Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon, Warga Alami Gangguan Mata dan Bau Menyengat

CILEGON, Cinta-news.com – Warga di sekitar kawasan industri Kota Cilegon, Banten, tiba-tiba merasakan sensasi terbakar di mata mereka seusai insiden dugaan ledakan dahsyat yang mengguncang pabrik PT Merak Chemicals Indonesia pada Senin (25/5/2026).

Peristiwa mencekam ini sontak memicu kepanikan massal di tengah masyarakat karena warga melihat langsung kepulan asap putih raksasa yang membumbung tinggi dari area pabrik, seolah-olah ada malapetaka besar yang tengah terjadi.

Warga Nekat Mendekat, Tapi Udara Memaksa Mereka Berbalik

Sawiri, seorang warga Kampung Sumur Wuluh, Kota Cilegon, dengan polos mengaku bahwa dirinya sempat mendengar suara bising aneh yang sangat mirip dengan embusan angin puting beliung selama kurang lebih tiga menit penuh. Saat kejadian berlangsung, ia masih bersantai di rumah sebelum akhirnya rasa penasaran membuncah dan mendorongnya untuk mencoba mendekati lokasi kejadian.

Akan tetapi, upaya nekat tersebut harus terhenti di perbatasan jalan tol karena kondisi udara yang sudah benar-benar tidak bersahabat dan terasa sangat berbahaya bagi pernapasannya.

“Saya memilih berhenti dulu karena baunya sangat tidak tertahankan sama sekali. Selain bau kimia yang menusuk hidung, ada rasa pedas yang sangat mengganggu di mata saya. Makanya saya tidak berani merapat sampai ke sana,” ungkap Sawiri dengan nada waswas.

Dalam perjalanan pulang, ia secara tidak sengaja berpapasan dengan sekitar delapan karyawan pabrik yang sedang dievakuasi dalam kondisi kaget dan kebingungan. Melihat situasi genting tersebut, Sawiri langsung mengambil inisiatif cerdas dengan meminta masker kepada para pekerja sebagai bentuk antisipasi dini terhadap kemungkinan paparan gas beracun. Menurut pengamatannya, arah angin saat kejadian berhembus dengan kencang ke timur, sehingga bau menyengat itu dipastikan paling kuat dirasakan oleh warga yang bermukim di kawasan Gerem Atas.

Apa yang Sebenarnya Menyebabkan Dugaan Ledakan di Pabrik?

Pihak Public Relations PT Merak Chemicals Indonesia, Dhimas Saputro, dengan sigap menjelaskan bahwa insiden mengerikan tersebut diduga kuat berkaitan langsung dengan reaksi tak terduga pada steam turbine milik perusahaan. Ledakan keras itu berhasil memicu munculnya kepulan asap putih tebal yang dengan mudah terlihat hingga ke pemukiman padat penduduk.

“Menurut informasi awal yang kami himpun, itu merupakan efek langsung dari steam turbine kami. Yang membubung ke atas dan berwarna putih tadi itu sebenarnya hanyalah uap air,” kata Dhimas kepada wartawan dengan nada berusaha menenangkan.

Meskipun demikian, ia dengan jujur menegaskan bahwa penyebab pasti dari ledakan tersebut masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh tim teknis internal perusahaan. Selain itu, Dhimas juga dengan tegas membantah informasi liar yang beredar luas di masyarakat bahwa telah terjadi dua kali ledakan berturut-turut.

“Mengenai informasi yang beredar bahwa terjadi dua kali ledakan, kayaknya tidak benar, ya. Tampaknya hanya satu kali saja tadi pada pukul 12.30 WIB,” ujarnya meyakinkan.

Apakah Asap Putih Tersebut Berbahaya bagi Kesehatan?

Pihak perusahaan dengan percaya diri mengklaim bahwa semburan putih yang mengundang kepanikan itu merupakan uap air murni yang berasal dari alat steam turbine, dan sama sekali bukan bahan kimia berbahaya seperti yang dikhawatirkan warga. Namun, hingga saat ini mereka belum dapat memastikan secara ilmiah apakah di dalam semburan tersebut terdapat campuran zat lain yang kemudian menyebabkan bau menyengat yang sangat mengganggu.

“Kami belum bisa mengklarifikasi hal itu secara detail. Kami akan coba tanyakan dulu secara mendalam kepada tim teknik apakah zat tambahan itu berasal dari steam turbine atau dari tempat air tadi,” kata Dhimas dengan hati-hati.

Pernyataan yang agak mengambang ini tentu saja menjadi perhatian serius bagi warga, karena bau yang muncul terbukti cukup menyengat dan menimbulkan efek perih yang signifikan pada mata.

Respons Perusahaan: Minta Maaf Sambil Bagikan Masker!

Menanggapi keluhan masyarakat yang terus berdatangan, pihak PT Merak Chemicals Indonesia dengan rendah hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang meresahkan tersebut. Perusahaan pun dengan cepat melakukan sejumlah langkah mitigasi darurat yang cukup komprehensif, antara lain:

  • Mendistribusikan masker secara gratis melalui RT dan RW setempat
  • Menyiagakan ambulans lengkap di lokasi kejadian
  • Berkordinasi aktif dengan berbagai fasilitas kesehatan untuk penanganan warga terdampak

“Tentu kami akan bertanggung jawab penuh kepada masyarakat. Kami sudah menyiagakan ambulans di lokasi. Apabila ada keluhan kesehatan dari masyarakat, kami berkoordinasi untuk merujuknya langsung ke Rumah Sakit Krakatau Medika,” tegas Dhimas.

Ia menambahkan dengan penuh ketegasan bahwa perusahaan berkomitmen kuat untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak akan pernah terulang lagi di masa depan. “Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Saat ini kami sedang berupaya seoptimal mungkin agar ke depannya semua dapat menjadi lebih baik,” tandasnya.

Apakah Ada Korban Jiwa dalam Insiden Mengerikan Ini?

Dalam kejadian nahas tersebut, satu orang pekerja dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini telah mendapatkan perawatan intensif di puskesmas terdekat. Penjabat Sekretaris Daerah Cilegon, Azis Setia Ade, dengan terus terang menyampaikan bahwa korban diduga kuat terkena semburan air panas bertekanan tinggi saat insiden berlangsung.

“Informasi terakhir yang kami terima, korban masih dirawat di puskesmas. Untuk tindak lanjut apakah akan dirujuk ke rumah sakit atau belum, kami masih terus menunggu laporan perkembangan,” kata Azis.

Sejauh ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dari masyarakat sekitar, meskipun cukup banyak warga yang mengeluhkan dampak kesehatan ringan seperti mata perih dan ketidaknyamanan akibat bau menyengat yang masih terasa hingga beberapa jam setelah kejadian.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version