KEDIRI, Cinta-news.com — Sebuah insiden mengerikan baru saja menimpa pahlawan kita sehari-hari. Seekor tawon vespa yang ganas dan super agresif membuat seorang petugas pemadam kebakaran di Kota Kediri nyaris kehilangan nyawa. Ya, Achmad Arvan Fauzi harus dilarikan dalam kondisi kritis ke rumah sakit setelah makhluk kecil nan mematikan itu menyerangnya tanpa ampun!
Peristiwa nahas yang membuat bulu kuduk merinding ini terjadi pada Minggu (8/2/2026) siang. Akibatnya, Arvan harus terkapar di ranjang rumah sakit hingga Rabu (11/02/2026). Bayangkan, selama tiga hari pria itu berjuang melawan racun mematikan dari sengatan tawon Vespa Affinis yang masuk ke tubuhnya!
Lantas, bagaimana kronologi lengkapnya? Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kediri, Paulus Budi Luhur, membuka suara. Dengan nada prihatin, ia menjelaskan bahwa maling terjadi bermula dari panggilan darurat warga Kelurahan Tinalan yang ketakutan melihat sarang tawon vespa di sekitar rumah mereka.
Tanpa pikir panjang, Achmad Arvan Fauzi yang menjabat sebagai pemimpin regu langsung bergerak cepat. Ia mengerahkan anak buahnya dan mereka pun meluncur ke lokasi. Namun, siapa yang menyangka? Baru beberapa detik tiba di tempat kejadian, sebelum mereka sempat bersiap, seekor tawon vespa langsung menukik tajam dari arah tak terduga!
“Saat itu petugas belum sempat memakai alat pelindung diri,” ungkap Paulus dengan nada menyesal, Rabu (11/2/2026).
Seketika itu juga, sengatan berbisa menghantam wajah korban tepat di bawah mata. Racunnya langsung bereaksi! Arvan yang sebelumnya sehat dan siap bertugas tiba-tiba rubuh jatuh tersungkur. Dalam hitungan detik, tubuhnya mulai kejang-kejang hebat di depan rekan-rekannya yang panik. Suasana di lokasi berubah menjadi mencekam dalam sekejap.
Namun, rekan-rekan Arvan tak tinggal diam. Dengan sigap dan tanpa membuang waktu, mereka langsung menggotong korban ke dalam kendaraan. Mereka tancap gas melesat menuju Rumah Sakit Baptis yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Kecepatan respons mereka jelas menyelamatkan nyawa Arvan.
“Oleh rekan yang lain langsung dibawa ke RS Baptis untuk perawatan. Kebetulan saat itu kondisinya (korban) memang kurang fit, mungkin itu yang memperparah dampak sengatan,” pungkas Paulus Budi Luhur.
Untungnya, kabar baik akhirnya datang. Budi Luhur memastikan korban sudah boleh menarik napas lega di rumah. Kondisi kesehatannya terus membaik setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari. Keluarganya pun tak kuasa menahan haru saat sang suami akhirnya diperbolehkan pulang.
Sementara itu, hebohnya peristiwa ini sampai ke telinga orang nomor satu di Kediri. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswari, langsung bereaksi cepat. Ia mengaku sangat prihatin dan tidak rela anak buahnya menjadi korban keganasan alam.
Mbak Wali, sapaan akrab Vinanda, bahkan tak sekadar memberi pernyataan. Ia turun langsung! Selasa (10/2/2026), orang nomor satu di Pemkot Kediri itu menjenguk Arvan di RS Baptis. Kehadirannya sontak membuat ruangan perawatan terasa lebih hangat.
“Saya datang untuk memastikan kondisi Bapak Achmad Arvan dan memberikan semangat agar segera pulih,” ujar Vinanda dalam keterangan persnya.
Tak hanya itu, jari-jemarinya erat menggenggam tangan Arvan. Mata Mbak Wali tampak berkaca-kaca melihat perjuangan petugasnya melawan rasa sakit. Ia pun melontarkan pujian setinggi langit. Menurutnya, para personel Damkar adalah garda terdepan yang tak kenal lelah. Mereka adalah pahlawan super tanpa jubah yang selalu sigap membantu masyarakat meski nyawa taruhannya.
Vinanda juga menekankan bahwa mereka sering kali harus menghadapi situasi yang tidak manusiawi. Bahaya mengintai di setiap langkah. Karenanya, ia tidak ingin kejadian serupa terulang lagi. Pasca-insiden ini, Mbak Wali langsung memerintahkan evaluasi besar-besaran.
Transformasi besar akan segera terjadi di tubuh Damkar Kediri! Pihaknya berjanji akan memfokuskan diri pada peningkatan perlindungan diri petugas. Ia ingin setiap personel yang turun ke lapangan dalam kondisi prima dan terlindungi maksimal. Tujuannya jelas: agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal tanpa mengorbankan keselamatan pahlawan kita.
“Tugas pemadam kebakaran memiliki risiko tinggi, sehingga keselamatan petugas harus menjadi perhatian utama,” pungkas Vinanda dengan tegas.
Jadi, jangan pernah remehkan tawon vespa. Kasus di Kediri ini menjadi tamparan keras bagi kita semua. Semoga Pak Arvan lekas pulih dan kembali bertugas. Dan semoga para petugas Damkar di seluruh Indonesia selalu dalam lindungan Tuhan saat menjalankan tugas mulia mereka. Bravo Damkar!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











