Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Kata-kata Terakhir yang Mengguncang, Isi Surat Wasiat WN Rusia yang Tewas Gantung Diri di Bali

Cinta-news.com – Sebuah tragedi memilukan mengguncang Bali pada awal tahun 2026. Seorang perempuan warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial VG (50) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Ia diduga mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara menggantung diri di garasi rumahnya yang terletak di Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026, dan meninggalkan duka serta sejumlah pertanyaan mendalam. Korban juga meninggalkan sepucuk surat wasiat yang berisi curahan hati pilu serta sejumlah permintaan terakhir yang sangat detail kepada karyawannya.

Pihak kepolisian setempat segera mengonfirmasi kejadian ini. “Posisi dan kondisi korban kami temukan dalam keadaan tergantung di garasi rumah dan terlihat badan korban sudah dalam keadaan lebam mayat,” jelas Pejabat Sementara (PS) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (2/1/2026). Kemudian, Inastuti mengungkapkan sebuah temuan kunci yang menjelaskan alasan di balik tindakan nekat korban. Petugas kepolisian berhasil menemukan sebuah surat wasiat korban yang ditulis dalam bahasa Inggris. Korban dengan sengaja meletakkan surat tersebut di atas meja ruang tamu rumahnya, seolah menunggu untuk dibaca.

Isi surat wasiat itu benar-benar mencengangkan dan penuh emosi. Korban secara terbuka menyebut nama Presiden Rusia Vladimir Putin dan dampak perang di negara asalnya. Ia mengungkapkan bahwa konflik tersebut secara langsung meruntuhkan kehidupannya. “Saya tidak punya uang lagi untuk bertahan hidup,” tulisnya dengan lugas. Ia juga menjelaskan, “Dulu saya berhenti bekerja karena hati nurani saya tidak mengizinkan saya membayar pajak kepada Rusia fasis untuk perang ini.” Kalimat yang paling menusuk kemudian menyusul: “Putin telah mengambil segalanya dari saya. Tidak ada hal baik di depan, jadi tidak ada alasan dan kekuatan untuk melanjutkan.” Ungkapan tersebut dengan jelas menggambarkan keputusasaan total yang ia rasakan.

Namun, di tengah kepedihan yang mendalam, surat itu juga menunjukkan sisi lain dari korban: seorang pecinta hewan dan manusia yang sangat perhatian. Korban dengan teliti menuliskan beberapa permintaan terakhirnya. Pertama, ia memohon agar karyawannya merawat kucing kesayangannya bernama Kisa. Ia memberikan instruksi yang sangat rinci, mulai dari jadwal pemberian makan tiga kali sehari, jenis makanannya (basah dan kering), hingga pentingnya mengelus sang kucing. Permintaan ini menunjukkan ikatan emosional yang kuat dengan hewan peliharaannya.

Selanjutnya, korban menunjukkan kepeduliannya yang luar biasa terhadap sesama. Ia secara resmi memberikan izin untuk mendonorkan organ tubuhnya, jika hal itu legal di Indonesia. Selain itu, ia juga meminta pakaian-pakaian layak pakai di dalam kopernya untuk disumbangkan, mungkin ke panti asuhan. Tak lupa, ia memberikan kebebasan kepada karyawannya untuk menggunakan semua barang-barangnya yang lain, seperti perabot dan peralatan rumah tangga, sesuai kebijaksanaan mereka.

Untuk proses pemakamannya, korban memiliki keinginan yang jelas dan sederhana. Ia meminta agar orang lain mengkremasi jasadnya di Bali, terutama jika ada organnya yang mereka donasikan. “Saya ingin abu saya ditebarkan di laut,” tulisnya. Korban bahkan telah menyiapkan dana sebesar Rp 60 juta untuk biaya kremasi tersebut dan meyakini jumlah itu cukup. Ia meminta tidak ada upacara, melainkan proses yang cepat dan tenang. Terakhir, ia berpesan agar saudaranya yang berinisial T.G. menerima kabar tentang kepergiannya.

Lantas, bagaimana jenazah korban bisa ditemukan? Inastuti menjelaskan bahwa karyawan korban pertama kali menemukan jenazahnya sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, sang saksi sedang hendak memberi makan kucing di depan rumah korban. Ia pun memperhatikan bahwa lampu garasi masih menyala. Karena penasaran, saksi kemudian masuk ke dalam garasi dengan niat mematikan lampu. Alangkah terkejutnya ia ketika justru mendapati majikannya dalam keadaan tergantung. Dilanda kepanikan, saksi langsung berlari keluar rumah sambil berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Ia pun segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

Setelah menerima laporan, petugas kepolisian langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Mereka segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap latar belakang peristiwa ini. Dari hasil pemeriksaan, terungkap fakta yang memperkuat isi surat wasiat. “Saksi mengatakan bahwa korban pernah mengalami depresi pasca konflik Rusia dan Ukraina,” papar Inastuti. Bahkan, keluarganya sempat membawa korban ke RS Garba Med dan dokter mengatakan bahwa korban mengalami depresi. Saksi lain menambahkan bahwa korban hampir tidak pernah keluar rumah, mengisyaratkan kehidupan yang terisolasi dan penuh kesedihan.

Saat ini, pihak berwajib telah menitipkan jenazah korban di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, untuk penanganan lebih lanjut dan proses hukum. Kisah VG ini bukan sekadar berita kematian biasa. Ini adalah cerita pilu tentang seorang perempuan yang hancur karena konflik geopolitik ribuan kilometer jauhnya. Surat wasiatnya adalah bukti nyata bagaimana perang bisa merenggut lebih dari sekadar nyawa di medan tempur; ia juga merenggut harapan, masa depan, dan kemanusiaan orang-orang yang tidak bersenjata. Pesan untuk Putin, permintaan untuk merawat kucing, dan keinginan untuk mendonasikan organnya adalah potret kontras antara kepedihan mendalam dan kebaikan hati yang masih tersisa. Tragedi di Bali ini meninggalkan kita dengan pertanyaan mendesak: sampai kapan dampak perang akan terus merobek-robek kehidupan orang-orang tak berdosa di seluruh penjuru dunia?

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Respon (17)

  1. **alpha boost**

    alpha boost for men, feeling strong, energized, and confident is closely tied to overall quality of life. However, with age, stress, and daily demands

  2. **hepato burn**

    hepatoburn is a high-quality, plant-forward dietary blend created to nourish liver function, encourage a healthy metabolic rhythm, and support the bodys natural fat-processing pathways.

  3. **vitrafoxin**

    vitrafoxin is a premium brain enhancement formula crafted with natural ingredients to promote clear thinking, memory retention, and long-lasting mental energy.

  4. **femipro**

    femipro is a dietary supplement developed as a natural remedy for women facing bladder control issues and seeking to improve their urinary health.

  5. **sugarmute**

    sugarmute is a science-guided nutritional supplement created to help maintain balanced blood sugar while supporting steady energy and mental clarity

  6. **prime biome**

    The natural cycle of skin cell renewal plays a vital role in maintaining a healthy and youthful appearance by shedding old cells and generating new ones.

  7. **tonic greens**

    tonic greens is a cutting-edge health blend made with a rich fusion of natural botanicals and superfoods, formulated to boost immune resilience and promote daily vitality.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *