JAKARTA, Cinta-news.com – Bayangkan Anda sudah bersiap-siap berangkat kerja, tapi begitu memasuki Jalan Raya Condet, kendaraan hanya merayap pelan. Situasi ini sudah dua minggu terakhir menghantui warga Jakarta Timur. Proyek galian pipa air bersih milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM JAYA memicu kemacetan panjang di ruas jalan tersebut. Setelah bertubi-tubi warga meluapkan uneg-unegnya, pihak perusahaan akhirnya buka suara dan meminta maaf secara terbuka.
Senior Manager Corporate dan Customer Communication PAM Jaya, Gatra, tampil di depan publik menyampaikan permintaan maaf. Ia mengakui bahwa aktivitas galian ini jelas mengganggu kenyamanan para pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan padat penduduk tersebut.
“Memang dalam hal ini, kami meminta maaf sebelumnya atas ketidaknyamanan yang terjadi, khususnya bagi pengguna jalan di kawasan Condet,” ujar Gatra saat dikonfirmasi pada Kamis (26/2/2026).
Pernyataan ini sontak melegakan warga yang selama dua pekan harus bersabar dengan kemacetan panjang. PAM Jaya berjanji akan segera merampungkan pekerjaan ini. Mereka memasang target optimistis bahwa pada awal Maret 2026 mendatang, jalanan Condet akan kembali normal.
“Kami pastikan targetnya adalah kami bisa menutup dan menormalisasi jalan ini kembali di awal Maret,” tegas Gatra.
Tak hanya soal waktu, pihaknya juga merespons keluhan lain yang tak kalah penting, yaitu kondisi bekas galian yang sering kali tidak rata. Gatra memastikan bahwa perbaikan kualitas jalan juga menjadi prioritas mereka. Ia bahkan membuka pintu lebar-lebar bagi warga untuk melapor jika setelah proyek selesai, kondisi aspal masih bergelombang atau berlubang.
“Termasuk masalah jalan yang tidak rata akan kita perbaiki. Nanti kalau sudah ditutup tapi masih ada pekerjaan yang kurang baik, masyarakat bisa langsung menghubungi kami. Tim kami akan segera turun untuk memperbaiki penutupan lubang tersebut,” jelasnya.
PAM Jaya juga akan mengambil langkah tegas terhadap kontraktor pelaksana di lapangan. Gatra menegaskan akan memberikan teguran keras jika aspek keselamatan dan kenyamanan publik tidak diutamakan. Ia menyoroti pentingnya pemasangan barikade, papan informasi proyek, hingga keberadaan petugas pengatur lalu lintas atau flagman.
“Jadi mulai dari barikade, papan proyek, sampai flagman, itu semua wajib ada. Kami sedang berkomunikasi intens dengan kontraktor untuk memastikan hal-hal yang meresahkan dan menimbulkan ketidaknyamanan ini bisa diminimalisir,” tegasnya.
Lantas, bagaimana sih kondisi di lapangan saat ini? Berdasarkan pantauan langsung pada Kamis (26/2/2026), Jalan Raya Condet masih menyerupai “ladang galian”. Dari arah Pusat Grosir Cililitan, kita akan menjumpai beberapa titik lubang besar yang memakan satu lajur kiri. Meski jarak antar galian tidak terlalu berdekatan, karena semuanya berada di sisi yang sama, dampaknya terhadap arus lalu lintas sangat signifikan. Kendaraan dari kedua arah harus bergantian melintas, alhasil antrean pun tidak terhindarkan.
Dua alat berat jenis ekskavator masih terlihat beroperasi di lokasi berbeda, menegaskan bahwa proyek ini masih dalam tahap pengerjaan intensif. Di sekitar area galian, tumpukan tanah menggunung dan debu beterbangan, membuat suasana di jalan raya semakin tidak nyaman. Untuk pengamanan, beberapa titik galian sudah dilengkapi penutup bertuliskan “PAM”, namun tetap saja hal ini belum cukup mengurai kemacetan.
Warga sekitar pun tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Wahyu (42), seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, menuturkan bahwa proyek ini sudah berlangsung sekitar dua minggu dan menjadi buah bibir di kalangan warga. Ia menyebut kemacetan mencapai puncaknya pada jam-jam sibuk.
“Proyek galian PAM yang dua minggu ini memang banyak dikeluhin warga. Penyebab utamanya jelas macet, apalagi kalau pagi hari pas jam masuk sekolah atau kerja, terus pas sore menjelang waktu berbuka puasa,” keluh Wahyu saat ditemui di lokasi.
Menurut Wahyu, situasi ini sangat mengganggu aktivitas harian. Waktu tempuh yang biasanya singkat, kini bisa berlipat ganda hanya karena harus terjebak di kepadatan lalu lintas. Ia menambahkan bahwa di luar jam sibuk pun, arus lalu lintas tetap tersendat karena penyempitan jalan.
Namun, kemacetan ternyata bukan satu-satunya musuh. Wahyu juga menyoroti masalah debu yang menjadi momok bagi para pemilik toko di sepanjang jalan raya. Debu dari proyek galian dengan mudah masuk ke area pertokoan, membuat lantai dan barang dagangan menjadi kotor.
“Ya, selain macet, debu ini masalah besar. Lihat saja ruko-ruko itu, lantainya pada kotor semua. Biasanya mereka menyiram halaman sore hari biar debunya berkurang,” jelas Wahyu sambil menunjuk ke arah deretan toko di sekitarnya.
Dengan adanya permintaan maaf dan janji perbaikan dari PAM Jaya, warga Condet pun berharap proyek ini bisa segera rampung sesuai target. Mereka ingin menjalani aktivitas normal kembali tanpa kemacetan panjang dan debu yang mengganggu. Semua mata kini tertuju pada realisasi janji PAM Jaya di lapangan. Apakah awal Maret nanti jalanan Condet benar-benar akan mulus kembali? Kita tunggu saja!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
