Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Ledakan Dahsyat Guncang Masjid di Islamabad, 31 Tewas! ISIS Klaim Bertanggung Jawab

Cinta-news.com – Kelompok ISIS baru saja mengeklaim tanggung jawab atas sebuah serangan bom bunuh diri yang mengerikan di Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra, Islamabad, Pakistan, pada Jumat (6/2/2026). Ledakan dahsyat ini merenggut sedikitnya 31 nyawa dan melukai 169 orang lainnya. Tragedi ini langsung mengukir catatan kelam sebagai serangan paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak pengeboman Hotel Marriott pada tahun 2008 silam.

Kemudian, ISIS melalui sebuah pernyataan pada Sabtu (7/2/2026) menyatakan bahwa salah satu anggotanya sengaja menargetkan jemaah yang sedang beribadah. Sementara itu, organisasi pemantau SITE Intelligence Group juga mengonfirmasi laporan serupa. Mereka menyebutkan bahwa seorang militan dengan sengaja meledakkan rompi bahan peledak di tengah kerumunan, yang akhirnya menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Di sisi lain, kesaksian para penyintas di lokasi benar-benar mencekam. Pejabat kota setempat pertama-tama melaporkan korban tewas mencapai 31 orang, namun mereka memperkirakan angka ini masih bisa bertambah. Ledakan dahsyat itu sengaja terjadi pada momen yang paling sensitif, yaitu tepat ketika masjid-masjid di seluruh Pakistan dipadati jemaah yang hendak menunaikan salat Jumat. Seorang sumber keamanan menjelaskan kepada AFP, “Petugas kami berhasil menghentikan pelaku di gerbang masjid, tetapi pelaku justru segera meledakkan dirinya sendiri.”

Selanjutnya, Muhammad Kazim (52 tahun), seorang jemaah yang selamat, menggambarkan detik-detik mengerikan itu. Ia menceritakan bahwa sebuah ledakan dahsyat tiba-tiba mengguncang bangunan masjid saat salat baru saja dimulai. “Kami sedang melakukan rukuk pertama, tiba-tiba suara tembakan terdengar. Saat kami masih membungkuk, ledakan hebat pun terjadi,” ujarnya.

Tak hanya itu, Imran Mahmood, jemaah lain, melengkapi kesaksian dengan detail yang lebih lengkap. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya telah terjadi baku tembak antara pelaku dan petugas keamanan sukarelawan di masjid. “Pelaku bom bunuh diri itu berusaha menerobos masuk, namun seorang relawan kami yang terluka berhasil menembak kakinya dari belakang,” jelas Imran. “Setelah itu, pelaku langsung memicu ledakan,” tambahnya.

Merespons tragedi ini, Perdana Menteri Shehbaz Sharif langsung menyampaikan sikap tegasnya. Ia bersumpah akan mengejar dan menghadirkan semua pihak di balik ledakan keji ini ke meja hijau pengadilan.

Sementara itu, pemandangan di lokasi kejadian dan rumah sakit sungguh memilukan. Jurnalis AFP yang meliput di Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan menyaksikan banyak korban, termasuk anak-anak, masuk dengan kondisi tergopoh-gopoh. Para petugas medis dan warga bersama-sama membantu menurunkan korban berlumuran darah dari ambulans. Pada saat bersamaan, tangisan dan jeritan keluarga yang menunggu memenuhi ruang gawat darurat yang dijaga ketat.

Di lokasi masjid, tim jurnalis AFP melaporkan bahwa pasukan keamanan bersenjata telah mengamankan area. Darah masih terlihat di tanah, sementara pita kuning TKP mengelilingi lokasi. Sepatu, pakaian, dan pecahan kaca berserakan di sekitar tempat kejadian, meninggalkan suasana chaos yang mendalam.

Terakhir, Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar dengan tegas menyebut serangan ini sebagai kejahatan keji terhadap kemanusiaan. “Pakistan dengan tegas bersatu untuk melawan terorisme dalam segala bentuknya,” tegasnya dalam sebuah unggahan di platform X, menegaskan komitmen negara terhadap perdamaian.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *