Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

CATL Luncurkan Layanan Perbaikan Baterai, Konsumen Tak Perlu Beli Paket Baru

Cinta-news.com – Pernah kepikiran nggak sih, kalau suatu hari baterai mobil listrik kesayanganmu bermasalah, apa yang bakal terjadi? Bisa-bisa dompet menjerit! Nah, di sinilah peran raksasa baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau yang lebih dikenal dengan CATL, menjadi sangat krusial. Mereka bukanlah pemain kecil, melainkan salah satu penguasa pasokan baterai untuk kendaraan listrik dunia, mulai dari merek lokal China hingga brand global ternama. Buktinya, dominasi mereka di pasar negeri Tirai Bambu sendiri sangat terasa, di mana CATL mencatatkan kapasitas baterai terpasang mencapai 32,59 GWh pada Juni 2026 lalu, dengan pangsa pasar yang menggurita, sekitar 43,2 persen.

Namun, jangan kira CATL hanya diam dan puas dengan produksi massal serta riset teknologi semata, karena mereka kini mulai melirik dan merambah ke sektor yang tak kalah krusial, yaitu layanan perbaikan baterai, yang kehadirannya sangat dinantikan seiring makin menjamurnya populasi kendaraan listrik di jalanan.

Ketika Baterai Rusak, Dompet Sering Jadi Korban

Memang, sampai saat ini, biaya perbaikan masih menjadi momok menakutkan sekaligus salah satu kekhawatiran terbesar bagi para pemilik mobil listrik. Seringkali, ketika terjadi kerusakan di salah satu bagian tertentu dari battery pack, konsumen dihadapkan pada pilihan pahit: mengganti satu paket baterai secara utuh dengan harga yang selangit. Ironisnya, hal ini terjadi meskipun masalah sebenarnya hanya bersumber dari satu komponen kecil yang rusak, bukan seluruh sistem. Praktik penggantian total ini jelas bikin kantong bolong dan seringkali dianggap tidak adil oleh konsumen.

Menanggapi situasi ini, CATL lantas mengambil langkah berani dengan menawarkan pendekatan yang benar-benar berbeda dan segar melalui layanan bernama Ning Service. Kabar terbaru yang dilansir dari CarNewsChina pada Senin (17/8/2026) menyebutkan bahwa produsen baterai raksasa ini tengah menyusun rencana ambisius untuk memperluas jaringan layanan perbaikannya secara global, dengan target menjangkau hingga 100 kota besar di seluruh dunia pada akhir tahun 2026.

Robot Canggih dan Bengkel Keliling Siap Siaga

Rencana ekspansi besar-besaran ini secara resmi diumumkan dalam acara bergengsi Ning Day 2026 yang diselenggarakan di Haikou, China, dan langsung mencuri perhatian pelaku industri. Untuk mewujudkan mimpi besarnya, CATL menyatakan bahwa pusat-pusat layanan yang dikelola langsung oleh perusahaan akan mengandalkan kecanggihan teknologi otomatisasi robotik dalam melakukan diagnosis serta proses perbaikan baterai. Target waktu pengerjaan yang ditetapkan pun cukup mengesankan, yaitu maksimal hanya 72 jam saja. Saat ini, terdapat delapan pusat Ning Service yang dikelola langsung dan sudah beroperasi penuh di China, menjadi tulang punggung layanan premium.

Selain itu, ekspansi internasional juga sudah mulai terlihat dengan hadirnya dua pusat layanan global di Norwegia dan Istanbul, Turki. Di luar itu, jaringan Ning Service sebenarnya sudah sangat luas, karena mereka juga memiliki 1.376 pusat layanan waralaba yang tersebar di 84 negara, serta bertanggung jawab penuh atas pengoperasian 1.505 stasiun penukaran baterai yang terintegrasi dalam ekosistem Choco-SEB milik CATL sendiri.

Pendekatan paling cerdas yang kini tengah dikembangkan oleh CATL adalah upaya serius untuk mengurangi praktik penggantian battery pack secara utuh, terutama jika kerusakan hanya terjadi pada bagian-bagian tertentu saja. Mereka termasuk salah satu produsen baterai pertama yang gencar mengembangkan layanan perbaikan untuk teknologi cell-to-pack (CTP). Dengan metode perbaikan yang inovatif ini, sel-sel baterai yang terbukti bermasalah bisa langsung ditangani secara individual, atau bahkan diganti sendiri tanpa harus merombak keseluruhan paket. Hasilnya, konsumen tidak lagi harus menanggung beban biaya besar untuk mengganti satu paket baterai utuh.

