Cinta-news.com — Dunia sepak bola global mendadak geger dan bergetar hebat setelah dua klub raksasa Italia, Inter Milan dan AC Milan, secara resmi memamerkan wujud cetak biru stadion masa depan mereka yang sangat fantastis di kawasan legendaris San Siro, kota Milan, Italia.
Menariknya, mahakarya arsitektur modern yang nantinya mengusung nama Generali Stadium tersebut ditargetkan bakal mulai memasuki tahap pengerjaan konstruksi fisik secara masif pada tahun 2028 mendatang.
Bahkan, calon arena megah bernuansa futuristis ini sengaja dirancang untuk menampung kapasitas fantastis hingga 71.500 pasang mata penonton, sembari memamerkan inovasi struktur kerangka luar berbentuk huruf X yang gagah serta sapuan atap melengkung ganda yang luar biasa anggun.
Tentu saja, kemewahan desain kelas dunia tersebut lahir langsung dari tangan dingin kolaborasi dua firma arsitektur ternama planet ini, Foster+Partners bersama MANICA, yang melibatkan dua sosok arsitek maestro dunia, yakni Norman Foster dan David Manica.
Secara spektakuler, para petinggi dari kedua klub memperkenalkan karya fenomenal ini dalam sebuah seremoni anggun di benteng bersejarah Castello Sforzesco, Milan, pada hari Kamis (29/10/2026). Langkah berani ini secara konkret dipersiapkan guna menggantikan bangunan keramat Stadion Giuseppe Meazza atau San Siro yang selama berpuluh-puluh tahun menjadi rumah bersama bagi kedua klub.
Kendati demikian, rencana besar merobohkan benteng sejarah sepak bola tersebut sempat memicu gelombang penolakan tajam dari kalangan suporter fanatik yang tetap keukeh ingin mempertahankan keaslian San Siro lama. Namun di sisi lain, proyek ambisius ini sejatinya tidak sekadar mendirikan lapangan bola baru semata, melainkan juga mencakup masterplan revitalisasi kawasan raksasa seluas 281.000 meter persegi yang bakal dilengkapi dengan fasilitas ruang terbuka publik, zona hijau nan asri, berbagai wahana rekreasi seru, hingga pusat area komersial yang amat mewah.
Target Pembangunan Stadion Generali dan Euro 2032
Selanjutnya, Stadion Generali bakal memamerkan keagungan struktur beton raksasa berbentuk huruf X yang secara khusus terinspirasi dari kemegahan Katedral Duomo di Milan, dipadu atap lengkung ganda serta kepungan tribun melingkar 360 derajat. Lebih dari itu, kolaborasi mahakarya antara Foster+Partners dan MANICA ini terbukti memegang rekam jejak luar biasa karena keduanya merupakan sosok genius yang dahulu sukses merancang wujud baru Stadion Wembley yang ikonik di London, Inggris.
Sementara itu, manajemen kedua klub berhasil mengeksekusi kesepakatan komersial super mahal dengan memberikan hak penamaan (naming rights) arena canggih ini kepada perusahaan raksasa asuransi Generali, di mana nilai kontrak fantastisnya dilaporkan menyentuh angka 26 juta euro atau setara Rp525,39 miliar per tahun selama jangka waktu 25 tahun. Alhasil, jika ditotal secara keseluruhan, kesepakatan bisnis raksasa tersebut sanggup menyuntikkan dana segar mencapai 650 juta euro atau setara Rp13,13 triliun.
Namun demikian, terdapat keunikan tersendiri saat kedua tim bertanding di panggung sepak bola antar klub Eropa, di mana arena megah ini akan menanggalkan sebutan sponsor tersebut dan menggunakan nama resmi Stadion Milano.
Secara arsitektural, rancangan kerangka beton luar berbentuk huruf X yang menjulang tinggi tersebut secara sengaja mengambil filosofi dari Katedral Duomo, yang merupakan karya arsitektur paling ikonik di Kota Milan, demi menopang kokohnya beban atap lengkung ganda di bagian atas arena.
Di samping itu, keberadaan struktur rangka X ini secara visual akan membingkai sekaligus mempertegas karakter dua tribun keramat “Curva”, yakni Curva Nord yang diperuntukkan khusus sebagai benteng pertahanan suporter setia Inter Milan, serta Curva Sud yang menjadi rumah tempat berkumpul penyuara lantang pendukung AC Milan.
Lebih jauh lagi, tim perancang menyusun dua tingkatan tempat duduk yang membentuk satu mangkuk melingkar 360 derajat secara berkelanjutan, alhasil kondisi ini menjamin kualitas pandangan visual yang sangat sempurna bagi seluruh penonton berkat penerapan sudut kemiringan tribun super curam yang mencapai 37 derajat.
Tidak cuma itu, kecanggihan teknologi juga ditanamkan melalui pemasangan susunan panel LED pintar yang bakal menerangi seluruh dinding luar stadion dengan pancaran warna-warna atraktif, sehingga tampilan luar gedung dapat berganti warna secara fleksibel tergantung pada klub mana yang sedang berlaga di lapangan pada hari tersebut.
Sebagai informasi penting, Inter Milan dan AC Milan sejatinya telah berhasil merampungkan akuisisi kepemilikan atas kawasan lahan Stadio Giuseppe Meazza pada bulan November 2025 lalu. Oleh sebab itu, tahapan pengerjaan fisik bangunan baru ini dipatok untuk mulai digulirkan pada tahun 2028, dengan target menggelar pertandingan resmi perdana pada pembukaan musim kompetisi 2031-2032 mendatang.
Dengan demikian, arena berteknologi tinggi ini diproyeksikan bakal langsung ditunjuk sebagai salah satu venue utama untuk menggelar hajatan bergengsi Euro 2032 yang dituanrumahi bersama oleh Italia dan Turki. Oleh karena itu, keseluruhan proyek pembangunan ini juga mencakup pengembangan kawasan terpadu seluas 281.000 meter persegi yang secara lengkap bakal diisi oleh fasilitas ruang publik, kawasan hijau segar, sarana rekreasi keluarga, hingga pusat perbelanjaan komersial modern.
Selain menyajikan suguhan laga sepak bola yang seru, stadion masa depan ini juga sengaja dirancang sangat fleksibel guna memfasilitasi gelaran konser musik kelas dunia serta beragam acara berskala raksasa lainnya.
Desain Stadion Generali dan Pengalaman Penonton
Selanjutnya, David Manica selaku spesialis desain stadion ternama yang berkolaborasi dengan arsitek kondang Norman Foster membeberkan alasan di balik pembuatan tribun super curam tersebut, yang sejatinya bertujuan untuk menarik posisi seluruh penonton sedekat mungkin ke arah garis lapangan.
“Bahkan, hal paling krusial yang langsung kami sadari sewaktu menggarap rancangan proyek ini adalah fakta bahwa San Siro sejatinya bukan sekadar bangunan biasa, melainkan sebuah ikatan perasaan dan jiwa,” ungkap Manica secara emosional seperti yang dilansir dari media ternama The Guardian.
“Oleh sebab itu, tempat ini jelas melampaui sekadar struktur fisik gedung, melainkan sebuah luapan perasaan yang sangat dalam. Maka dari itu, kami secara sengaja menempatkan seluruh kursi penonton sedekat mungkin dengan garis rumput lapangan, sehingga jaraknya tidak mungkin bisa dibuat lebih dekat lagi, dan Anda benar-benar akan merasakan sensasi seolah-olah sedang duduk tepat di atas permukaan rumput pertandingan,” tutur sang arsitek menutup penjelasannya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
