Cinta-news.com – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menepis semua spekulasi! Dia memastikan hak pilih rakyat untuk Pilpres tetap utuh. Dasco juga mengklarifikasi bahwa wacana panas tentang MPR memilih presiden tidak akan dibahas dalam Revisi UU Pemilu tahun ini.
Kepastian ini langsung dia sampaikan usai menggelar pertemuan terbatas. Pertemuan itu menghadirkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karyasuda. Mereka berkumpul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (19/1/2026). “Dalam revisi UU Pemilu, khususnya untuk Pilpres, rakyat tetap memilih langsung,” tegas Dasco.
Dasco kemudian membeberkan alasan utama revisi UU Pemilu. Pembahasan ini khusus menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu. Nantinya, setiap partai politik bisa mengusulkan sistem atau rekayasa konstitusi terbaru. Usulan itu akan mereka tuangkan dalam UU baru. “Pemerintah dan DPR lalu bersama-sama membentuk revisi UU Pemilu,” jelasnya.
Dasco juga menambahkan poin penting lainnya. DPR dan pemerintah tidak akan membahas revisi UU Pilkada tahun ini. Hal ini termasuk menolak usulan tentang kepala daerah yang dipilih DPRD. “Kami lebih fokus menjalankan putusan MK dalam UU Pemilu,” ucapnya.
Di sisi lain, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karyasuda menguatkan pernyataan Dasco. Rifqi menyatakan revisi UU Pemilu sudah masuk dalam Prolegnas 2026. Komisi II mendapat tugas khusus. Tugas mereka adalah menyiapkan draf naskah akademik dan draf RUU revisi UU 7 Tahun 2017.
Perlu kita ketahui, UU saat ini hanya mengenal dua rezim pemilu. Pertama, Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Kedua, Pemilihan Umum Legislatif untuk memilih anggota DPR RI, DPD RI, dan DPRD. “Khusus Pilpres, kami sepakat mengikuti arahan Pimpinan DPR. Tidak ada niatan menggeser sistem dari pemilihan langsung ke MPR,” tandas Rifqi dengan tegas.
Lalu, apa alasan mendasarnya? Rifqi menjawabnya dengan lugas. Menurutnya, kewenangan memilih presiden adalah domain UUD 1945, bukan UU biasa. “Itu domain Undang-Undang Dasar. Selain itu, tidak ada keinginan politik sedikitpun untuk melakukannya. Kami teguh memegang demokrasi konstitusional yang sedang berjalan,” pungkasnya.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











