MEDAN, Cinta-news.com – Influencer top Ferry Irwandi akhirnya mulai menyalurkan bantuan mega besar, yakni Rp 10,3 miliar, yang ia kumpulkan lewat program Kita Bisa. Hebatnya, ia khusus menargetkan dana sefantastis itu untuk korban banjir dan longsor yang melanda Pulau Sumatera. Sebagai langkah pertama, timnya berhasil mendaratkan bantuan awal seberat 2,6 ton di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, pada Kamis (4/11/2025).
Nah, yang membuat gerakan ini spesial adalah jenis barang bantuannya. Ferry memastikan bantuan bukan sekadar sembako biasa, melainkan paket lengkap berisi kebutuhan pokok, makanan siap saji bergizi tinggi, perlengkapan khusus bayi dan ibu, plus sarana kebersihan yang sangat krusial di pengungsian. Namun, yang paling patut kita acungi jempol adalah strategi distribusinya. Ferry secara khusus memprioritaskan daerah pedesaan terpencil yang masih minim perhatian bantuan.
“Hari ini di Aceh Tamiang itu sudah masuk juga satu dua truk, tapi kita sengaja berusaha lebih keras untuk daerah hilir seperti pedesaannya. Soalnya, untuk daerah kota, informasi yang kita dapat menunjukkan bantuan sudah cukup banyak masuk. Makanya, kita fokuskan tenaga untuk yang di pedesaan,” tegas Ferry kepada para wartawan yang hadir di Bandara Kualanamu. Selain ke Aceh Tamiang, timnya juga mengirimkan bantuan langsung ke titik lain seperti Desa Tualang di Kabupaten Langkat.
Lalu, bagaimana cara tim Ferry menentukan kebutuhan warga? Ternyata, kunci utamanya adalah mendengar langsung. Ferry menjelaskan bahwa timnya menetukan semua kebutuhan lapangan murni berdasarkan masukan dari warga dan korban itu sendiri. Bahkan, mereka sudah memikirkan solusi jangka panjang. “Kami juga sedang mengupayakan ketersediaan air bersih dengan mencari perangkat penyaring agar di titik distribusi tersedia terminal air bersih,” tambahnya penuh semangat.
Perjalanan mengirimkan bantuan sebesar ini tentu tidak mulus. Ferry mengaku sempat mengalami kendala serius, khususnya saat mengirim bantuan via udara. Namun, berkat kolaborasi yang solid, timnya berhasil mengatasi hambatan itu. “Kemarin sempat kesulitan karena traffic penerbangan yang padat, tapi untungnya kami mendapat bantuan luar biasa dari Dit Polair Polri. Mereka dengan sigap membawa 2,5 ton logistik, itu sangat membantu sekali! Teman-teman di Medan, termasuk dari Polda Sumut, juga membantu kami dalam proses drop dan pengamanan,” cerita Ferry dengan lega.
Di sisi lain, pihak kepolisian pun memberikan respon yang super positif. Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif relawan dan masyarakat ini. Ia menegaskan bahwa dukungan moral dan logistik seperti ini benar-benar menyelamatkan warga terdampak. Karena itu, Polri memastikan semua jalur bantuan akan tetap aman dan lancar.
“Polri siap membantu dan berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, lembaga sosial, relawan serta pihak swasta yang ingin menyalurkan bantuan. Kami pastikan akses pengiriman bantuan dapat berjalan aman dan tepat sasaran,” tegas Kombes Pol Ferry Walintukan dengan penuh komitmen. Kolaborasi semacam ini jelas menjadi kunci utama agar bantuan bisa menyentuh yang paling membutuhkan.
Sementara itu, situasi darurat di lapangan masih sangat memprihatinkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru pada Kamis (4/12/2025) yang mencatat total korban jiwa akibat banjir di Pulau Sumatera mencapai 836 orang. Rincian datanya sungguh memilukan: Provinsi Aceh kehilangan 325 orang, Sumatera Utara 311 orang, dan Sumatera Barat 200 orang meninggal. Data tragis inilah yang mendorong Ferry Irwandi dan banyak pihak lainnya untuk segera bertindak.
Nah, melalui aksi nyata ini, Ferry Irwandi tidak hanya sekadar menunjukkan kekuatan donasinya, tetapi lebih pada keahlian dalam mengelola bantuan. Pengalamannya di berbagai aksi kemanusiaan sebelumnya terlihat dari strategi distribusi yang tepat sasaran, fokus ke daerah yang kurang terjangkau. Kewenangan gerakannya diperkuat dengan kolaborasi resmi bersama instansi seperti Polri. Sedangkan keterpercayaannya dibangun dari transparansi jenis bantuan dan penentuan kebutuhan berdasarkan masukan langsung korban. Inilah bukti bahwa bantuan efektif butuh lebih dari sekadar uang, tetapi juga strategi, empati, dan kolaborasi yang cerdas.
Akhirnya, gelombang bantuan ini diharapkan bisa segera meredakan penderitaan korban. Perlu kita ingat, pekerjaan besar masih menanti. Meskipun bantuan logistik mulai berdatangan, proses pemulihan dan rekonstruksi pasca-bencana masih sangat panjang. Untuk itu, semua pihak masih sangat membutuhkan dukungan, baik berupa donasi, tenaga relawan, atau sekadar penyebaran informasi positif. Semoga dengan semangat gotong royong yang Ferry Irwandi dan semua pihak yang terlibat perlihatkan, Sumatera dapat pulih lebih cepat dari musibah ini. Ayo, terus dukung dan perhatikan kelanjutannya!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
