Cinta-news.com – Pemandangan dari ketinggian benar-benar menyuguhkan panorama yang memukau. Bangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, tampak berdiri di hamparan lahan terbuka yang kontras dengan hijaunya perbukitan karst Stone Garden. Di belakang bangunan, tebing kapur menjulang tinggi bagaikan tembok alami, sementara deretan rumah warga terlihat hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi koperasi.
Namun, siapa sangka jika keindahan visual dari udara ini justru memicu kontroversi yang meledak di jagat maya? Sebuah unggahan video di media sosial tiba-tiba viral dan menggambarkan koperasi tersebut seolah-olah berdiri sendirian di tengah hutan belantara tanpa akses jalan yang memadai. Warganet pun langsung heboh, beragam komentar bernada skeptis hingga kritikan pedas membanjiri kolom komentar.
Lantas, benarkah bangunan ini terisolasi di tengah hutan? Pemerintah Desa Gunungmasigit angkat bicara!
Dengan tegas, pihak desa memastikan bahwa narasi yang beredar di media sosial sama sekali tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Mereka menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pembangunan bukanlah keputusan dadakan atau asal-asalan. Justru sebaliknya, prosesnya melalui serangkaian seleksi yang sangat matang dan melibatkan berbagai pertimbangan teknis yang cermat.
Menariknya, dari sekian banyak pilihan, lokasi di Stone Garden ini dinilai sebagai titik yang paling ideal dan memenuhi seluruh persyaratan untuk pembangunan koperasi desa. Penasaran bagaimana proses panjangnya? Simak penuturan lengkap Kepala Desa Gunungmasigit berikut ini!
Lokasi Strategis di Balik Kontroversi, Bukan di Puncak Gunung!
Kepala Desa Gunungmasigit, Tarkopa, dengan sabar meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Sambil menunjukkan area sekitar, ia menjelaskan bahwa bangunan KDMP tersebut sebenarnya berada di area parkir obyek wisata Stone Garden dan Indiana Camp yang sudah cukup terkenal. Bayangkan, lokasinya hanya sekitar 500 meter dari Jalan Raya Padalarang-Cianjur yang merupakan jalur utama, sehingga kendaraan roda empat pun masih dapat menjangkaunya dengan mudah.
“Posisinya di atas gunung? Sebenarnya tidak sama sekali,” ujar Tarkopa saat ditemui awak media pada Senin (6/7/2026). Dengan nada meyakinkan, ia melanjutkan, “Bangunan ini justru berada di bawah Gunung Masigit, tepatnya di lapang parkir Stone Garden. Pembangunan itu tidak mengganggu lapang parkir karena memang diatur sedemikian rupa agar posisinya tidak berada di tengah-tengah area parkir. Jadi, akses menuju lokasi wisata tetap lancar. Jarak ke permukiman warga juga tidak terlalu jauh, sekitar 100 meter saja.”
Proses Seleksi Ketat dari 5 Titik Alternatif, Ini Lokasi yang Gagal!
Tarkopa menegaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan koperasi ini sama sekali bukan dilakukan secara sembarangan. Pemerintah desa menjalankan prosedur yang transparan dan terukur. Bahkan, jauh-jauh hari sebelum pembangunan dimulai, pemerintah desa telah mengusulkan lima bidang tanah carik desa kepada PT Agrinas Pangan Nusantara selaku pelaksana program Koperasi Merah Putih.
Lima lokasi yang diusulkan tersebut cukup beragam dan tersebar di beberapa titik di wilayah desa. Di antaranya adalah kawasan Stone Garden itu sendiri, kemudian Liung Gunung, Cigintung, Cihalimun, dan yang terakhir Cicalada. Setelah semua lokasi diusulkan, tim dari PT Agrinas langsung bergerak cepat melakukan survei menyeluruh ke setiap titik untuk menilai berbagai aspek penting.
Mereka mengecek secara detail kelayakan lahan, kemudahan akses jalan, hingga potensi pengembangan ke depannya. Proses verifikasi ini dilakukan dengan standar yang cukup ketat untuk memastikan bahwa koperasi yang dibangun benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Saya tunjukkan beberapa titik carik desa yang tersedia. Di antaranya Stone Garden di RW 9 Girimulya, Liung Gunung, Cigintung, Cihalimun, dan Cicalada. Setelah tim PT Agrinas melakukan pengecekan dan penilaian langsung di lapangan, ternyata lokasi di Stone Garden-lah yang dianggap paling ideal dibandingkan yang lainnya,” terang Tarkopa dengan rinci.
Menurut penjelasan Tarkopa, pemerintah desa sebenarnya hanya bertugas memberikan rekomendasi lahan kepada pelaksana program. Adapun keputusan akhir mengenai lokasi pembangunan mana yang akan dipilih, sepenuhnya berada di tangan PT Agrinas. Mereka mengambil keputusan berdasarkan hasil penilaian objektif di lapangan dengan mempertimbangkan berbagai variabel seperti keamanan, aksesibilitas, dan potensi ekonomi.
“Jadi, pemerintah desa hanya sampai pada tahap rekomendasi. Saya tegaskan secara jujur, lokasi ini tidak berada di atas gunung. Ini di bawah, tepatnya di antara Gunung Masigit dan Stone Garden,” tegasnya sekali lagi.
Progres Hampir Rampung, Koperasi Siap Beroperasi!
Saat ini, bangunan Koperasi Merah Putih berukuran 20 x 30 meter itu telah memasuki tahap akhir pembangunan. Progres fisiknya bahkan sudah mencapai sekitar 90 persen. Beberapa pekerjaan yang tersisa hanya berupa pemasangan rolling door serta penataan furnitur untuk menunjang operasional koperasi nantinya. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menunggu lama lagi untuk bisa merasakan manfaat dari kehadiran koperasi ini.
Lebih dari Sekadar Koperasi, Ini Pusat Perekonomian Baru!
Keberadaan koperasi ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga mampu mendukung aktivitas wisata di Stone Garden yang semakin ramai pengunjung. Pemerintah desa telah menyusun rencana strategis agar koperasi bisa menjadi penggerak ekonomi ganda.
Nantinya, koperasi akan memasok kebutuhan pokok bagi warung-warung yang berjualan di kawasan wisata Stone Garden. Selain itu, koperasi juga akan menampung hasil pertanian warga sekitar seperti sayuran, buah-buahan, dan komoditas lainnya. Bahkan lebih ambisius lagi, koperasi ini juga ditargetkan mampu mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan di Desa Gunungmasigit.
“Harapan saya ke depan, koperasi desa ini bisa berkolaborasi dengan Pokdarwis Stone Garden. Warung-warung di kawasan wisata bisa disuplai kebutuhan sehari-harinya oleh koperasi desa sehingga perekonomian lokal semakin berputar,” ucap Tarkopa dengan penuh optimisme.
“Kemudian, koperasi juga berpotensi besar untuk mengangkat ketahanan pangan masyarakat. Ke depannya, kami juga berencana menyuplai kebutuhan MBG di Desa Gunungmasigit melalui koperasi ini,” tandasnya di akhir perbincangan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
