Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Pasar ASEAN Stagnan, Vietnam Justru Tumbuh 10% dan Geser Thailand

JAKARTA, Cinta-news.com – Sorotan tajam kini tertuju pada Vietnam! Negara tetangga ini secara mengejutkan berhasil menyalip Thailand dan merebut posisi sebagai pasar penerbangan komersial terbesar kedua di Asia Tenggara per Agustus 2026. Sebuah lompatan luar biasa yang membuat industri aviasi regional gempar!

Berdasarkan laporan terbaru dari perusahaan data dan analisis penerbangan ternama, OAG, kapasitas kursi penerbangan Vietnam pada Agustus 2026 mencapai angka fantastis 7,3 juta kursi. Wow!

Angka ini melesat 10 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2025. Pertumbuhan ini tercatat sebagai yang tercepat di antara semua pasar penerbangan di Asia Tenggara yang dianalisis oleh OAG. Sungguh pencapaian yang patut diacungi jempol!

Dengan torehan manis ini, Vietnam kini kokoh di bawah Indonesia yang masih mempertahankan mahkota sebagai pasar penerbangan terbesar di kawasan dengan kapasitas 11 juta kursi. Sementara itu, Thailand yang sebelumnya menduduki posisi kedua, kini harus rela turun ke peringkat ketiga dengan 7,2 juta kursi, atau menyusut 1,7 persen dibandingkan tahun lalu. Posisi gemilang Vietnam ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak Juli 2026 dan terus berlanjut hingga Agustus.

OAG menyebutkan, kenaikan kapasitas penerbangan Vietnam mencerminkan gelombang permintaan perjalanan udara yang terus membuncah, ditambah keuntungan dari kepemilikan sejumlah bandara besar yang tersebar di berbagai wilayah, sehingga mampu melayani penumpang secara optimal.

Pasar ASEAN Tumbuh Tipis, Vietnam Malah Melesat!

Pergeseran posisi dramatis antara Vietnam dan Thailand ini terjadi tepat ketika pertumbuhan pasar penerbangan Asia Tenggara secara keseluruhan terbilang stagnan. OAG mencatat total kapasitas penerbangan terjadwal di kawasan ini hanya mencapai 51 juta kursi pada Agustus 2026, atau hanya naik tipis 0,8 persen dibandingkan Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, penerbangan domestik menyumbang 22,8 juta kursi, tumbuh 1,4 persen secara tahunan dan menguasai 45 persen dari total pasar.

Sementara itu, kapasitas penerbangan internasional mencapai 28,2 juta kursi. Pertumbuhannya nyaris flat, hanya 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun porsinya justru lebih besar, mencapai 55 persen dari keseluruhan pasar penerbangan komersial Asia Tenggara. Menarik, bukan?

Di kancah internasional, rute dari Asia Tenggara menuju kawasan Asia Pasifik lainnya masih menjadi primadona dengan 16,8 juta kursi. Namun kapasitasnya sedikit tergerus 0,2 persen atau berkurang sekitar 35.900 kursi dibandingkan Agustus 2025. Sementara penerbangan antarnegara di kawasan Asia Tenggara menjadi pasar internasional terbesar kedua dengan 6,7 juta kursi, dan kapasitasnya meningkat 1,2 persen atau bertambah sekitar 82.900 kursi.

Yang paling mencengangkan, pertumbuhan tertinggi justru terjadi pada rute Asia Tenggara menuju Eropa dan Amerika Utara! Kapasitas ke Eropa melonjak 10,8 persen menjadi 1,7 juta kursi, sementara ke Amerika Utara meningkat 9 persen menjadi sekitar 325.400 kursi. Sebaliknya, kapasitas menuju Timur Tengah justru ambruk 4,6 persen secara tahunan atau berkurang sekitar 124.100 kursi.

Vietnam Sang Juara Pertumbuhan, Negara Lain Merana!

Pertumbuhan kapasitas Vietnam semakin terlihat menonjol saat dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya di kawasan. Indonesia masih memimpin dengan 11 juta kursi, lalu Vietnam melesat dengan 7,3 juta kursi dan pertumbuhan 10 persen. Thailand terpaksa merosot ke posisi ketiga dengan 7,2 juta kursi dan penurunan 1,7 persen. Malaysia hanya mampu meraih 5,4 juta kursi, ambruk 6,5 persen. Filipina di posisi berikutnya dengan 4,8 juta kursi, turun 5,7 persen. Singapura memiliki 3,7 juta kursi, naik 3,4 persen.

OAG mencatat penurunan kapasitas di Malaysia, Thailand, dan Filipina. Dalam analisisnya, OAG menduga perubahan ini berkaitan dengan dampak krisis Timur Tengah terhadap biaya bahan bakar dan biaya hidup di kawasan.

Yang menarik, pertumbuhan Vietnam tidak hanya bertumpu pada penerbangan internasional. Kapasitas penerbangan domestik Vietnam justru melampaui 4,7 juta kursi pada Agustus 2026! Jumlah ini tumbuh 13,8 persen dibandingkan Agustus 2025 atau bertambah sekitar 575.400 kursi. Pertumbuhan kapasitas domestik Vietnam ini menjadi yang tercepat se-Asia Tenggara. Indonesia masih menjadi pasar domestik terbesar dengan 8,8 juta kursi, tumbuh 5,4 persen atau bertambah sekitar 450.500 kursi.

Vietnam Airlines Rajasa Langit ASEAN!

