Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Curhat Pelatih Vietnam Usai Gagal ke Final: “Kami Tidak Memulai Laga dengan Baik”

Cinta-news.com – Nah, petaka kembali menimpa Vietnam! Timnas Futsal Vietnam harus mengubur dalam-dalam mimpi mereka untuk melangkah ke partai puncak ASEAN Futsal Championship 2026. Bagaimana tidak? Tim berjuluk Golden Stars itu secara dramatis tumbang 2-3 dari Timnas Futsal Indonesia pada babak semifinal. Wah, pedih sekali!

Laga sengit yang berlangsung Jumat (10/4/2026) itu benar-benar berjalan alot dan penuh tekanan. Sayang seribu sayang, meskipun sudah berjuang mati-matian, Vietnam pada akhirnya terpaksa menerima kenyataan pahit. Indonesia berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan tiket final.

Pelatih Vietnam Curhat Pedas: “Start Kami Amburadul!”

Pelatih kepala Vietnam, Diego Giustozzi, secara terbuka meluapkan kekecewaannya yang mendalam. Dia mengkritik keras performa anak asuhnya, terutama pada babak awal pertandingan yang menurutnya sangat fatal. “Saya rasa kami tidak memulai laga dengan baik. Memang setelah itu kami bermain bagus, tetapi 5-10 menit pertama sungguh buruk,” keluh Giustozzi dengan nada kesal.

Dia menambahkan bahwa sebenarnya timnya mampu memberikan perlawanan sengit setelah melewati fase awal yang kacau itu. Namun, siapa sangka, kesalahan-kesalahan kecil di menit-menit pembuka justru membuat situasi menjadi rumit dan sulit diperbaiki. “Setelah periode awal itu, saya rasa kami tidak pantas kalah. Namun, ketika kami tidak bermain 100%, kualitas kami tidak cukup baik. Ya, itulah yang sebenarnya terjadi di lapangan,” sesal pelatih asal Argentina tersebut.

Tertinggal Lebih Dulu? Petaka yang Sulit Dipulihkan!

Lebih lanjut, Giustozzi juga menyoroti betapa sulitnya timnya berusaha bangkit dari keadaan tertinggal. Dia mengakui bahwa permainan Indonesia setelah unggul benar-benar solid dan membuat frustrasi. “Ketika mereka sudah unggul, keadaan menjadi sangat sulit. Pasalnya, mereka bermain dengan agresif, kuat, dan sangat taktis. Karena itu, mustahil rasanya bagi kami untuk membalikkan keadaan,” ujarnya dengan nada getir.

Menurut pengamatannya, gaya bermain Indonesia secara efektif mempersempit ruang gerak para pemain Vietnam. Alhasil, segala upaya yang dilakukan untuk menyamakan kedudukan tidak pernah berjalan sesuai rencana. Setiap serangan balik Vietnam selalu berhasil dipatahkan oleh pertahanan rapat Garuda.

Namun, kekalahan ini ternyata tidak hanya disebabkan oleh keganasan lawan. Giustozzi membuka suara bahwa kondisi internal timnya juga sedang tidak prima. Performa tim, akui dia, tidak sedang berada pada level terbaik mereka saat menghadapi laga sekrusif semifinal.

Rotasi Pemain dan Cedera: Kambing Hitam di Balik Kekalahan?

Giustozzi dengan jujur menjelaskan bahwa timnya sedang menjalani masa transisi besar-besaran. Pelatih itu tidak ragu untuk memberi kesempatan tampil kepada banyak pemain muda di turnamen penting ini. “Kami sedang mengubah susunan pemain secara drastis. Kami memberikan lebih banyak kesempatan kepada para pemain muda,” tegas Giustozzi.

Dia bahkan membeberkan fakta mencengangkan: “Sekitar 60 hingga 70 persen dari skuad kami saat ini adalah pemain baru dan pemain muda. Jadi, ini adalah proses panjang untuk mencapai tujuan utama kami di masa depan.” Artinya, tim ini memang sedang dibangun ulang dari fondasi.

Pelatih Vietnam itu menekankan bahwa para pemain muda tersebut jelas membutuhkan waktu untuk beradaptasi di level internasional. “Kita harus memberi mereka waktu, memberi mereka jam terbang, dan membiarkan mereka bermain lebih banyak agar mendapatkan pengalaman berharga,” tambahnya.

Selain masalah regenerasi, badai cedera juga ikut menghantam skuad Vietnam. Giustozzi mengonfirmasi bahwa dua hingga tiga pemain kunci timnya sedang dibekap cedera. Kondisi ini jelas membuat tim kehilangan sentuhan magis dan pengalaman di momen-momen krusial seperti semifinal. “Kami memiliki 2-3 pemain andalan yang cedera. Beberapa dari mereka bahkan absen selama 9-10 bulan dan baru saja kembali pulih untuk turnamen ini,” ungkapnya.

Pada akhirnya, Giustozzi secara halus menyinggung peran para pemain senior yang seharusnya bisa lebih diandalkan. “Karena situasi inilah, sekarang saatnya bagi para pemain bintang kami untuk mengambil tanggung jawab lebih besar dan bermain lebih maksimal lagi ke depannya,” pungkas pelatih yang tampaknya masih akan melakukan banyak pembenahan. Apakah Vietnam akan bangkit? Atau justru Indonesia yang semakin kokoh di atas? Kita tunggu saja!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *