TANGERANG, Cinta-news.com — Suasana mencekam mendadak menyelimuti kawasan pergudangan Jalan Industri Raya VIII, Pasir Jaya, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten pada Selasa (20/10/2026). Pasalnya, amukan si jago merah yang sangat dahsyat melalap sedikitnya sembilan gudang sekaligus dan membuat kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat bahwa laporan darurat kebakaran ini masuk sejak pukul 13.55 WIB. Panggilan mendesak tersebut lantas memicu pengerahan armada pemadam dalam skala besar ke lokasi.
Mengenai kejadian ini, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia Rahman, mengonfirmasi dampak kerusakan di tempat kejadian pada Selasa sore. Beliau menegaskan bahwa timnya telah menginventarisasi total sembilan gudang yang terdampak langsung.
Lebih lanjut, Andia menguraikan bahwa sembilan bangunan yang terbakar tersebut mencakup tujuh unit gudang di area utama. Di sisi lain, dua unit gudang lainnya berdiri di area terpisah yang lokasinya berdekatan.
Sementara itu, tim di lapangan mendapatkan informasi awal dari ketua RT setempat serta pemilik usaha. Hasil penelusuran menunjukkan dugaan kuat bahwa api pertama kali muncul dari gudang es krim.
Lalu, Andia membeberkan kronologi perambatan api berdasarkan keterangan para saksi. Beliau menjelaskan bahwa percikan dari gudang es krim itu mendadak merambat cepat ke pergudangan lain, seperti gudang paket hingga gudang sepatu.
Malahan, perambatan api berlangsung sangat cepat dan sulit terbendung. Sebab, tiupan angin kencang di lokasi kejadian terus memicu kobaran api sehingga dengan mudah menjangkau bangunan-bangunan lain di sekitarnya.
Selain faktor cuaca yang berangin, material yang tersimpan di dalam gudang turut mempercepat amukan si jago merah.
Sebab, area pergudangan ini tidak hanya menyimpan stok es krim, melainkan juga menampung barang logistik, paket pengiriman, hingga produk alas kaki yang sangat mudah terbakar.
Oleh sebab itu, Andia merinci bahwa struktur bangunan sebenarnya bukan pemicu meluasnya kebakaran. Namun, percikan dari korsleting listrik langsung menyambar isi gudang yang penuh dengan bahan yang sangat mudah terbakar.
Dari 7 Menjadi 9 Gudang Terbakar
Akibatnya, perambatan api yang begitu cepat membuat jumlah bangunan yang terdampak terus bertambah dalam hitungan jam saja.
Pada awalnya, si jago merah melalap tujuh gudang yang berderet di area utama. Akan tetapi, tak berselang lama, api merambat ke dua gudang lain di area terdekat.
Maka dari itu, Andia memaparkan dinamika perambatan tersebut secara mendetail. Beliau menegaskan bahwa api mulanya membakar tujuh gudang, lalu merambat ke dua gudang tambahan hingga total sembilan gudang terbakar.
Bahkan, pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan mengerikan dari Selasa sore hingga malam. Kepulan asap hitam pekat terus membumbung tinggi dan menyelimuti langit kawasan industri Pasir Jaya, Jatiuwung.
Terlebih lagi, di balik kepekatan asap tebal itu, terdengar beberapa kali suara ledakan keras. Suara gemuruh dahsyat pun menyusul akibat runtuhnya struktur dan atap bangunan gudang.
Warga lari selamatkan barang
Di samping itu, kobaran api yang kian membesar turut mengancam keselamatan warga yang tinggal di sekitar Jalan Industri Raya VIII.
Pasalnya, permukiman padat penduduk tersebut berbatasan langsung dengan tembok belakang pergudangan. Padahal, tembok pembatas antararea itu tergolong tidak terlalu tinggi.
Sontak, saat menyadari api membesar dan mengarah ke permukiman, warga berbondong-bondong mengosongkan rumah. Mereka bergegas menyelamatkan barang-barang berharga ke area terbuka serta halaman depan rumah.
Akhirnya, pemandangan evakuasi darurat terlihat di sepanjang jalan permukiman. Warga menumpuk berbagai perabotan besar, seperti kasur, kulkas, hingga televisi di pinggir jalan.
Bahkan, salah seorang warga terdampak bernama Nurul menceritakan keputusannya mengosongkan rumah demi menghindari ancaman kobaran api.
“Iya, ini kita keluarin semua barang-barang karena apinya besar banget,” tutur Nurul saat ditemui pada Selasa sore.
Selanjutnya, Nurul menambahkan bahwa situasi di lapangan sempat memberi harapan karena api terlihat mereda. Namun, tak berselang lama, angin kencang kembali membuat api membesar.
“Tadi udah sempat mereda, tapi kok tiba-tiba besar lagi. Jadi kita benar-benar waswas,” kata Nurul.
Warga dan Damkar Bahu-membahu
Mempertimbangkan potensi bahaya yang mengancam rumah warga, petugas pemadam kebakaran langsung membagi fokus penyiraman dari arah permukiman demi membendung perambatan api.
Kendati demikian, upaya pemadaman menghadapi kendala di lapangan. Akses jalan gang permukiman tergolong sangat sempit sehingga mobil pemadam tidak dapat mendekati tembok pembatas.
Oleh karena itu, warga setempat berinisiatif membantu petugas pemadam kebakaran.
Malahan, mereka bergotong-royong memanggul dan menarik selang pemadam melewati gang-gang sempit agar proses penyiraman dapat terlaksana.
Petugas Tumbang Kena Asap Pekat
Demi menaklukkan bencana ini, BPBD Kota Tangerang mengerahkan puluhan personel dan belasan unit armada pemadam ke lokasi kejadian.
“Personel yang kami terjunkan ada 60 personel dengan 16 unit armada pemadam. Pemadaman ini juga dibantu oleh Damkar Kabupaten Tangerang serta unsur TNI,” jelas Andia.
Namun, proses pemadaman yang berlangsung berjam-jam di tengah asap pekat menimbulkan risiko kesehatan bagi petugas di lapangan.
Akibatnya, dua personel pemadam kebakaran mengalami gangguan pernapasan saat bertugas. Satu personel mendapat penanganan di lokasi kejadian dengan bantuan tabung oksigen dari tim medis.
Sementara itu, petugas harus membawa satu personel lainnya ke IGD RSUD untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Satu personel sudah penanganan di IGD RSUD dan sudah pulang,” terang Andia.
Belum padam
Nahasnya, hingga Rabu (21/10/2026) pagi, kebakaran belum juga padam. Tim gabungan telah bekerja memadamkan api hampir 17 jam sejak Selasa siang.
Selanjutnya, Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, membenarkan bahwa petugas masih berupaya melokalisasi dan memadamkan api di area pergudangan hingga pukul 06.00 WIB.
“Masih proses pemadaman,” ujar Mahdiar melalui pesan singkat pada Rabu pagi.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