Pertumbuhan pasar Vietnam juga tercermin dari kapasitas yang ditawarkan maskapai-maskapainya. OAG mencatat Vietnam Airlines kini menjelma sebagai maskapai dengan kapasitas terbesar di Asia Tenggara pada Agustus 2026! Maskapai kebanggaan Vietnam ini menyediakan 2,8 juta kursi, meningkat 8,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Vietnam Airlines berhasil menggeser AirAsia yang hanya menyediakan 2,48 juta kursi dan Lion Air dengan 2,33 juta kursi. Vietjet berada di posisi keempat dengan 2,24 juta kursi, meski kapasitasnya turun 5,7 persen. Cebu Pacific di posisi kelima dengan 2,15 juta kursi, naik 3,8 persen. Singapore Airlines menyusul dengan 1,84 juta kursi, Batik Air 1,45 juta kursi, Thai AirAsia 1,44 juta kursi, Citilink 1,43 juta kursi, dan Philippine Airlines 1,34 juta kursi.

Hebatnya, Citilink mencatat pertumbuhan kapasitas paling tinggi di antara maskapai yang beroperasi di kawasan! Kapasitasnya melonjak drastis 72,8 persen menjadi sekitar 1,4 juta kursi, bertambah sekitar 601.000 kursi dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, Thai AirAsia mengalami penurunan kapasitas paling besar, yakni 23,4 persen. AirAsia menyusul dengan penurunan 17 persen. Kedua maskapai ini secara gabungan mengurangi kapasitas sebanyak sekitar 949.700 kursi pada Agustus 2026. Secara keseluruhan, pasar Asia Tenggara pada Agustus 2026 dilayani 176 maskapai yang beroperasi di 300 bandara.

Hanoi Bandara Tumbuh Tercepat!

Perkembangan pasar penerbangan Vietnam juga tercermin dari kinerja bandara-bandara utamanya. OAG mencatat Bandara Internasional Changi Singapura masih menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan 3,64 juta kursi pada Agustus 2026, naik 3,5 persen. Bandara Internasional Soekarno-Hatta di posisi kedua dengan 3,32 juta kursi, naik 3,1 persen. Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok di posisi ketiga dengan 3,22 juta kursi, sementara Bandara Internasional Kuala Lumpur juga memiliki kapasitas serupa.

Dari Vietnam, Bandara Internasional Ho Chi Minh City menyediakan 2,39 juta kursi dan berada di posisi keenam daftar bandara terbesar se-Asia Tenggara, dengan pertumbuhan 3,2 persen. Bandara Internasional Hanoi di posisi ketujuh dengan 2,12 juta kursi. Namun pertumbuhan kapasitasnya mencapai 12,2 persen secara tahunan atau bertambah sekitar 230.100 kursi! Ini menjadi pertumbuhan kapasitas bandara tercepat di antara bandara-bandara utama yang tercatat OAG. Luar biasa!

Penumpang Vietnam Tembus 76 Juta!

Peningkatan kapasitas penerbangan ini berjalan seiring dengan ledakan jumlah penumpang di Vietnam. Mengutip The Star, berdasarkan data Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam (CAAV), lebih dari 76 juta penumpang tercatat melalui bandara-bandara Vietnam sepanjang Januari-Juli 2026. Jumlah ini meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan paling kuat datang dari perjalanan internasional. Hampir 30 juta penumpang internasional tercatat selama tujuh bulan pertama 2026, meningkat lebih dari 11 persen secara tahunan. Sementara penumpang domestik mencapai lebih dari 46 juta orang, naik lebih dari 4 persen. Dengan demikian, pertumbuhan penumpang internasional hampir tiga kali lipat dibandingkan pertumbuhan perjalanan domestik! Maskapai Vietnam sendiri mengangkut hampir 35 juta penumpang selama Januari-Juli 2026, dengan penumpang internasional mencapai lebih dari 11 juta orang, naik 1 persen, dan penumpang domestik melampaui 23 juta orang, meningkat lebih dari 4 persen.

CAAV memperkirakan sektor penerbangan Vietnam akan melayani sekitar 94 juta penumpang sepanjang 2026, meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain penumpang, angkutan kargo juga diperkirakan mencapai 1,6 juta ton pada 2026, naik 9,3 persen secara tahunan.

Untuk mendukung target tersebut, otoritas penerbangan Vietnam berencana mengoptimalkan penggunaan landasan pacu, meningkatkan efisiensi operasional bandara, serta memperkuat pengawasan terhadap operasional maskapai. Otoritas juga akan mendukung maskapai dalam memperluas armada dan meningkatkan kapasitas, terutama pada periode dengan permintaan perjalanan tinggi. Di sisi infrastruktur, Vietnam mempercepat sejumlah proyek perencanaan dan pembangunan bandara. Pemerintah juga mempersiapkan pengoperasian kembali Bandara Lien Khuong dan Bandara Ca Mau setelah proses peningkatan fasilitas.

Persiapan untuk pengoperasian Bandara Internasional Long Thanh dan Bandara Quang Tri juga terus dilakukan. Infrastruktur ini diproyeksikan menambah kapasitas penerbangan Vietnam dalam jangka panjang.

Di tengah perubahan posisi pasar penerbangan Asia Tenggara pada Agustus 2026, Vietnam kini berdiri gagah di belakang Indonesia dan mengungguli Thailand dari sisi kapasitas kursi yang tersedia. Perubahan ini terjadi ketika kapasitas Vietnam melesat 10 persen, sementara pasar Thailand justru menyusut 1,7 persen. Sungguh sebuah pergeseran kekuatan yang patut dinantikan kelanjutannya!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version