WASHINGTON DC, Cinta-news.com – Dunia kembali menahan napas! Di tengah hangatnya perundingan nuklir antara Teheran dan Washington, sebuah kekuatan militer raksasa diam-diam sudah mengelilingi Iran. Bukan main-main, armada laut paling canggih di planet ini kini hanya berjarak 700 kilometer dari perbatasan Iran! Ya, citra satelit terbaru akhirnya memverifikasi posisi mengerikan kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah. Monster baja berbasis nuklir itu ternyata sudah lama berkeliaran di Laut Arab, dan publik baru menyadarinya sekarang!
Perundingan Damai atau Ancaman Terselubung?
Informasi panas ini mencuat tepat ketika pejabat AS dan Iran duduk bersama di Swiss pada Selasa (17/2/2026). Mereka menggelar putaran kedua pembicaraan yang membahas program nuklir Teheran serta potensi pencabutan sanksi ekonomi. Ironisnya, di saat para diplomat berbicara di meja perundingan, Pentagon justru mengirim pesan berbeda melalui kekuatan militernya.
Delegasi Iran dengan tegas menyatakan bahwa pertemuan tersebut hanya akan berfokus pada isu nuklir dan peluang pencabutan sanksi. Mereka menolak keras jika agenda lain ikut diselipkan. Sementara AS sebelumnya sudah mengindikasikan keinginan untuk memperluas pembahasan di luar program nuklir. Perbedaan sikap ini menciptakan ketegangan tersendiri di ruang perundingan.
Posisi Persis Monster Laut itu Terungkap!
Melansir BBC, USS Abraham Lincoln terpantau jelas di perairan Laut Arab. Kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz itu hanya berjarak sekitar 150 mil atau 240 kilometer dari lepas pantai Oman. Jika ditarik garis lurus, posisi kapal ini diperkirakan sekitar 700 kilometer dari wilayah Iran. Jarak yang sangat dekat untuk ukuran militer!
Kapal ini tidak datang sendiri. Ia justru muncul sebagai pemimpin gugus serang kapal induk atau carrier strike group. USS Abraham Lincoln beroperasi bersama tiga kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke yang setia mengawalnya. Ketiganya siap meluncurkan rudal jelajah kapan saja jika ada perintah.
Bayangkan kekuatan yang dibawa! Kapal induk tersebut mengangkut sekitar 90 pesawat tempur, termasuk jet tempur siluman F-35 yang sulit dideteksi radar. Selain itu, kapal ini juga menampung 5.680 awak kapal yang siap bergerak 24 jam sehari. Sebuah kota terapung dengan kekuatan pemusnah massal!
Penampakan yang Sempat Hilang
Menariknya, keberadaan kapal induk ini sempat sulit terdeteksi sejak Januari lalu. Ketika pertama kali dilaporkan memasuki wilayah tersebut, ia melintasi laut lepas dengan cakupan satelit terbatas. Banyak pengamat militer bertanya-tanya, “Sebenarnya di mana monster ini bersembunyi?”
Hingga akhirnya, citra satelit Sentinel-2 milik Eropa yang tersedia untuk umum menunjukkan posisi Abraham Lincoln di Laut Arab. Teknologi satelit sipil berhasil menangkap apa yang mungkin ingin disembunyikan militer AS. Foto-foto itu langsung viral di kalangan analis militer!
Armada Besar Mengelilingi Timur Tengah
Yang lebih mencengangkan, ternyata USS Abraham Lincoln hanyalah satu dari sedikitnya 12 kapal AS yang kini mengelilingi Timur Tengah! Citra satelit menangkap komposisi pasukan laut yang sangat besar di kawasan tersebut.
Selain satu kapal induk kelas Nimitz dengan tiga kapal perusaknya, dua kapal perusak lain yang memiliki kemampuan serangan rudal jarak jauh juga teridentifikasi berpatroli di kawasan tersebut. Mereka semua siap meluncurkan rudal dari jarak yang tidak terdeteksi musuh.
Angkatan Laut AS mengerahkan tiga kapal tempur pesisir atau littoral combat ship dan menempatkannya di pangkalan angkatan laut Bahrain di Teluk. Kapal-kapal cepat ini memang sengaja mereka rancang untuk beroperasi di perairan dangkal, sehingga sangat cocok untuk tugas mengintai di sekitar pantai Iran.
Dua kapal perusak lainnya terpantau berada di Mediterania timur dekat pangkalan AS Souda Bay. Posisi mereka strategis, mengawasi segala pergerakan dari arah barat.
Satu kapal perusak tambahan terdeteksi di Laut Merah. Ia menjaga jalur laut penting yang menghubungkan Eropa dan Asia melalui Terusan Suez.
Angkatan Udara Juga Bergerak!
Bukan hanya laut, BBC juga memantau pergerakan pesawat militer AS di wilayah tersebut. Langit Timur Tengah mulai padat dengan pesawat tempur AS!
Jumlah jet tempur F-15 dan EA-18 di pangkalan militer Muwaffaq Salti, Yordania, dilaporkan meningkat drastis. Pesawat-pesawat ini mampu melakukan serangan darat dan peperangan elektronik.
Pergerakan pesawat kargo raksasa juga terlihat menuju Timur Tengah dari wilayah AS dan Eropa. Mereka mengangkut peralatan, amunisi, dan logistik lainnya. Pesawat pengisian bahan bakar juga terus berlalu-lalang, memastikan jet tempur bisa terbang lebih lama tanpa mendarat.
Pesawat komunikasi dan pengintai milik AS juga aktif bergerak. Mereka memantau setiap sinyal dan pergerakan di kawasan. Sebuah jaringan intelijen lengkap sedang dipasang mengelilingi Iran.
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Para pengamat militer bertanya-tanya, apakah ini hanya latihan biasa? Atau justru persiapan untuk skenario terburuk? Waktunya sangat mencurigakan karena bertepatan dengan perundingan nuklir.
Biasanya, AS mengirimkan kekuatan militer besar untuk memberikan tekanan diplomatik. Dengan 12 kapal perang dan puluhan jet tempur di sekitar Iran, pesannya sangat jelas: “Kami serius, dan kami siap dengan opsi militer jika perundingan gagal.”
Namun langkah ini juga berisiko tinggi. Iran terkenal tidak takut dengan kekuatan militer asing. Mereka justru sering merespons dengan latihan militer besar-besaran atau uji coba rudal balistik.
Dunia kini menanti, apakah perundingan di Swiss akan membuahkan hasil, atau justru menjadi saksi awal konflik besar berikutnya? Yang jelas, dengan jarak hanya 700 kilometer, USS Abraham Lincoln bisa meluncurkan pesawat tempurnya mencapai Teheran dalam hitungan menit. Situasi benar-benar panas!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
