Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Klaim Stok BBM 20 Hari Sebabkan Warga Panik ke SPBU, Pemkab Minta Warga Bijak Membeli

Cinta-news.com Aksi borong Bahan Bakar Minyak (BBM) tengah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Warga rela berdesakan dan mengantre panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pertashop, hingga kios-kios pengecer. Mereka terlihat panik, membawa jeriken dan botol-botol cadangan untuk mengisi BBM sebanyak-banyaknya.

Lantas, apa yang memicu aksi gila-gilaan ini? Ternyata, semuanya bermula dari sebuah narasi panas yang beredar liar di media sosial. Narasi tersebut menyebut bahwa stok energi nasional diprediksi hanya akan bertahan selama 20 hari ke depan. Informasi ini langsung menjadi buah bibir dan menyebar dengan cepat, layaknya virus, di grup-grup WhatsApp dan platform media sosial lainnya. Akibatnya, kekhawatiran massal pun tidak terhindarkan, dan warga pun berbondong-bondong ke SPBU untuk mengamankan stok BBM mereka.

Manajer SPBU Buka Suara: Stok Aman, Jangan Panik!

Meski hiruk-pikuk terlihat di lapangan, kabar baik datang langsung dari para pengelola SPBU. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, ketersediaan BBM untuk wilayah Bener Meriah dipastikan masih aman dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Memang, beberapa jenis BBM sempat mengalami keterbatasan stok, namun hal itu hanya bersifat sementara.

Apri, pengelola SPBU Simpang Teritit yang berada di Kecamatan Bukit, menjelaskan situasi di lokasinya pada Kamis (5/2/2026). “Untuk stok BBM jenis Pertalite, kami masih memiliki sekitar 8 ton. Namun, untuk jenis solar, di SPBU kami saat ini memang sedang kosong dan sedang dalam proses pengiriman dari depo,” ungkap Apri dengan nada tenang. Pihaknya pun meminta masyarakat untuk bersabar karena pasokan sedang dalam perjalanan.

Senada dengan Apri, pengelola SPBU Blok C di Kecamatan Timang Gajah, Mirja, juga memberikan pernyataan serupa. Meskipun SPBU miliknya tidak menjual biosolar, ia memastikan stok Pertalite masih melimpah. “Kami masih punya stok Pertalite sekitar 16 ton. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak usah buru-buru beli dalam jumlah banyak,” tegas Mirja.

Sementara itu, kondisi berbeda justru terpantau di SPBU Pondok Baru yang terletak di Kecamatan Bandar. Juhri Sadliyan, selaku pengelola, mengonfirmasi bahwa stok BBM di tempatnya justru terisi penuh dan siap melayani masyarakat. “Hari ini, kami memiliki stok 8 ton biosolar dan 8 ton pertalite. Semuanya tersedia dan siap disalurkan,” terang Juhri dengan optimistis. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi BBM sebenarnya berjalan normal.

Tak ketinggalan, pengelola SPBU PT Mawaddah Pante Raya di Kecamatan Wih Pesam juga angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa SPBU-nya memiliki stok Pertalite hingga 16 ton. Yang lebih menggembirakan, untuk biosolar, pasokan masuk setiap hari dengan jumlah minimal 8 ton atau setara dengan 8.000 liter. Dengan pasokan rutin ini, diharapkan antrean panjang dapat segera terurai.

Pemerintah Turun Tangan: “Stop Borong, Cukup untuk Semua!”

Melihat situasi yang mulai menghangat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah pun langsung bereaksi cepat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Bener Meriah, Rahmayanti, mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat. Pihaknya mengajak seluruh elemen warga untuk tidak panik dan tetap tenang dalam menyikapi isu yang belum tentu kebenarannya ini.

“Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa SPBU, mereka menyatakan stok masih aman,” kata Rahmayanti dengan tegas. Ia menegaskan bahwa ketersediaan BBM di Bener Meriah sebenarnya dalam kondisi terkendali. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan para pengelola SPBU untuk memastikan tidak ada kendala dalam penyaluran.

Lebih lanjut, Rahmayanti mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Menurutnya, aksi borong ini justru akan menciptakan kelangkaan buatan dan merugikan masyarakat itu sendiri. “Kami meminta masyarakat bijak dalam membeli. Belilah sesuai kebutuhan, bukan karena ketakutan. Dengan begitu, distribusi BBM bisa tetap merata dan kebutuhan seluruh warga dapat terpenuhi,” pungkasnya. Pemerintah berjanji akan terus memantau situasi dan memastikan pasokan energi di wilayahnya tetap aman dan stabil.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version