MOSKWA, Cinta-news.com – Iran baru saja membuat gebrakan besar. Mereka secara resmi mengumumkan peluncuran tiga satelit karya dalam negeri. Namun, pengorbitannya justru diserahkan kepada roket milik Rusia. Langkah ini langsung dibaca sebagai sinyal keras. Sinyal itu menunjukkan Moskwa dan Teheran semakin memperdalam kerja sama strategis. Semua ini terjadi di saat Amerika Serikat sedang getol mendorong negosiasi perdamaian di Ukraina.
Peluncuran satelit itu disiarkan secara luas oleh jaringan televisi pemerintah Iran, Al-Alam News Network. Dari tayangan itu, publik menyaksikan momen lepas landas satelit dari wilayah Rusia. Sementara itu, kantor berita ternama seperti Associated Press dan Reuters melaporkan fakta serupa. Ketiga satelit Iran itu diantar ke orbit menggunakan roket Moskwa. Roket tersebut diluncurkan dari kawasan timur Rusia. Peluncuran ini menjadi catatan sejarah. Ini adalah kali ketujuh Iran mengirim satelit dengan bantuan Rusia.
Menyikapi hal ini, Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, langsung mengambil sikap. Dia menegaskan bahwa satelit-satelit tersebut sepenuhnya merupakan hasil karya anak bangsa Iran. “Satelit-satelit ini dirancang dan diproduksi oleh para ilmuwan Iran,” ujar Jalali. Selanjutnya, dia menambahkan bahwa kerja sama antara Teheran dan Moskwa akan terus berlanjut. Kerja sama itu tetap jalan meskipun ada semua sanksi dan ancaman. Klaim ini ingin menunjukkan kemandirian teknologi Iran di mata dunia.
Di sisi lain, Barat justru diliputi kekhawatiran mendalam. Kekhawatiran mereka tertuju pada program antariksa Iran. Memang, pejabat Iran selalu bersikukuh. Mereka mengatakan satelit itu untuk keperluan sipil. Contohnya untuk pemantauan lingkungan dan sektor pertanian. Akan tetapi, pemerintah Barat telah lama memperingatkan bahaya lain. Program antariksa Iran berpotensi mendorong pengembangan teknologi rudal balistik. Karena itu, Barat selalu menyikapi setiap peluncuran dengan kecurigaan tinggi.
Lebih dari itu, peluncuran ini mempertegas hubungan strategis Rusia dan Iran. Hubungan mereka semakin erat sejak invasi Moskwa ke Ukraina pada 2022. Pada kenyataannya, kerja sama militer mereka sudah berjalan sangat intens. Sebagai contoh, dalam beberapa tahun terakhir, Iran secara aktif memasok drone ke Rusia. Peralatan militer lain juga dikirim untuk digunakan di medan perang Ukraina. Sebaliknya, Rusia memberikan balasan yang setimpal. Mereka memberi perlindungan diplomatik dan kerja sama ekonomi. Dukungan teknis tingkat lanjut juga diberikan kepada Iran. Semua ini terjadi di tengah sanksi luas Barat yang membelit kedua negara.
Sebagai konsekuensinya, aliansi Rusia-Iran semakin menguat. Penguatan ini terjadi tepat saat ketegangan antara Teheran dan Washington memanas. Baru-baru ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi peringatan keras. Dia menyatakan AS bisa kembali menyerang Iran. Serangan akan terjadi jika Teheran membangun ulang program nuklirnya. Mendengar ancaman itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian langsung membalas. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada Associated Press bahwa Iran akan membalas setiap serangan AS. Respons balasan itu akan bersifat keras dan mengecewakan.
Dari rangkaian fakta ini, kita melihat sebuah peta persekutuan baru. Persekutuan itu sedang dibentuk dengan sengaja. Pada intinya, kerja sama antariksa ini bukan sekadar urusan sains. Ini adalah sebuah pernyataan politik yang sangat kuat. Dengan kata lain, Moskwa dan Teheran sengaja memamerkan kekuatan. Mereka menunjukkan bahwa sanksi Barat tidak bisa mengisolasi mereka. Bahkan, mereka justru saling menguatkan di tengah tekanan internasional.
Lalu, apa dampaknya bagi dunia? Pertama, stabilitas keamanan global berpotensi terganggu. Gangguan ini datang dari teknologi dual-use program antariksa. Kedua, perang diplomasi di Timur Tengah akan semakin sengit. Perebutan pengaruh di kawasan itu akan memanas. Terakhir, dunia harus bersiap. Kita akan menyambut era baru dengan aliansi-aliansi nontradisional. Aliansi seperti ini akan menjadi penentu kekuatan global.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa peluncuran satelit ini hanyalah puncak gunung es. Di bawah permukaan, terdapat persekutuan strategis yang jauh lebih dalam. Sebelumnya, Barat mungkin meremehkan kedekatan Rusia-Iran. Namun sekarang, fakta berbicara lebih nyaring. Kerja sama mereka nyata, solid, dan penuh konsekuensi. Konsekuensi strategis itu membuat kekuatan Barat merasa “ketar-ketir”. Pada akhirnya, hanya waktu yang bisa menjawab. Dinamika kekuatan global ini akan terus berubah di masa depan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
