Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Kecelakaan Maut di Banyumas, Truk Muat Alat Berat Rem Blong dan Hantam Tebing

BANYUMAS, Cinta-news.com – Suara benturan keras mengagetkan warga Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Selasa (17/2/2026) pagi. Sebuah truk towing bernomor polisi K 1479 KO tiba-tiba hilang kendali dan menghantam tebing dengan dahsyat. Akibatnya, dua orang meregang nyawa sementara tiga lainnya harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka-luka.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zul Utami, menjelaskan kronologi nahas tersebut saat awak media menghubunginya, Selasa siang. Truk towing yang mengangkut alat berat ini melaju dari arah utara atau Purwokerto menuju selatan, yakni Kemranjen. Kendaraan besar itu meluncur dengan kecepatan sedang, namun situasi berubah drastis begitu memasuki turunan tajam yang warga kenal sebagai turunan Muria.

Saat melintas di titik rawan kecelakaan itu, sopir truk, RR (36), warga Sukra, Indramayu, tiba-tiba panik. Ia menyadari kendaraannya tidak bisa melambat. Pedal rem sudah ia injak sekuat tenaga, tetapi truk terus melaju kencang tanpa bisa ia hentikan. “Kami menduga kuat sistem pengereman mengalami kegagalan fungsi atau rem blong,” ungkap Metri.

Situasi semakin mencekam ketika truk oleng ke kiri dan akhirnya membentur tebing dengan suara menggelegar. Benturan keras itu membuat bodi truk ringsek dan langsung terguling di lokasi kejadian. Warga sekitar yang mendengar suara benturan langsung berhamburan keluar rumah untuk memberikan pertolongan. Mereka menemukan pemandangan mengenaskan: beberapa orang terkapar dengan luka parah, sementara dua orang lainnya sudah tidak bergerak.

Korban tewas dalam insiden ini adalah SH (26), warga Cilamaya, Karawang, yang meninggal seketika di tempat kejadian. Satu korban lainnya, WN (36), warga Rawagempol, Karawang, sempat mereka larikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, namun nyawanya tidak tertolong saat tim medis melakukan perawatan intensif di RS Medika Lestari Kemranjen. “Keduanya sedang berada di dalam alat berat yang truk angkut saat kecelakaan terjadi,” tambah Metri dengan nada prihatin.

Sementara itu, tiga korban luka-luka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama. Selain sang sopir, dua penumpang lain ikut menjadi korban dalam tragedi pagi itu. Mereka adalah SR (30), penumpang truk asal Bojong Tengah, Subang, serta HR (34), penumpang towing asal Blanakan, Subang. Tim medis masih memantau kondisi ketiganya yang berangsur membaik.

Polisi yang tiba di lokasi kejadian segera memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Satlantas Polresta Banyumas langsung bekerja cepat mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi di lokasi. Kerugian material akibat peristiwa ini mencapai Rp20 juta, belum termasuk kerusakan pada alat berat yang mereka angkut.

Metri menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami penyebab pasti rem blong tersebut. Faktor teknis kendaraan, kelelahan pengemudi, atau kombinasi berbagai faktor masih mereka selidiki lebih lanjut. “Kami amankan kendaraan untuk pemeriksaan lebih detail di kantor,” ujarnya.

Menariknya, kecelakaan di turunan Muria ini bukan kali pertama terjadi. Warga setempat mengaku sudah beberapa kali menyaksikan insiden serupa di lokasi yang sama. Baru-baru ini, dua truk sempat terlibat kecelakaan di turunan itu, namun beruntung tidak menimbulkan korban jiwa. Kali ini, takdir berkata lain dan nyawa manusia menjadi taruhannya.

Para pengguna jalan yang melintas di jalur alternatif Purwokerto-Kemranjen perlu lebih waspada, terutama saat melewati turunan tajam. Jalur ini memang terkenal dengan kontur menurun yang panjang dan curam, sehingga kendaraan berat dengan sistem pengereman tidak prima sangat berisiko. Pengecekan kendaraan sebelum perjalanan mutlak mereka perlukan untuk menghindari tragedi serupa.

Di sisi lain, keluarga korban yang datang ke rumah sakit tampak tak kuasa menahan tangis. Mereka langsung berangkat dari Karawang setelah menerima kabar duka. Kabar kecelakaan ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan. Warganet sempat ramai memperbincangkan tagar #TragediBanyumas.

Hingga berita ini kami turunkan, petugas masih melakukan evakuasi akhir dan membersihkan sisa-sisa kecelakaan dari badan jalan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat namun kini berangsur normal kembali. Satlantas Polresta Banyumas juga berencana memasang rambu peringatan tambahan di titik rawan tersebut sebagai langkah antisipasi.

Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan berkendara bukan sekadar soal mematuhi rambu, tetapi juga soal kesiapan teknis kendaraan dan kewaspadaan pengemudi. Di turunan Muria yang sunyi itu, nyawa melayang dalam sekejap karena rem yang tak lagi bisa mereka andalkan. Sebuah pelajaran berharga yang sayangnya harus mereka bayar dengan harga mahal.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *