Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

DAMRI Resmi Layani Rute Banyuwangi-Jember ke Kawah Ijen, Tarif Mulai Rp 20.000

Cinta-news.com Siapa sih yang nggak kenal dengan pesona Kawah Ijen yang berada di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi? Destinasi favorit para petualang ini memang selalu berhasil bikin takjub siapapun yang memandangnya. Nah, kabar baik banget nih buat kalian yang pengen banget merasakan sensasi trekking di kawah dengan api biru yang ikonik itu. Kini, akses menuju surga tersembunyi tersebut semakin mudah dan pastinya ramah di kantong! Wisatawan yang baru turun dari kereta api di stasiun Banyuwangi atau Jember nggak perlu pusing lagi mikirin transportasi, karena mereka bisa langsung melanjutkan perjalanan dengan menumpang bus DAMRI yang super nyaman dan terjangkau.

Berita gembira ini datang langsung dari pihak DAMRI yang resmi mengumumkan tarif layanan angkutan menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kawah Ijen. Yang lebih mencengangkan lagi, tarifnya dipatok mulai dari angka yang sangat bersahabat, yaitu cuma Rp 20.000 sekali jalan! Bayangkan, dengan uang sekecil itu, mimpi untuk menjejakkan kaki di salah satu geosite paling fenomenal di dunia pun bisa terwujud tanpa harus menguras isi dompet.

General Manager DAMRI Cabang Banyuwangi, Septian Adri, menjelaskan bahwa kehadiran layanan ini memiliki misi mulia untuk memudahkan akses bagi para wisatawan maupun warga lokal yang hendak beraktivitas di kawasan Kawah Ijen. Menurutnya, menyandang status sebagai UNESCO Global Geopark bukanlah sekadar gelar kebanggaan semata, melainkan juga sebuah tanggung jawab besar yang harus diemban bersama oleh semua pihak. Melalui layanan KSPN Kawah Ijen ini, DAMRI secara aktif memastikan bahwa setiap pengunjung dapat menjangkau kawasan geosite tersebut dengan sarana transportasi yang tidak hanya aman dan terjadwal, tetapi juga sangat terjangkau. Layanan ini pun hadir sebagai solusi transportasi andalan yang siap mengantar para penjelajah menuju gerbang petualangan mereka.

Adri menambahkan bahwa terciptanya layanan strategis ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara DAMRI dengan Kementerian Perhubungan melalui BPTD Kelas II Jawa Timur. Bentuk kolaborasi ini membuktikan bahwa pemerintah serius dalam mengembangkan sektor pariwisata, terutama di kawasan Geopark Ijen. Dengan adanya dukungan subsidi dari Pemerintah, masyarakat bisa menikmati tarif yang jauh lebih ringan dibandingkan harus menyewa kendaraan pribadi atau menggunakan jasa travel dengan harga yang lebih tinggi. Subsidi ini benar-benar meringankan beban wisatawan, sehingga mereka bisa mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk menikmati keindahan alam atau oleh-oleh khas Banyuwangi.

Layanan Terintegrasi: Dari Stasiun Langsung ke Kawah!

Salah satu poin terbaik dari layanan DAMRI ini adalah konsep integrasinya dengan simpul-simpul transportasi umum, terutama stasiun kereta api. Sistem ini dirancang untuk memberikan kemudahan maksimal bagi para pelancong yang datang dari berbagai kota. DAMRI tidak hanya menyediakan bus, tetapi juga menyiapkan sistem penjemputan yang sangat terencana. Para wisatawan yang telah memesan tiket secara online melalui aplikasi DAMRI Apps akan dijemput langsung di Stasiun Rambipuji bagi mereka yang datang dari wilayah Jember. Sementara itu, bagi wisatawan yang turun di Stasiun Banyuwangi Kota, mereka juga akan mendapatkan layanan penjemputan yang sama menuju Kawah Ijen.

Dengan adanya layanan penjemputan ini, perjalanan wisata menjadi lebih praktis dan efisien. Wisatawan yang tiba menggunakan kereta api tidak perlu lagi pusing memikirkan cara menuju ke terminal atau bersusah payah berganti moda transportasi berkali-kali. Mereka cukup duduk manis di stasiun, menunggu bus DAMRI datang, dan langsung meluncur menuju Kawah Ijen. Kemudahan ini tentu menjadi nilai tambah yang signifikan, terutama bagi mereka yang baru pertama kali berkunjung ke Banyuwangi dan belum familiar dengan medan serta transportasi lokal.

