlah tersebut, tiga korban luka berat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” ungkapnya dengan nada haru. Pemerintah daerah pun berencana untuk mengunjungi para korban yang masih dirawat untuk menyerahkan bantuan secara langsung, sebagai bentuk kepedulian yang tulus.
Data Kerusakan Rumah Melonjak Drastis! Apa Penyebabnya?
Selain jumlah korban, data kerusakan bangunan juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. Hasil pendataan terbaru menunjukkan jumlah rumah terdampak kini mencapai 3.439 unit, meningkat tajam dibandingkan pendataan sebelumnya. Dari total tersebut, sebanyak 1.989 rumah mengalami rusak ringan, 1.191 rumah rusak sedang, dan 280 rumah rusak berat. Angka ini cukup mengkhawatirkan dan menunjukkan betapa dahsyatnya dampak gempa kali ini.
Data Gempa Terus Bergerak, Ini Sebabnya!
Samuel dengan sabar menjelaskan bahwa bertambahnya jumlah rumah terdampak disebabkan oleh proses asesmen yang masih terus berlangsung di lapangan. Tim asesmen tidak pernah berhenti bekerja, mereka terus menyusuri setiap sudut desa untuk memastikan tidak ada data yang terlewat. Beberapa wilayah yang sebelumnya belum masuk dalam pendataan kini mulai melaporkan kondisi kerusakan yang mereka alami, termasuk Desa Dolo, Kecamatan Dolo. “Data terus bergerak karena tim asesmen masih bekerja di lapangan. Ada desa yang baru menyampaikan hasil pendataannya sehingga jumlah rumah terdampak mengalami penambahan,” tuturnya dengan nada optimis.
Di sisi lain, perkembangan aktivitas seismik menunjukkan kondisi yang mulai membaik dan memberikan secercah harapan bagi warga. Hingga hari ke-11, jumlah gempa susulan masih tercatat sebanyak 1.378 kali dan tidak mengalami penambahan sepanjang hari tersebut. “Kita bersyukur hari ini tidak ada gempa susulan lagi. Semoga kondisi ini terus membaik sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lebih tenang,” jelasnya dengan penuh syukur.
Huntara Segera Dikebut, 50 Unit Tahap Pertama sedang Dibangun!
Pemerintah Kabupaten Sigi juga terus mempercepat pembangunan hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat. Saat ini, sebanyak 50 unit huntara tahap pertama masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Samuel berharap pembangunan huntara bagi 50 kepala keluarga penerima tahap pertama dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya. Pembangunan lanjutan akan dilakukan setelah proses asesmen selesai dan daftar penerima ditetapkan melalui surat keputusan.
“Pemerintah terus berupaya mempercepat seluruh proses penanganan, mulai dari pendataan, asesmen, hingga pembangunan huntara. Kami berharap seluruh masyarakat tetap bergotong royong dan saling mendukung agar Kabupaten Sigi dapat segera pulih dari bencana ini,” terang Samuel dengan penuh haru. Semangat gotong royong ini menjadi kunci utama bagi kebangkitan Sigi dari keterpurukan akibat gempa.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
