BANYUMAS, Cinta-news.com – Dua remaja di Banyumas harus merasakan pahitnya peristiwa yang tak terlupakan. Mereka menjadi korban pemukulan oleh sekelompok remaja lain. Penyebabnya sungguh mengejutkan: mereka ketahuan tidak berpuasa di tempat umum.

Sebuah video amatir berhasil merekam kejadian mengerikan tersebut. Rekaman itu pun langsung menyebar liar di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari warganet.
Peristiwa nahas ini terjadi di lapangan Desa Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Dalam potongan video berdurasi 28 detik yang viral, kita melihat dua remaja dari desa lain tengah menikmati nasi bungkus di sudut lapangan. Mereka duduk dengan tenang, mencoba menyantap makanan tanpa menarik perhatian. Namun usaha mereka gagal total. Tiba-tiba, seorang remaja yang diduga warga Desa Pasiraman Kidul menghampiri mereka. Tanpa basa-basi, ia langsung memukul bagian belakang kepala salah satu korban yang sedang memegang nasi bungkus. Korban hanya bisa terkulai lemas sambil memegang kepalanya yang sakit. Remaja lain dalam rombongan pelaku kemudian angkat bicara dengan nada tinggi. Mereka mengaku geram dan tidak terima jika desanya dikotori oleh perbuatan dua remaja yang tidak berpuasa di siang hari.
Kapolsek Buka Suara, Begini Kronologi Lengkapnya
Untuk mendapatkan kejelasan, awak media segera mengonfirmasi kebenaran peristiwa ini kepada Kapolsek Pekuncen, AKP Slamet Husein. Ia membenarkan bahwa peristiwa tersebut memang terjadi di wilayah hukumnya.
Ia menjelaskan secara rinci bahwa kejadian ini berlangsung pada Jumat, 21 Februari 2026. Begitu mengetahui video tersebut viral, pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Tim dari Polsek Pekuncen segera melakukan penyelidikan intensif. Mereka berhasil mengungkap identitas semua orang yang muncul dalam video serta lokasi persis kejadian.
“Informasi tentang video viral itu kami terima dari masyarakat. Kami langsung melakukan penyelidikan dan mencari tahu siapa saja orang-orang yang ada dalam video serta lokasi kejadiannya,” ungkap Husein saat dihubungi wartawan pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Penyelidikan yang dilakukan tim kepolisian membuahkan hasil. Mereka berhasil mengidentifikasi para korban dan juga terduga para pelaku. Korban ternyata merupakan warga Desa Pekuncen, sementara para pelaku adalah sekelompok remaja yang tinggal di Desa Pasiraman Kidul.
Kapolsek juga menceritakan bahwa pihaknya sudah menemui korban secara langsung. Dalam pertemuan tersebut, korban mengaku terus terang kepada polisi. Mereka tidak kuat menahan rasa lapar saat berpuasa, sehingga mereka memutuskan untuk membatalkan puasa dan membeli makanan.
“Kami menemui korban dan meminta keterangannya. Korban mengaku tidak tahan menjalankan ibadah puasa, sehingga mereka memutuskan untuk makan di lapangan Desa Pasiraman Kidul,” jelas Husein.
Saat mereka asyik menyantap makanan, tiba-tiba sekelompok remaja dari Desa Pasiraman Kidul datang menghampiri. Mereka langsung emosi dan meminta agar kedua remaja tersebut tidak membuat desa mereka tercoreng. Mereka menganggap tindakan makan di tempat umum saat puasa sangat tidak pantas. Dari situlah kemudian terjadi aksi pemukulan yang terekam dalam video.
Terkait kelanjutan kasus ini, Husein menegaskan bahwa timnya masih melakukan penyelidikan lebih mendalam. Namun ia memiliki pandangan yang lebih bijaksana. Ia akan mengupayakan agar persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalur mediasi. Pertimbangannya sederhana, baik korban maupun para terduga pelaku masih berusia remaja dan memiliki masa depan yang panjang. Polisi tidak ingin merusak masa depan mereka hanya karena satu peristiwa.
“Proses penyelidikan masih berjalan. Namun ke depannya, kami akan mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan melalui restorative justice. Mereka semua masih muda-muda. Kami tidak ingin masa depan anak-anak ini hancur hanya karena peristiwa ini,” pungkas Husein.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











