Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Dibui 2,5 Tahun, Dukun Pengganda Uang Rugikan 3 Korban Rp 300 Juta

Cinta-news.com – Hayo, siapa yang masih percaya uang bisa digandakan secara gaib? Di tengah zaman modern, ternyata masih ada korban penipuan modus ini. Kasus Nasirun (57), sang “dukun pengganda uang” di Lampung Tengah, akhirnya terbongkar di persidangan. Pria ini sukses mengelabui korbannya dengan janji menarik harta karun leluhur. Seluruh tipu dayanya akhirnya terungkap jelas di depan hakim. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Gunung Sugih, JPU Kejari Lampung Tengah, Arif Kurniawan, menegaskan Nasirun terbukti melakukan penipuan.

Mari kita kupas modusnya. Nasirun mulai beraksi sejak September 2025. Untuk meyakinkan korbannya, dia memainkan drama ritual. Dia menggunakan kotak kayu yang diklaim berisi uang miliaran rupiah. Namun, isi kotak itu hanya tipuan. Nasirun mengisi kotaknya dengan beras sampai penuh. Lalu, dia menutupinya dengan beberapa lembar uang Rp 50.000. Tujuannya agar kotak terlihat penuh uang tunai. Akhirnya, para korban termakan bujuk rayunya.

Nah, trik penipuannya berlanjut. Menurut Kasintel Kejari Lampung Tengah, Alfa Dera, korban diminta menyetor uang mahar berkali-kali. Mereka dikuras uang dengan berbagai alasan. Ritual di pinggir Laut Jawa jadi salah satu alasannya. Pembersihan diri dan pembelian bunga ritual juga dijadikan dalih. Korban merasa terperangkap dalam janji “mencairkan” harta. Tanpa disadari, uang mereka menguap dalam ritual fiktif.

Akibatnya, kerugian material tak terhindarkan. Aksi dukun palsu ini menjerat tiga korban utama. Total kerugian mencapai Rp 300 juta! Lihat rincian kerugian yang mencengangkan ini. Agus, korban dengan kerugian terbesar, hilang Rp 231,9 juta. Kemudian, Pulung rugi Rp 36,5 juta. Sementara itu, Nyono kehilangan Rp 26,6 juta. Jelas, praktik ini menyedot dana dalam jumlah besar.

Di persidangan, JPU menuntut hukuman 2 tahun 6 bulan untuk Nasirun. Mereka juga minta barang bukti ritual dimusnahkan. Barang bukti itu tidak hanya kain kafan dan kotak kayu. Perlengkapan ritual aneh seperti sesajen lele goreng dan kopi juga disita. Hal ini membuktikan pelaku memanfaatkan unsur klenik. Dia memakai hal-hal ini untuk memperkuat tipuannya.

Pihak Kejaksaan pun memberi peringatan serius. Menurut Alfa Dera, tindakan tegas sangat penting. Tujuannya untuk mencegah kejahatan lebih parah. Data Kejaksaan menunjukkan pola mengerikan. Penipuan bermodus klenik sering berujung pada tindakan asusila. Bahkan, bisa berakhir dengan pembunuhan. “Pelaku yang terdesak kerap nekat,” ungkap Alfa. Oleh karena itu, pihaknya bertindak tegas lewat jalur hukum.

Dampak ekonominya juga sangat merugikan. Banyak warga sampai menjual aset berharga. Mereka tergiur ritual palsu dari dukun seperti Nasirun. Kejaksaan pun mengimbau masyarakat. Masyarakat harus menjadikan kasus ini pelajaran berharga. “Kami akan terus hadir sebagai pelindung,” kata Alfa Dera. Dia meminta warga segera melapor jika menemukan indikasi serupa.

Jadi, apa pelajaran dari kasus ini? Pertama, kita harus selalu kritis dan waspada. Hati-hati dengan janji-janji terlalu muluk. Ingat, tidak ada uang yang bisa digandakan secara instan. Kedua, praktik klenik sering jadi alat manipulasi. Selalu konfirmasi ke sumber kredibel sebelum percaya. Terakhir, jangan ragu untuk melapor ke pihak berwajib. Dengan begitu, kita bisa mencegah korban berjatuhan lagi. Kita juga menciptakan lingkungan lebih aman dari penipuan berkedok spiritual.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *