Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Pasca Ledakan di Sidoarjo, Manajemen GWS Berjanji Ganti Rugi dan Minta Data Rumah Rusak

SIDOARJO, Cinta-news.com – Geger! Suara ledakan keras mengguncang kawasan industri di Sidoarjo pada Senin (6/4/2026) siang. Warga langsung panik setelah ledakan dahsyat berasal dari pabrik pengolahan besi PT Great Wall Steel (PT GWS) di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Akibat kejadian ini, sejumlah rumah warga hancur dan mengalami kerusakan parah. Kabar baiknya, manajemen perusahaan dengan sigap langsung menyatakan bertanggung jawab penuh atas seluruh kerusakan yang menimpa rumah warga. Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami dugaan penyebab ledakan yang diduga berasal dari material besi tua berukuran besar yang hendak dilebur dan dipotong oleh pekerja.

Ledakan PT GWS Sidoarjo

Desa Diminta Bergerak Cepat: Segera Data Rumah Warga yang Rusak!

Setelah ledakan meredam, langkah cepat pun langsung diambil. HRD General Affair PT Great Wall Steel, Heri Prasetyo, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi aktif dengan kepala desa setempat. “Kami langsung menghubungi Pak Kades untuk mendata dan mengidentifikasi rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan. Jadi, jangan khawatir, yang jelas kami bertanggung jawab penuh terhadap kerusakan tersebut,” tegas Heri Prasetyo dengan nada mantap pada Senin (6/4/2026).

Selain itu, manajemen GWS juga tidak tinggal diam terhadap nasib para korban ledakan. Mereka akan menanggung seluruh biaya perawatan tiga korban yang timbul akibat insiden ini. Dari tiga korban tersebut, dua karyawan dengan inisial P dan J mengalami luka ringan dan masih menjalani perawatan intensif. Namun, kabar duka datang dari sopir armada pengangkut besi tua berinisial R yang dinyatakan meninggal dunia. Heri pun menegaskan komitmen perusahaannya dengan nada serius, “Kami dari pihak manajemen bertanggung jawab penuh, baik terhadap korban yang meninggal dunia maupun yang luka-luka. Untuk korban meninggal kebetulan dari sopir armada luar, sedangkan dua orang yang luka adalah karyawan kami.”

Bukan Hanya Satu atau Dua: Sedikitnya 7 Rumah Warga Rusak Parah!

Dampak ledakan ternyata jauh lebih meluas dari perkiraan awal. Muhammad Nur Kholis, warga Perumahan Wedoro Regency, masih belum bisa menyembunyikan keterkejutannya saat menceritakan pengalamannya. “Saya baru tahu kondisi rumah setelah seseorang memberi tahu bahwa genteng pecah. Ternyata ada lempengan besi yang jatuh menembus atap rumah saya!” ujar Nur Kholis dengan nada masih terkejut.

Dia pun menjelaskan detail mengerikan tentang benda yang menimpa rumahnya. “Lempengan besi itu sepertinya baja, beratnya sekitar dua kilogram. Bayangkan, benda ini jatuh dari lokasi ledakan yang jaraknya sekitar 500 sampai 750 meter, tapi kekuatannya masih luar biasa,” tambahnya. Hantaman material tersebut dengan kecepatan tinggi berhasil merusak genteng, merobohkan plafon, hingga membuat rangka galvalum rumahnya penyok.

Menurut pendataan awal yang dilakukan warga, sedikitnya ada lima rumah di beberapa perumahan yang terkena imbas ledakan ini. “Kerusakannya lumayan parah, dari plafon ambrol, genteng ada empat yang pecah total, sampai galvalum-nya penyok semua. Di lingkungan sini, ada tiga rumah yang kena. Lalu, di wilayah Pelikan, satu rumah dan Jatayu satu rumah. Jadi total ada lima rumah yang saya tahu rusak,” ungkap Nur Kholis dengan rinci.

Ledakan Guncang Hingga Surabaya: Dua Rumah Dilaporkan Rusak!

Hebatnya lagi, getaran ledakan ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh warga Sidoarjo saja. Sebanyak dua rumah di wilayah Surabaya juga ikut mengalami kerusakan yang diduga kuat akibat ledakan dahsyat di pabrik besi Sidoarjo tersebut. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Surabaya, Linda Novanti, langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. “Kami mendapatkan laporan rumah mengalami kerusakan sekitar pukul 15.50 WIB,” kata Linda saat dikonfirmasi oleh awak media.

Linda pun menjelaskan lokasi persis kejadian. “Alamat bangunan yang rusak berada di Jalan Kutisari Indah Barat, Kecamatan Tenggilis Mejoyo. Rumah pertama milik TNM (45) dan rumah kedua milik S (59),” jelas Linda. Setelah timnya melakukan pengecekan langsung ke lokasi, mereka menemukan kerusakan yang bervariasi. “Rumah pertama mengalami kerusakan pada dudukan lampu yang terlepas karena getaran keras. Sementara rumah kedua, kerusakannya lebih parah pada kaca jendela kamar yang berada di lantai 2. Pemilik rumah sangat berharap mendapatkan bantuan penggantian kerugian material kaca jendela,” tambahnya.

Saat ini, tim BPBD Surabaya sudah memeriksa secara detail kedua rumah terdampak tersebut. Setelah melakukan investigasi awal, Linda menduga kuat bahwa kerusakan bangunan di Surabaya ini murni disebabkan oleh ledakan pabrik baja di Sidoarjo. Sebagai langkah tindak lanjut, pihak BPBD langsung memberikan solusi konkret kepada warga. “Upaya yang kami lakukan adalah menyarankan agar perangkat wilayah setempat segera membuat permohonan penggantian kerugian material ke pabrik baja yang meledak di Sidoarjo. Jangan biarkan warga menanggung kerugian sendiri,” pungkas Linda dengan tegas.

Apa Selanjutnya? Warga Diminta Bersabar, Proses Pendataan Sedang Berjalan

Dengan adanya janji tanggung jawab dari manajemen GWS, warga yang rumahnya rusak kini bisa sedikit bernapas lega. Proses pendataan oleh pihak desa bersama perusahaan sedang berjalan cepat agar semua korban mendapatkan haknya. Bagi warga yang merasakan dampak ledakan namun belum terdata, diharapkan segera melapor ke perangkat desa setempat. Pihak kepolisian pun masih terus menyelidiki detail penyebab ledakan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Satu hal yang pasti, manajemen GWS berkomitmen untuk tidak meninggalkan warga yang tertimpa musibah ini.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *