Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Ledakan Elpiji 12 Kg di Palembang, Tewaskan 3 Warga yang Sedang Masak

PALEMBANG, Cinta-news.com – Jumlah korban jiwa dalam insiden ledakan gas di Palembang kembali bertambah. Ledakan tabung elpiji 12 kilogram di Lorong Nepos itu merenggut korban ketiga. Umi (54) meninggal dunia setelah berjuang melawan luka bakar parah di ICU Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru.

Keluarga dan Tetangga Berduka
Warga sekitar, Lilis, membawa kabar duka ini. Ia mengatakan, “Innalilahi wainna illaihi rojiun, Umi meninggal di Rumah Sakit sekitar jam 8 malam tadi,” pada Senin (2/2/2026). Lilis juga menjelaskan hubungan Umi dengan korban lain. “Ibu Umi itu tetangga sebelah rumah dari ibu Dewi,” jelasnya. Maka, total korban tewas kini mencapai tiga orang. Sebelumnya, pemilik rumah Dewi Rohayati (33) dan asisten rumah tangganya, Murni (40), juga menjadi korban jiwa. Kedua perempuan itu mengalami luka bakar sangat serius.

CCTV Ungkap Momen Mengerikan
Mari kita simak rekaman kejadian yang mencekam itu. Ledakan mengguncang kawasan pada Sabtu (31/1/2026) siang. Api langsung menjalar dengan cepat. CCTV memperlihatkan suasana rumah yang awalnya tenang. Tiba-tiba, semburan api dan suara ledakan keras memecah kesunyian. Seorang balita yang ada di luar justru berlari masuk karena terkejut. Ledakan itu juga menghancurkan kaca jendela depan rumah. Seorang warga kemudian berlari keluar untuk melihat sumber keributan. Kemudian, kepanikan melanda. Beberapa perempuan berlarian dengan tubuh terbakar dan pakaian hangus.

Tim Medis Masih Merawat Korban
Saat ini, tim medis masih merawat korban lain yang selamat. Kapolsek Ilir Timur II Kompol M Ismail menegaskan hal itu. “Semua korban luka bakar lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ujarnya pada Minggu (1/2/2026). Penyidik telah mengumpulkan keterangan dari para saksi. Mereka menyimpulkan kebocoran tabung gas memicu bencana ini. “Pemicu ledakan diduga kuat dari kebocoran gas elpiji 12 Kg. Tabung itu sedang warga gunakan untuk memasak hidangan sedekah ruahan,” papar Ismail.

Keluarga Menguburkan Dua Korban Pertama
Keluarga telah menguburkan dua korban pertama di TPU Boom Baru. Mereka melaksanakan pemakaman Nyimas Dewi Rohayati dan Murni pada Minggu (1/2/2026) di tengah hujan. Sebelumnya, keluarga menyemayamkan jenazah di rumah duka masing-masing. Ratusan pelayat terus berdatangan untuk menghormati almarhumah. Suasana haru juga menyelimuti rumah duka Murni. Ijal (40), tetangga Murni, menceritakan waktu kejadian. Ledakan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, para korban sedang menyiapkan masakan untuk acara sedekah ruwahan. “Kami baru tahu sore harinya, setelah korban masuk rumah sakit,” kenang Ijal. Ia menambahkan bahwa Murni bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah Dewi. Pekerjaan Murni mencakup memasak dan mencuci. “Kebetulan hari itu ada acara sedekah, jadi Murni ikut membantu memasak di sana,” tuturnya.

Kronologi Lengkap Musibah Memilukan
Bagaimana awal mula musibah ini? Aktivitas memasak di rumah Sumarni (63) memulai rentetan peristiwa. Keluarga sedang mempersiapkan hidangan untuk sedekah ruwahan pada Sabtu (31/1/2026). Mereka menggunakan kompor gas elpiji 12 kilogram. Namun, kebocoran pada tabung gas terjadi tanpa mereka sadari. Salah seorang saksi, Ucok Asber Nasution (53), melihat proses memasak sebelum ledakan. “Warga sedang memasak untuk sedekah ruwahan. Tiba-tiba tabung gas yang bocor itu meledak,” ungkapnya. Ia menuturkan bahwa warga sempat mencium bau gas sebelum ledakan. “Semua orang berhamburan menyelamatkan diri. Syukur, warga lain segera memberi pertolongan,” kata Ucok. Setelah ledakan, warga sekitar segera bereaksi. Mereka memadamkan api seadanya dan mengevakuasi korban. Insiden ini melukai sembilan orang dengan tingkat luka bakar yang bervariasi.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *