Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Darurat PMK di Jatim, Disnak Jatim Genjot Pengawasan Pasar Ternak dari PMK

SURABAYA, Cinta-news.com – Dinas Peternakan (Jatim) memutuskan untuk memperketat pengawasan di semua pasar ternak. Langkah ini bertujuan menghentikan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mengancam. Kondisi saat ini cukup mencemaskan. Per Selasa (27/1/2026), Disnak Jatim mencatat 927 kasus PMK di 38 kabupaten/kota. Dari angka itu, 672 ekor ternak masih sakit dan 242 ekor dinyatakan sembuh. Namun, laporan ini juga menyebut petugas memotong paksa 5 ekor setelah 8 ekor lainnya mati.

Peternak masih mengobati hewan yang sakit. Namun, data tersebut memberi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah. Momen krusial Hari Raya Idul Adha akan segera tiba. “Kita semua harus waspada tinggi, terutama saat momen Idul Adha nanti,” tegas Kepala Dinas Peternakan Jatim, Indyah Aryani, Rabu (28/1/2026). Dia mengingatkan bahwa kewaspadaan harus maksimal karena aktivitas pasar ternak akan sangat ramai. Masyarakat biasanya berduyun-duyun memilih sapi dan kambing untuk kurban.

Oleh karena itu, pasar hewan menjadi titik kritis yang wajib diawasi. Indyah pun segera menggerakkan “pasukan khusus”-nya. Dia memerintahkan semua Pejabat Otoritas Veteriner (POV) untuk menempatkan petugas kesehatan di tiap pasar. “Misi utama mereka jelas, yaitu memastikan setiap ternak yang dijual dalam kondisi sehat,” ungkap Indyah. “Ini adalah tameng pertama kita. Petugas tidak boleh mengizinkan ternak yang sakit, sekecil apa pun gejalanya, masuk ke area pasar!” tambahnya.

Para POV juga mendapat tugas lain. Mereka harus rutin menyosialisasikan pentingnya kesehatan hewan kepada peternak. Peternak perlu menjaga kualitas hidup ternak dan kebersihan kandang. Dinas Peternakan Jatim juga tidak bekerja sendirian. Mereka mengajak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkoordinasi. Kerja sama ini akan menggerakkan aksi penyemprotan disinfektan di seluruh pasar. “Kami minta BPBD di tiap kabupaten menyemprotkan disinfektan yang mereka miliki ke pasar-pasar!” jelas Indyah.

Selain itu, dia menekankan lagi prosedur biosekuriti. “Kita harus memperketat lagi semua Standar Operasional Prosedur (SOP) biosekuriti,” paparnya. “Kita juga harus memantau pergerakan orang. Petugas harus membatasi akses masuk ke kandang bagi yang tidak kepentingan mendesak.” Kabar baiknya, Kementerian Pertanian mengalokasikan 1.510.000 dosis vaksin PMK untuk Jatim. Dinas Peternakan akan mendistribusikan vaksin tersebut ke 38 kabupaten/kota. Mereka sudah memberikan 453.000 dosis sebagai tahap pertama. Pertempuran melawan PMK di Jawa Timur pun semakin sengit.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *