JAMBI, Cinta-news.com – Pemerintah Kota Jambi kini benar-benar tancap gas! Mereka mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di TPA Talang Gulo setelah proyek strategis ini resmi masuk daftar prioritas nasional. Langkah nyata percepatan itu langsung dibuktikan dengan rapat koordinasi plus inspeksi mendadak ke lokasi pada Kamis (9/4/2026) lalu.
Baca Juga: Perang AS vs Iran Pengaruhi Distribusi Kedelai, Perajin Tahu Pati Merasakan Tekanan
Bukan tanpa alasan, aksi cepat ini merupakan buntut langsung dari instruksi tegas Presiden Prabowo yang mendorong setiap daerah agar mengubah sampah menjadi sumber energi listrik. Maka, Kota Jambi pun tak mau ketinggalan kereta emas ini!
Wali Kota Jambi Klaim Lahan Siap Tempur!
Selanjutnya, Wali Kota Jambi, Maulana, dengan percaya diri menyatakan bahwa fondasi utama pembangunan PSEL sudah aman terkendali, terutama dari sisi ketersediaan lahan.
“Alhamdulillah, kami dari Pemkot Jambi sudah memenuhi berbagai persiapan. Lahan pun sudah siap dan lebih dari cukup! PSEL hanya butuh sekitar 5 hektare, sementara kami punya 21 hektare di kawasan TPA Talang Gulo,” ujarnya dengan semangat saat ditemui langsung di lokasi TPA Talang Gulo, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: 15 Rumah di RW 10 Lenteng Agung Dibongkar TNI, Warga Tak Terima Klaim Aset Militer
Tidak hanya soal tanah, dukungan penuh dari DPRD Kota Jambi juga sedang dalam proses pematangan. Bahkan, kesepakatan resmi segera dituangkan sebagai landasan hukum yang kokoh demi kelancaran proyek mega ini.
Tantangan Besar: Masih Kekurangan 550 Ton Sampah per Hari!
Namun, di balik kesiapan lahan dan dukungan politik, ada satu pekerjaan rumah raksasa yang masih menghadang. Proyek canggih ini ternyata membutuhkan pasokan bahan baku sampah mencapai 1.000 ton setiap harinya agar bisa beroperasi secara optimal.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Strategi Utama Hadapi Lonjakan Harga Plastik 60 Persen
Sementara itu, produksi sampah Kota Jambi saat ini baru sekitar 450 ton per hari. Wow, artinya masih ada defisit hingga 550 ton! Jika tidak segera diatasi, listrik dari sampah hanya akan jadi mimpi di siang bolong.
Kolaborasi Lintas Daerah Jadi Jurus Andalan
Guna menutup jebakan defisit bahan baku tersebut, Pemerintah Kota Jambi dengan cermat menyiapkan strategi kolaborasi antar-daerah. Langkah pertama yang paling konkret? Mereka akan segera meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Kabupaten Muaro Jambi. Prosesi sakral ini bahkan sudah dijadwalkan berlangsung pada Sabtu mendatang. Bayangkan, kecepatan koordinasi yang luar biasa!
Baca Juga: Kejagung RI Proses Laporan Pidana terhadap Presiden Myanmar, Simak Respons Resminya
“Jika nanti masih kurang, kami juga akan memperluas kerja sama dengan daerah tetangga lainnya seperti Batanghari dan Tanjung Jabung Timur,” tambah Maulana dengan penuh optimisme.
Presiden Kasih Lampu Hijau, Kota Jambi Masuk 10 Besar!
Menurut Maulana, posisi Kota Jambi sebagai satu dari 33 daerah prioritas nasional dalam pengembangan PSEL adalah peluang yang tidak bisa disia-siakan. Apalagi, Kota Jambi termasuk dalam 10 daerah pertama yang akan segera diluncurkan secara resmi oleh Presiden. Wah, ini benar-benar momen emas!
Baca Juga: Andrie Yunus Nyatakan Mosi Tidak Percaya pada Peradilan Militer
“Ini peluang besar bagi Kota Jambi. Semoga seluruh proses berjalan mulus, sehingga dalam waktu dua tahun ke depan, tahap pembangunan bisa rampung. Setelah itu, operasional PSEL bisa segera dimulai,” harapnya dengan penuh keyakinan.
Dua Tahun Lagi Listrik dari Sampah Menyala!
Jika semua berjalan sesuai rencana, proyek ambisius ini tidak hanya akan menjadi solusi jangka panjang atas masalah sampah yang selama ini memusingkan warga Kota Jambi. Lebih dari itu, PSEL diyakini akan memberikan nilai tambah luar biasa melalui produksi energi listrik yang ramah lingkungan. Sampah yang tadinya hanya menumpuk dan bau, kini disulap menjadi berkah penerangan bagi ribuan rumah.
Kesimpulannya, Kota Jambi sedang bergerak cepat. Target 1.000 ton sampah per hari bukanlah hal mustahil jika kolaborasi lintas daerah benar-benar dijalankan serius. PSEL ini bukan sekadar proyek, melainkan lompatan besar menuju kemandirian energi sekaligus solusi ekologis yang ditunggu-tunggu. Kita tunggu aksi nyata berikutnya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











