Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Hujan Deras Terjang Padang: 3 Kecamatan Terdampak, 238 Warga Dievakuasi

PADANG, Cinta-news.com — Suasana di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, mendadak berubah jadi super mencekam pas hari Sabtu (10/10/2026) sore. Soalnya, guyuran hujan lebat yang turun tanpa henti langsung bikin luapan air sungai mengamuk hebat dan menerjang kawasan pemukiman warga secara tiba-tiba banget.

Bencana air bah ini alhasil merendam ratusan bangunan rumah warga sampai membikin kondisi lingkungan di sana lumpuh total. Bahkan, terjangan arus air yang sangat kencang itu juga merusak infrastruktur jalanan umum, sampai-sampai memaksa ratusan jiwa berlarian mengungsi biar nyawa mereka tetap selamat dari bahaya maut.

Malahan, petaka besar ini langsung membantai tiga wilayah kecamatan sekaligus, yakni Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah. Lantas, tim SAR gabungan langsung bergerak secepat kilat menerobos air bah buat menyelamatkan total 238 warga yang terjebak di lima titik lokasi paling parah.

Selanjutnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, membongkar fakta kalau amukan air ini memang membikin rumah-rumah warga dan fasilitas publik rusak parah. Bahkan, beberapa ruas jalan utama langsung terputus total gara-gara tanahnya tergerus arus air banjir yang deras banget.

Ratusan Rumah Warga Lumpuh Total Digulung Banjir

Lebih lanjut, Hendri menegaskan kalau dampak amukan banjir di kawasan Kecamatan Kuranji memang tergolong paling bikin ngeri. Makanya, para warga di Kelurahan Kuranji cuma bisa mengelus dada pas ngeliat empat rumah menderita rusak sedang dan satu rumah warga roboh total diterjang air bah.

Selain itu, genangan air banjir yang makin naik juga menenggelamkan 60 rumah warga di pemukiman sekitar. Padahal, ada empat rumah warga lainnya yang ikut menderita rusak ringan, sementara satu unit rumah warga lagi ikut menderita rusak sedang akibat hantaman banjir deras tersebut.

Di sisi lain, terjangan banjir ini turut melalap Kecamatan Koto Tangah sampai bikin 40 rumah warga di Kelurahan Lubuk Minturun terendam air cukup dalam. Tak cuma itu, sekitar 20 rumah warga di Kelurahan Tabing Banda Gadang kawasan Nanggalo juga nggak luput dari kejaran air banjir.

Alhasil, luapan air yang liar ini merusak total akses jalanan vital tempat warga beraktivitas sehari-hari. Apalagi di Kelurahan Kuranji kawasan dekat kantor PDAM daerah Guo, jalanan aspal langsung terputus total gara-gara tergerus dan terendam banjir bandang yang parah banget.

Detik-Detik Menegangkan 238 Warga Berhasil Diselamatkan dari Maut

Supaya situasi darurat ini nggak menelan korban jiwa, para petugas SAR gabungan langsung menerobos genangan air yang kelewat tinggi demi mengevakuasi warga. Mereka pantang menyerah dan terus bergerak menerjang arus air yang makin tinggi di lokasi-lokasi pemukiman yang paling berbahaya.

Berdasarkan data resmi dari BPBD Kota Padang, para petugas di lapangan akhirnya sukses menyelamatkan sebanyak 238 warga dari lima lokasi terdampak yang kondisinya paling bikin merinding.

Lantas, rincian penyelamatan menegangkan ini mencakup 20 warga yang dievakuasi dari kawasan Lapau Munggu Kelurahan Kuranji. Lagipula, pasukan penyelamat juga memboyong lima warga lainnya yang sempat terjebak kepungan air di Kampung Guo Kelurahan Kuranji.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Koto Tangah, tim penyelamat berhasil mengangkut 30 warga dari Perumahan Abi di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto. Kemudian, lima warga Kampung Apar di kelurahan yang sama juga berhasil dibawa petugas menuju tempat yang aman.

Malahan, drama evakuasi paling besar terjadi di kawasan Perumahan Lumin Park, Kelurahan Lubuk Minturun. Pasalnya, tim SAR harus bertaruh nyawa buat mengevakuasi 178 warga dari beberapa klaster perumahan yang terkepung genangan air bah super tinggi.

“Alhamdulillah, kami berhasil menyelamatkan seluruh warga sebanyak 238 jiwa dari lima titik paling kritis ini,” kata Hendri pas memberikan keterangan resmi pada hari Minggu (11/10/2026).

Tanggul Hancur Jadi Sorotan Utama Tim Penyelamat

Meski terus berjuang keras di lapangan, pihak BPBD Kota Padang jujur mengakui kalau mereka sempat kelimpungan menghadapi hambatan berat. Penyebabnya, jumlah personel dan peralatan evakuasi masih terbatas banget di tengah wilayah bencana yang begitu luas.

Apalagi, jalanan menuju lokasi bencana sempat tertutup total gara-gara terendam air yang lumayan dalam. Akibatnya, proses pengiriman bantuan darurat dan pertolongan warga yang ketakutan jadi terhambat banget.

Oleh karena itu, Hendri membeberkan kalau timnya sekarang lagi memprioritaskan perbaikan tanggul penahan sungai yang jebol di kawasan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji.

Di samping itu, beliau mewanti-wanti seluruh warga biar tetap pasang mode waspada sama potensi bencana susulan. Soalnya, cuaca ekstrem yang belum mereda bisa aja mendatangkan banjir bandang, tanah longsor, sampai pohon tumbang kapan aja tanpa diduga-duga.

Langit Sumatra Barat Mengamuk, Daerah Lain Turut Siaga Satu

Sebenarnya, musibah banjir yang membantai Kota Padang ini terjadi pas hujan deras lagi mengguyur hampir seluruh wilayah Provinsi Sumatera Barat dari hari Sabtu (10/10/2026) kemarin.

Bahkan, BPBD Provinsi Sumatera Barat melaporkan kalau bencana banjir dan tanah longsor juga menghantam kawasan Kabupaten Pesisir Selatan, Agam, Pasaman, sampai Pasaman Barat.

Makanya, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang langsung menerjunkan pasukan penuh beserta peralatan canggih ke lokasi terparah, terutama di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto dan Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah.

Lantas, Komandan Tim SAR di lapangan, Tri Desyu Herman, menceritakan kalau pasukannya udah mulai bergerak menyelamatkan warga sejak pukul 15.00 WIB. Mereka bekerja ekstra keras memboyong warga yang ketakutan menuju tempat yang lebih tinggi dan aman.

Bukan main, aksi penyelamatan massal ini menggerakkan banyak pihak mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD provinsi dan kota, Satpol PP, damkar, sampai organisasi masyarakat lokal.

Akhirnya, seluruh tim gabungan terus berkoordinasi erat sama pengurus RT, RW, dan lurah setempat. Biar seluruh proses evakuasi berjalan lancar dan semua warga bisa selamat dari kejaran air bah yang mengerikan ini.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version