Pendekatan ini jelas sangat menguntungkan, karena berpotensi menekan biaya perbaikan hingga berkali-kali lipat lebih terjangkau. Sebelumnya, CATL bahkan sempat menargetkan biaya perbaikan tertentu bisa ditekan hingga 10 kali lipat, dari angka sekitar 100.000 yuan menjadi hanya 10.000 yuan saja. Namun demikian, perlu dicatat bahwa CATL belum mengungkapkan secara gamblang struktur harga terbaru untuk layanan Ning Service, karena besaran biaya sangat mungkin akan bergantung pada jenis kendaraan yang ditangani dan tingkat keparahan kerusakan yang ditemukan di lapangan.

Salah satu kabar baik lainnya adalah layanan Ning Service terbaru ini ternyata tidak lagi diprioritaskan hanya untuk kendaraan yang memakai baterai buatan CATL. Justru, pusat layanan perbaikan ini terbuka lebar untuk berbagai macam kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) dari berbagai merek. Klaim mereka pun cukup mengejutkan, karena Ning Service mengaku kemampuan layanannya saat ini sudah mencakup 76,8 persen model NEV yang dipasarkan di China, sebuah peningkatan signifikan dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 47 persen.

Proses perbaikan pun makin modern dengan pemanfaatan otomatisasi robotik yang mumpuni. Robot-robot pada lini perbaikan diklaim mampu mengerjakan beberapa pekerjaan berat terhadap battery pack, seperti pemotongan dengan presisi, pengecatan permukaan, hingga pengaplikasian perekat tanpa perlu intervensi manusia secara langsung. Ini menandakan bahwa CATL serius mengubah lanskap layanan purnajual kendaraan listrik agar lebih efisien dan terjangkau.

Selain mengandalkan pusat layanan permanen yang ada, Ning Service juga memperkenalkan inovasi menarik, yaitu kendaraan servis bergerak untuk menangani berbagai permasalahan baterai di lokasi konsumen. Dengan adanya layanan ini, konsumen tidak perlu repot-repot membawa mobilnya ke bengkel untuk masalah-masalah ringan. Yang lebih keren lagi, kendaraan servis tersebut ternyata sepenuhnya menggunakan tenaga listrik, dengan jarak tempuh maksimal yang diklaim mencapai 800 kilometer. Ning Service menyebutkan bahwa armada kendaraan bergerak ini mampu melakukan 30 jenis pemeriksaan dan 50 jenis perbaikan yang berbeda.

Bahkan, layanan bergerak ini diklaim bisa menangani hingga 90 persen kasus kerusakan baterai yang tidak membutuhkan perbaikan mendalam. Dengan kehadiran layanan bergerak ini, waktu penanganan masalah pun dapat dipangkas secara dramatis, dari 72 jam menjadi lebih cepat, hanya sekitar 48 jam saja. Meski begitu, untuk pekerjaan yang lebih kompleks seperti penggantian sel baterai, pembongkaran tingkat sel, hingga rekondisi battery pack, kendaraan kemungkinan besar tetap harus dibawa ke fasilitas khusus di pusat layanan permanen untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.

Masa Depan Baterai Listrik: Bukan Cepat Isi, Tapi Mudah Diperbaiki

Langkah progresif CATL dalam memperluas jangkauan Ning Service menjadi sinyal kuat bahwa ekosistem kendaraan listrik tidak hanya menuntut kecepatan pengisian daya dan jarak tempuh panjang saja. Memang, seiring bertambahnya populasi serta usia kendaraan listrik, kemampuan untuk memperbaiki baterai secara efisien akan menjadi komponen vital dalam layanan purnajual.

Dengan demikian, persaingan di industri baterai ke depan diprediksi tidak akan lagi terbatas pada siapa yang mampu memproduksi baterai berkapasitas terbesar atau mampu mengisi daya paling kilat. Jaringan layanan servis yang luas, kecepatan perbaikan yang mumpuni, serta kemampuan teknis menangani kerusakan tanpa harus mengganti satu paket baterai utuh akan menjadi faktor penentu utama. Semua ini berpotensi menekan biaya kepemilikan kendaraan listrik dalam jangka panjang, dan membuat kendaraan ramah lingkungan ini semakin terjangkau oleh masyarakat luas, selagi mengurangi sampah elektronik dari baterai bekas.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version