Cinta-news.com – Jembatan yang sempat runtuh kini sedang dalam proses perbaikan serius. Pemerintah langsung bergerak cepat, beralih dari penanganan darurat ke rencana permanen hanya dalam hitungan hari. Setelah sukses mengatasi krisis dengan memasang Jembatan Bailey, Kementerian PU melalui BPJN Aceh kini menyiapkan pembangunan jembatan duplikasi yang lebih kuat.
Timeline pengerjaannya sangat cepat. Konstruksi jembatan permanen akan mulai dalam enam hari ke depan, tepatnya 20 Januari 2026. Langkah ini mereka ambil untuk menjaga konektivitas jalan vital antara Kota Bireuen dan Aceh Utara. Ruas jalan itu sempat terputus akibat bencana banjir bandang.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan konektivitas infrastruktur sebagai prioritas utama. Ia menyebut infrastruktur jalan dan jembatan bagai urat nadi kehidupan. “Dalam kondisi bencana, kita harus memastikan akses tetap terbuka,” tegas Dody pada Selasa (13/1/2026). Menurutnya, akses yang lancar menjaga mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik.
Krueng Tingkeum terletak di lokasi strategis. Jembatan sepanjang 120 meter ini menghubungkan wilayah Bireuen dengan Kota Lhokseumawe. Jembatan yang dibangun tahun 2017 itu tumbang diterjang banjir pada 26 November 2025 lalu.
Pemerintah tidak tinggal diam. Sebagai solusi darurat, Kementerian PU langsung memasang Jembatan Bailey sepanjang 63 meter. Jembatan darurat itu telah berfungsi sejak 27 Desember 2025. Badan pelaksana telah mengaktifkan jalur alternatif di Awe Geutah lebih dulu, tepatnya sejak 18 Desember.
Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro menyebut jembatan ini sebagai infrastruktur strategis. Oleh karena itu, Kementerian PU memprioritaskan penanganan permanennya dan menugaskan BUMN untuk mengerjakannya. Tahap awal seperti pembebasan lahan dan pemindahan utilitas telah dimulai.
Heri menyampaikan target optimis mereka. “Jika tidak ada kendala distribusi material, pemancangan perdana akan kita mulai pada 20 Januari,” terangnya. Minggu ketiga Januari 2026 ini menjadi momen penting dimulainya pembangunan jembatan baru.
Masyarakat pun menyambut baik kabar ini. Salah seorang pengguna jalan, Abdullah (45), mengaku sangat bersyukur. “Alhamdulillah, sekarang sudah bisa lewat lagi. Aktivitas kami jadi lancar dan tidak perlu memutar jauh. Kami berharap jembatan permanennya cepat selesai,” ujarnya.
Menteri Dody menambahkan komitmen kementeriannya. Mereka berjanji tidak hanya fokus pada solusi darurat, tetapi akan mempercepat pembangunan permanen. Tujuannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh. Dari darurat, pemerintah langsung melompat ke solusi permanen dengan aksi nyata. Semoga prosesnya lancar!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
