INDRAMAYU, Cinta-news.com – Sebuah duka yang mendalam menyelimuti Desa Sukasari, Indramayu. Camat Arahan, Rohaenah, akhirnya memberikan penjelasan resmi. Penjelasan ini menanggapi kekosongan jabatan Kepala Desa yang terjadi pasca tragedi memilukan. Tarsitem, sang kades terpilih, meninggal dunia tepat pada hari pelantikannya, Jumat pagi (2/1/2026).
Rohaenah menegaskan bahwa proses pengisian jabatan akan tetap mengikuti aturan yang berlaku. Beliau menjelaskan, “Kami akan menunjuk Penjabat Sementara (PJ) terlebih dahulu. Setelah itu, kami akan langsung menjalankan proses Pergantian Antar-Waktu (PAW).” Pernyataan ini ia sampaikan saat dihubungi oleh tim redaksi.
Yang menarik, ketika muncul pertanyaan tentang kemungkinan pemilihan ulang umum, Rohaenah dengan tegas menyatakan tidak akan ada lagi pemilihan langsung. Beliau memperjelas, “Mekanisme PAW nanti berupa pemilihan terbatas. Jadi, prosesnya tidak akan sama seperti Pilwu yang melibatkan seluruh warga.” Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi berbagai spekulasi yang beredar.
Tidak lupa, Rohaenah juga menyampaikan rasa belasungkawa yang tulus. menyampaikan takziah.
Begitu menerima kabar duka tersebut, pihak kecamatan langsung bergegas mengunjungi keluarga almarhum untuk menyampaikan takziah.
Sebagai informasi, Tarsitem memenangi Pilwu pada 10 Desember 2025 lalu. Kemenangannya didapat dengan perolehan suara terbanyak. Lebih hebat lagi, ia berhasil mengalahkan empat pesaingnya, termasuk kepala desa petahana yang mencalonkan diri kembali.
Lalu, bagaimana harapan keluarga almarhum? Menanggapi kekosongan ini, keluarga menyuarakan harapannya. Tarjono, perwakilan keluarga di rumah duka, mengungkapkan keinginan mereka. Beliau berharap proses PAW nanti dapat berpihak pada keadilan bagi keluarga.
Harapan ini mereka sampaikan dengan alasan yang kuat. “Karena almarhumah sudah memenangkan Pilwu, kami berharap proses PAW nanti dapat mengakomodasi kepentingan pihak keluarga,” ujar Tarjono.
Mereka memiliki alasan khusus. Keluarga ingin program kerja yang telah dirancang almarhumah bisa tetap dilanjutkan. Dengan cara ini, aspirasi warga yang telah memilihnya tidak akan menghilang dan tetap dapat terwakili.
Sementara itu, prosesi pemakaman Tarsitem berlangsung pada pukul 16.00 WIB. Ratusan warga Desa Sukasari dengan khidmat mengantarkan kepergian terakhirnya. Cuaca gerimis dan mendung seakan turut berduka. Tarsitem meninggal pada usia 46 tahun. Beliau meninggalkan seorang suami, tiga orang anak, serta seluruh warga desa yang berduka.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