Rute Banyuwangi-Kawah Ijen: Mulai Rp 20.000 Saja!

Bagi wisatawan yang memulai perjalanan dari kota Banyuwangi, tersedia koridor khusus Banyuwangi-Kawah Ijen dengan tarif super ekonomis sebesar Rp 20.000 sekali jalan. Bus penumpang akan berangkat dari Terminal Genteng Baru yang menjadi titik kumpul utama. Jadwal keberangkatan pagi tersedia pada pukul 07.00 WIB, sangat cocok bagi mereka yang ingin menikmati suasana Ijen di siang hari. Namun, yang paling menarik adalah jadwal keberangkatan malam hari pada pukul 21.00 WIB.

Jadwal ini sengaja disediakan untuk mengakomodasi wisatawan yang ingin tiba di kawasan Ijen pada malam hari dan langsung memulai aktivitas pendakian pada dini hari. Bayangkan, bisa menyaksikan fenomena blue fire yang hanya muncul di malam hari tanpa perlu repot mencari transportasi tengah malam. Selain itu, bus dari arah Banyuwangi juga menyediakan jadwal pulang dari Kawah Ijen pada pukul 09.00 WIB dan 14.00 WIB.

Rute Jember-Kawah Ijen: Hanya Rp 25.000!

Selain dari Banyuwangi, para petualang juga bisa mengakses Kawah Ijen melalui koridor Jember-Kawah Ijen. Tarif yang dipatok sedikit lebih tinggi, yaitu Rp 25.000 sekali jalan, namun tetap sangat terjangkau mengingat jarak tempuh yang lebih jauh. Dari Jember, bus akan berangkat pada pukul 07.00 WIB, 08.00 WIB, 19.00 WIB, dan 20.00 WIB. Pola jadwal yang beragam ini secara cerdas dirancang mengikuti karakteristik kunjungan wisatawan.

Keberangkatan malam hari tetap menjadi andalan bagi mereka yang ingin melakukan pendakian dini hari untuk melihat matahari terbit dan fenomena blue fire yang memukau. Adapun perjalanan pulang dari Kawah Ijen menuju Jember tersedia pada pukul 08.30 WIB, 09.00 WIB, 14.30 WIB, dan 15.00 WIB. Dengan jadwal yang begitu teratur, para wisatawan dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih matang.

DAMRI Berperan Aktif Dukung Revalidasi Geopark Ijen

Lebih dari sekadar layanan transportasi, keberadaan DAMRI di kawasan ini ternyata juga menjadi bagian penting dari dukungan terhadap proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Ijen. Seperti yang kita tahu, Geopark Ijen yang mencakup kawasan Banyuwangi dan Bondowoso ini sedang menjalani masa penentuan status. Proses revaluasi yang berlangsung selama lima hari hingga Kamis (6/8/2206) lalu merupakan evaluasi penting pertama sejak Geopark Ijen resmi ditetapkan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark pada tahun 2023.

Selama masa revalidasi tersebut, dua asesor handal dari UNESCO, yaitu Dr. Andreas Schüller dari Jerman dan Qinling Zhongnanshan dari China, turun langsung melakukan penilaian. Mereka tidak hanya duduk di ruang rapat, tetapi juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi ikonik di Banyuwangi. Beberapa tempat yang mereka tinjau antara lain Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI), Desa Adat Kemiren yang kental akan budaya Using, sentra ekonomi kreatif, serta kawasan Alas Purwo dan Teluk Pangpang yang eksotis di Kecamatan Grajagan. Layanan transportasi yang andal dari DAMRI pun turut memudahkan mobilitas tim asesor selama proses peninjauan tersebut.

Hasil dari penilaian ini nantinya akan sangat krusial bagi masa depan Geopark Ijen. Status yang akan diberikan bisa berupa Green Card apabila semua standar UNESCO terpenuhi dengan baik, Yellow Card jika masih diperlukan perbaikan dalam waktu dua tahun, atau bahkan Red Card yang berarti status UNESCO Global Geopark terancam dicabut. Layanan DAMRI yang terintegrasi dan terjangkau ini diharapkan dapat menjadi salah satu nilai tambah yang menunjukkan komitmen Indonesia, khususnya Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait, dalam mengelola kawasan Geopark Ijen secara berkelanjutan dan profesional. DAMRI hadir bukan hanya sebagai operator bus, tetapi sebagai mitra strategis dalam menjaga agar warisan dunia ini tetap terjaga dan mudah diakses oleh semua orang.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version