TARAKAN, Cinta-news.com – Coba bayangkan, Anda sedang melakukan aktivitas harian yang biasa, tiba-tiba sebuah bahaya mengerikan menyergap! Inilah kisah nyata yang dialami seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Dia berhasil selamat dari serangan buaya buas saat sedang mencari rumput untuk pakan ternaknya. Lebih mencengangkan lagi, peristiwa mencekam ini justru terjadi di sekitar Waduk Persemaian, Kelurahan Karang Harapan, yang masyarakat kenal sebagai destinasi wisata air dan ruang terbuka hijau, pada Senin (19/1/2026) sore.
Meskipun berhasil lolos dari cengkeraman maut, kondisi korban tidaklah ringan. Serangan buaya tersebut mengakibatkan patah tulang pada betis kaki kanannya. Oleh karena itu, pihak rumah sakit harus merawatnya secara intensif untuk memulihkan kondisi sang ibu.
Mari kita runut kejadiannya dari awal. Kasi Humas Polres Tarakan, Iptu Rusli, menuturkan bahwa sang korban sedang asyik menyabit rumput untuk pakan sapinya. Aktivitas yang terlihat sederhana ini ternyata membuatnya terlalu fokus. Akibatnya, ia sama sekali tidak menyadari bahwa mata tajam seekor predator sudah mengintainya dari balik riak air. Secara tiba-tiba, buaya yang diduga memiliki panjang sekitar 3 meter itu mendadak naik ke daratan. Tanpa ampun, reptil buas itu langsung menggigit kaki kanan sang ibu dengan kekuatan yang sangat dahsyat.
Sakit yang luar biasa langsung membuat korban berteriak histeris meminta pertolongan. Nah, di sinilah keberuntungan mulai berpihak. Jeritan minta tolongnya ternyata terdengar oleh seorang petugas polisi yang sedang bertugas. Pada saat kejadian, petugas dari Bagian SDM tersebut sedang melaksanakan kegiatan pembinaan fisik (binsik) untuk calon siswa (casis) Polri di sekitar lokasi. Tanpa membuang waktu sedetik pun, petugas tersebut langsung bergegas menuju sumber teriakan. Dengan penuh keberanian, ia pun sigap berupaya melepaskan gigitan buaya raksasa yang diperkirakan juga memiliki lebar sekitar 40 sentimeter itu. Berkat tindakan heroik dan cepat ini, upaya tersebut akhirnya berhasil! Buaya pun melepaskan gigitannya dan kemudian melarikan diri kembali ke dalam air.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, tim evakuasi segera membawa korban yang terluka parah ke Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT). Mereka menggunakan kendaraan dinas Bagian SDM agar penanganan medis bisa berlangsung secepat mungkin. Melalui peristiwa ini, Iptu Rusli menyampaikan imbauan keras kepada seluruh masyarakat. Ia menekankan agar kita semua meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, khususnya di sekitar perairan yang berpotensi menjadi habitat buaya. “Korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” pungkas Rusli, menegaskan betapa seriusnya kondisi korban.
Kesimpulannya, peristiwa ini menjadi pengingat pedas bahwa bahaya bisa mengintai di mana saja, bahkan di tempat yang kita anggap aman sekalipun. Kewaspadaan tinggi dan kehadiran petugas yang tangkas benar-benar menjadi penyelamat nyawa dalam kisah nyata yang seperti adegan film ini. Selanjutnya, kita harus memahami bahwa habitat buaya sering kali bersinggungan dengan area aktivitas manusia. Masyarakat setempat pun perlu mendapat edukasi tentang langkah-langkah pencegahan dan prosedur darurat jika menghadapi situasi serupa. Otoritas terkait harus segera mengevaluasi kembali sistem peringatan dini dan pengamanan di kawasan wisata yang berpotensi menjadi habitat binatang buas. Dengan demikian, kita tidak hanya mengandalkan keberuntungan dan keberanian individu, tetapi juga membangun sistem perlindungan yang lebih komprehensif untuk keselamatan semua pihak.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











