TULUNGAGUNG, Cinta-news.com – Tim penyelamat berhasil membawa pulang 27 nyawa awak KM Bintang Sukses Mandiri 8 dari Pekalongan. Kapal nelayan ini terdampar di muara Sungai Niyama, Desa Besuki, setelah ombak besar menerpanya pada Jumat dini hari (29/08/2025). Proses evakuasi berjalan alot dan memakan waktu hingga tiga jam.
Menurut keterangan nakhoda, kapal mereka sedang melakukan perbaikan mesin di Teluk Popoh sejak Kamis (28/08/2025). Tiba-tiba, gelombang badai menghantam sekitar pukul 04.00 WIB. Arus laut yang deras lalu menyeret kapal sejauh tiga kilometer sebelum akhirnya kandas.
Baca Juga: 197 Pelajar Bogor Dicegat Polisi Saat Mau Demo ke Jakarta
“Kami tidak menyangka akan mengalami ombak sebesar itu. Mesin mati total sehingga kami tidak bisa berkutik,” ujar Kapten Waludin dengan wajah masih bergetar. “Pengalaman ini hampir merenggut nyawa kami semua.”
Mendapat laporan darurat, tim rescue dari Basarnas Trenggalek, TNI AL, Polairud, BPBD, damkar, dan nelayan setempat segera bergerak. Mereka membentuk sistem tali-menali dari darat ke kapal yang terombang-ambing ombak.
Baca Juga: Buruh Serukan Kenaikan Gaji 10%, Ini Jawaban Pengusaha & Pemerintah
Koordinator lapangan Basarnas, Bayu Prasetyo, mengaku proses evakuasi sangat menantang. “Gelombang setinggi dua meter terus menghantam kapal yang rusak. Kami harus ekstra hati-hati menurunkan setiap kru menggunakan harness pengaman,” tegasnya.
Setelah tiba di darat, seluruh korban langsung mendapat perawatan medis. Dua orang mengalami kelelahan ekstrem dan satu orang terluka di kepala akibat terjatuh. Sementara kapal mengalami kerusakan parah pada lambung dan kebocoran di ruang mesin.
Hingga saat ini, tim masih menilai kerusakan untuk menentukan langkah terbaik. Mereka mempertimbangkan perbaikan darurat atau menggunakan derek khusus untuk menarik kapal.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
