SEMARANG, Cinta-news.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 yang tinggal menghitung hari, Pertamina Jawa Tengah bergerak cepat setelah menemukan praktik curang yang meresahkan masyarakat. Bukannya bersiap menyambut kemenangan, segelintir oknum justru sibuk mengeruk keuntungan dengan menimbun gas elpiji 3 kilogram atau yang akrab disapa gas melon. Temuan ini sontak membuat warga diminta untuk lebih cerdas dan tidak mudah tergiur membeli dari pengecer nakal.
Pengawasan pun diperketat. Pertamina bersama aparat kepolisian kini gencar melakukan pemantauan di 35 kabupaten/kota. Langkah ini mereka ambil untuk memastikan stok gas subsidi dan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan mengalir lancar selama perayaan Idul Fitri serta arus mudik yang sudah mulai terasa.
Timbunan Ditemukan, Masyarakat Diminta Lapor!
Taufik Kurniawan, Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah–DIY, tidak menampik adanya praktik licik ini. Dengan nada tegas, ia mengungkapkan bahwa menjelang Lebaran, oknum-oknum tak bertanggung jawab menghalalkan segala cara.
“Mendekati momen Lebaran, orang mengerahkan segala cara untuk itu (menimbun). Kita berkoordinasi dengan kepolisian setempat soal penimbunan. Kemarin di Kudus juga ada pengungkapan soal penimbunan elpiji,” ungkap Taufik dengan nada prihatin usai rapat koordinasi persiapan menyambut Idulfitri di Jawa Tengah. Rapat tersebut berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernur Jateng, Kota Semarang, pada Senin (9/3/2026).
Menariknya, indikasi penimbunan ini tidak hanya berasal dari penyelidikan bersama aparat. Taufik menegaskan bahwa laporan dari masyarakat juga menjadi sumber utama terbongkarnya praktik-praktik tersebut. Artinya, peran aktif warga sangat krusial dalam memberantas ulah para spekulan.
Jangan Manja! Cari Pangkalan, Jangan Beli Pengecer!
Oleh karena itu, Taufik mengimbau masyarakat dengan keras untuk tidak membeli elpiji dari pengecer yang seenaknya menaikkan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia memberikan trik jitu untuk mengenali para calo ini.
“Maka saya perlu tekankan kepada masyarakat, kalau ada yang jual harga tinggi, biasanya pengecer, tidak sesuai HET Rp 18.000, misal Rp 30.000 sampai Rp 35.000, saran pertama adalah enggak usah dibeli,” imbaunya dengan nada lugas.
Ia mendorong warga untuk bersikap lebih proaktif. Daripada merogoh kocek lebih dalam, lebih baik cari agen pangkalan resmi yang terdaftar. Di pangkalan, harga dipastikan sesuai HET dan ketersediaan gas lebih terjamin.
“Cari pangkalan terdekat, satu desa/kelurahan minimal ada 6-10, jadi jangan malas, jangan manja,” lanjutnya dengan tegas.
Gubernur Turun Tangan: Beli Saja Satu, Jangan Latah!
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga angkat bicara. Dengan gaya kepemimpinan yang dekat dengan rakyat, ia mengingatkan warga untuk membeli BBM dan elpiji secukupnya saja. Tujuannya jelas, agar tidak terjadi kepanikan yang justru memicu kelangkaan.
“Saya ingatkan masyarakat untuk tidak terjadi panic buying, enggak usah latah, enggak usah kemrungsung, nanti tetangga malah tidak kebagian. Jadi beli satu biar semuanya kebagian,” imbau Luthfi dengan nada guyon namun penuh makna usai rakor.
Ia juga mengabarkan bahwa Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin sudah turun langsung ke lapangan. Langkah ini mereka ambil untuk memastikan pasokan BBM dan elpiji benar-benar aman dan merata di seluruh wilayah Jateng.
“Pertamina juga menyampaikan stok cukup untuk dua bulan ke depan,” katanya meyakinkan.
Polisi Juga Pantau! Stok Aman, Masyarakat Tenang
Terpisah, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, membenarkan adanya indikasi penimpunan gas elpiji dan BBM menjelang Lebaran. Pihaknya tidak tinggal diam. Tim gabungan telah mereka terjunkan secara tersebar untuk memantau distribusi hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
“Kita monitor semua, tidak hanya distribusi. Tetapi juga situasi pasar. Intelijen mengamati penjualan, termasuk komplain masyarakat,” kata Artanto dengan tegas.
Lebih lanjut, ia mengklaim bahwa hingga saat ini situasi di 35 kabupaten/kota masih kondusif. Meskipun eskalasi perang di Timur Tengah memanas di masa Ramadhan, masyarakat tetap tenang dan tidak panik.
“Alhamdulillah saat ini berjalan normal. Masyarakat tidak panik, pemerintah juga jamin ketersediaan,” ujarnya menutup pernyataan.
Kesimpulannya, temuan penimbunan gas elpiji di Jawa Tengah menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Pertamina dan kepolisian sudah bergerak, namun kesadaran masyarakat untuk membeli di pangkalan resmi adalah kunci utama. Jangan sampai ulah segelintir oknum merusak kebahagiaan Lebaran banyak orang.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
