Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Dampak Kebakaran Gudang Kimia, Sungai Cisadane Positif Terkontaminasi Pestisida

Cinta-news.com – Warga yang biasa beraktivitas di sekitar Sungai Cisadane harus menarik napas panjang. Pemerintah akhirnya angkat bicara! Mereka meminta seluruh warga untuk menghentikan sementara penggunaan air sungai. Pasalnya, hasil deteksi menunjukkan sungai ini kini tercemar bahan kimia super berbahaya, yaitu pestisida!

Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Banten, langsung bergerak cepat. Mereka secara berkala menggelar pemantauan kualitas air. Dengan alat canggih yang diperbarui setiap jam, mereka mengawasi pergerakan zat beracun yang mengalir diam-diam di aliran Cisadane.

Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, tak main-main dalam memberikan imbauan. “Seluruh aktivitas yang memanfaatkan air Sungai Cisadane harus kami minta untuk dihentikan sementara,” tegasnya. Ia menambahkan, larangan ini berlaku hingga hasil uji laboratorium resmi keluar dan sungai dinyatakan kembali hijau alias aman.

Pencemaran pestisida ini ternyata bukan sekadar isu biasa. Pihak DLH bahkan sampai mengeluarkan imbauan keras: jangan coba-coba memakan ikan dari Sungai Cisadane! Wawan menjelaskan, ikan-ikan yang terpapar zat kimia ini sangat berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, bahkan keracunan fatal. Ia pun melarang warga untuk menangkap, mengolah, atau mengonsumsi biaya air dari sungai tersebut.

“Kami ulang sekali lagi. Semua aktivitas yang pakai air Cisadane harus setop dulu,” ujar Wawan mengulang imbauannya dengan nada serius. “Jangan mandi, jangan mencuci, jangan ambil air untuk kebutuhan apapun,” tandasnya.

Pertanyaan besar kini melayang di benak warga: sebenarnya apa sih dampaknya kalau kita sampai terpapar pestisida ini?

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, langsung memberikan penjelasan. Ia mengingatkan risiko kesehatan akibat paparan limbah kimia ini bukan main-main. Menurutnya, pestisida bisa langsung menimbulkan reaksi berbahaya pada tubuh. “Paparan limbah kimia dapat memicu iritasi kulit, gangguan pernapasan, mual, dan muntah,” jelas Dini dengan nada penuh peringatan.

Ia juga meminta warga untuk tidak menyepelekan gejala sekecil apapun. “Kalau Anda merasa gatal-gatal, pusing, atau mual setelah bersentuhan dengan air Sungai Cisadane, jangan tunda. Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat!” peringatnya.

Dini pun membagikan nomor darurat yang bisa dihubungi kapan saja. “Untuk kondisi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center 112 atau 021-5577-1135,” imbuhnya.

Lantas, dari mana datangnya racun ini? Pertanyaan ini langsung terjawab setelah Kementerian Lingkungan Hidup melakukan investigasi. Ternyata, bencana ini berawal dari peristiwa nahas: kebakaran hebat yang melanda gudang pestisida di Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan fakta mengejutkan. “Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar dalam peristiwa itu,” ungkapnya. Ia menjelaskan, air yang digunakan petugas untuk memadamkan api justru menjadi biang keladi. Air sisa pemadaman itu bercampur residu kimia, lalu mengalir begitu saja ke Sungai Jeletreng—yang merupakan anak Sungai Cisadane.

Dua jenis pestisida mematikan, yaitu cypermetrin dan profenofos, ikut larut dalam aliran air. Padahal, kedua zat ini biasanya digunakan untuk mengendalikan hama tanaman, bukan untuk diminum atau disentuh manusia.

Akibatnya? Dampaknya langsung terlihat dalam hitungan hari. “Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat sekitarnya,” keluh Hanif dengan nada prihatin.

Pencemaran Sungai Cisadane ternyata tidak berhenti di satu titik. Ia bergerak cepat dan meluas hingga radius 22,5 kilometer! Bayangkan, sejauh itu racun menyebar, meliputi wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

Warga pun dikejutkan dengan pemandangan memilukan. Sejumlah satwa sungai ditemukan mengapung tanpa nyawa. Kura-kura yang biasanya santai berenang, kini tak bergerak. Ikan sapu-sapu yang dikenal bandel, ikut menjadi korban keganasan racun pestisida.

Melihat kondisi ini, warga sekitar pun mulai panik. Beberapa dari mereka mengaku sempat menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci sebelum imbauan keluar. “Saya baru tahu kalau airnya beracun. Kemarin saya sempat cuci baju, sekarang tangan saya gatal-gatal,” keluh seorang warga yang tinggal di bantaran Cisadane.

Para nelayan kecil yang biasa mengandalkan ikan dari sungai pun mengeluh. “Saya cari nafkah dari sini. Sekarang harus libur, belum tahu sampai kapan. Ikan-ikan pada mati,” ujar salah seorang warga dengan nada lesu.

Pemerintah pun tak tinggal diam. Tim gabungan dari DLH, Dinkes, dan KLH terus melakukan pemantauan intensif. Mereka mengambil sampel air di berbagai titik untuk memastikan sejauh mana sebaran racun ini. Masyarakat berharap hasil uji laboratorium segera keluar.

Sementara itu, bagi Anda yang tinggal di aliran Sungai Cisadane, pesan dari pemerintah sangat jelas: jangan gunakan air sungai, jangan konsumsi ikannya, dan jangan anggap remeh gejala kesehatan.

Sungai yang dulu menjadi sumber kehidupan, kini berubah menjadi ancaman. Semoga pemulihan segera datang, dan Cisadane kembali mengalirkan air yang bersahabat bagi warganya.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *