Cinta-news.com – Pada Rabu malam (3/12/2025), tepatnya pukul 21.00 WIB, suasana tenang di Kelurahan Kowel, Pamekasan, tiba-tiba terusik oleh aksi brutal. Seorang warga bernama Makmun harus menjadi korban kekejaman Orang Tak Dikenal (OTK). Dengan sigap, pelaku menyerang menggunakan senjata tajam, lalu kabur begitu saja meninggalkan korban dalam kondisi mengenaskan.
Akibatnya, warga setempat kemudian menemukan Makmun dalam keadaan yang sangat memprihatinkan; sekujur tubuhnya bersimbah darah. Tanpa menunggu lama, mereka pun segera melarikannya ke Puskesmas Kowel untuk mendapatkan pertolongan pertama. Perlu kita garisbawahi, serangan keji ini terjadi persis di sebelah utara rumah korban, yang mengakibatkan luka serius di bagian kepala dan punggung Makmun.
Selanjutnya, salah seorang warga yang bernama RS memberikan kesaksiannya pada Kamis (4/12/2025). “Korban kami temukan di sini dalam keadaan sudah bersimbah darah,” ungkapnya dengan nada khawatir. Menurutnya, pelaku yang tidak dikenal itu langsung melarikan diri setelah melukai korbannya sehingga identitasnya sama sekali tidak terungkap. Selain itu, tak satu pun warga yang sempat melihat wajah asli sang pelaku; mereka hanya mendapati Makmun sudah terkapar di jalan dengan luka yang parah.
“Sepertinya korban dicegat waktu di jalan di utara rumahnya. Saya belum tahu masalahnya apa,” tambah RS sembari berusaha menganalisis kejadian tersebut. Lebih lanjut, dia menekankan bahwa saat peristiwa pembacokan berlangsung, tidak ada satupun warga yang menyaksikannya secara langsung. Akan tetapi, beberapa menit setelah korban terkapar, barulah warga berdatangan ke lokasi untuk segera menolong Makmun.
Nah, di sisi lain, ada informasi latar belakang keluarga korban yang justru menambah misteri kasus ini. Ternyata, Makmun berasal dari Desa Toronan dan menikah dengan seorang perempuan yang berdomisili di Kelurahan Kowel. Uniknya, sang istri sebelumnya pernah menikah dengan pria dari Desa Palesanggar, Kecamatan Pengantenan. “Kabarnya yang perempuan mengaku sudah bercerai dengan suami yang sebelumnya,” papar RS. Informasi inilah yang kemudian memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Di lain pihak, pihak kepolisian juga bestir cepat menanggapi laporan kejadian ini. Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Jupriadi, secara tegas membenarkan terjadinya pembacokan tersebut. “Kami sudah melakukan olah TKP dan sudah mendapatkan keterangan dari beberapa warga,” katanya dengan penuh wibawa. Saat ini, polisi masih aktif mendalami motif di balik pembacokan sadis ini, termasuk dengan terus mengumpulkan informasi untuk mengungkap identitas pelaku. “Untuk motifnya masih kita dalami. Termasuk pelakunya,” pungkas AKP Jupriadi.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi? Apakah ini murni kejahatan jalanan, atau ada motif lain yang lebih pelik seperti masalah rumah tangga atau balas dendam? Sementara polisi masih menyelidiki kasus ini, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Ingatlah, keamanan bersama sangat penting, dan kewaspadaan merupakan kunci utama mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kita semua berharap agar pelaku segera terungkap dan korban bisa segera pulih.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
