Cinta-news.com – Halo, Sahabat Pencinta Siomay! Saatnya kita semua siaga dan buka mata lebar-lebar. Kabar buruk lagi beredar. Praktik pencampuran ikan sapu-sapu ke dalam siomay kembali marak dan bikin resah. Alasannya sederhana. Harga ikan sapu-sapu yang super miring menggoda pedagang nakal. Mereka ingin meraup untung lebih besar. Tindakan ini jelas merugikan konsumen dan menyimpan bahaya kesehatan. Makanya, yuk, kita belajar bedakan siomay “abal-abal” dengan siomay premium.
3 Ciri Mencurigakan Siomay yang Pakai Ikan Sapu-Sapu
Pertama, langsung perhatikan warnanya. Siomay berbahan ikan sapu-sapu biasanya terlihat kusam dan abu-abu gelap. Daging ikan sapu-sapu memang lebih gelap dari daging tenggiri yang putih bersih. Namun, jangan terkecoh juga. Beberapa siomay justru terlihat putih bersih secara tidak wajar. Warna menipu itu bisa berasal dari bahan pemutih berbahaya. Patokannya, siomay tenggiri asli punya warna putih pucat natural dengan semburat abu-abu halus.
Kedua, hidungmu adalah sensor terbaik. Cium aroma siomay dengan seksama. Siomay berkualitas dari ikan segar memiliki aroma khas yang segar dan tidak menyengat. Sebaliknya, siomay dengan ikan sapu-sapu seringkali berbau amis kuat dan menusuk. Bahkan, ada aroma aneh atau tengik yang tidak wajar. Kalau baunya sudah bikin kamu mengernyit, lebih baik urungkan niat untuk membeli.
Ketiga, ingatlah prinsip “Ada Harga, Ada Rupa”. Harga bisa jadi indikator paling jelas. Jika kamu menemukan siomay dengan harga jual jauh lebih murah, kamu patut curiga. Modal rendah dari bahan baku murah memungkinkan harga jual super hemat. Sebagai perbandingan, harga ikan sapu-sapu di pasaran bisa serendah Rp 17.000 per kilo. Sementara itu, harga ikan tenggiri segar berkualitas bisa mencapai Rp 135.000 per kilo. Jelas, perbedaan besar ini memengaruhi kualitas dan harga jual akhir. Jadi, jangan mudah tergoda harga murah yang menggiurkan.
Lho, Memangnya Ikan Sapu-Sapu Berbahaya?
Nah, ini bagian yang paling krusial. Jenis ikan sapu-sapu sendiri bukanlah ikan yang secara alami beracun. Masalah utamanya sepenuhnya terletak pada lingkungan hidup mereka. Ikan ini terkenal sebagai pemakan segalanya. Mereka banyak hidup di sungai-sungai yang sudah tercemar berat, seperti Kali Ciliwung di Jakarta. Sungai-sungai tersebut sudah dikonfirmasi mengandung berbagai polutan dan logam berat berbahaya, contohnya merkuri.
Fakta mengejutkan pun terungkap. Ikan sapu-sapu dari Kali Ciliwung mengandung kadar merkuri yang melampaui batas aman konsumsi. Logam berat seperti merkuri bisa menumpuk di tubuh kita. Lambat laun, zat berbahaya ini memicu gangguan kesehatan serius. Mulai dari kerusakan fungsi hati, gangguan saraf, hingga peningkatan risiko kanker. Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta bahkan menemukan setidaknya delapan sungai di Jakarta yang tercemar logam berat. Artinya, seluruh biota di sungai-sungai itu menyimpan risiko tinggi dan tidak layak konsumsi.
Pernyataan dari ahlinya, Irma Rumondang, semakin menguatkan bahaya ini. Beliau adalah Kepala Laboratorium Instrumen BBKK. Beliau menegaskan bahwa masalahnya bukan pada spesies ikannya, melainkan pada kondisi habitat yang tercemar. Ikan sapu-sapu dari lingkungan beracun akan menyerap zat-zat berbahaya dalam tubuhnya. Kemudian, racun-racun itu bisa berpindah ke tubuh kita saat kita menyantap siomay yang mengandung ikan tercemar.
Akhirnya, kasus siomay ikan sapu-sapu ini harus jadi alarm pengingat yang keras. Kita semua dituntut untuk jadi konsumen yang lebih cerdas dan teliti. Utamakan selalu membeli dari pedagang atau merek yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Libatkan indra penglihatan dan penciumanmu sebelum membeli. Dan yang paling penting, jangan pernah terbawa euforia oleh harga murah. Kesehatanmu jauh lebih berharga daripada sekadar selisih beberapa ribu rupiah. Yuk, bagikan info ini ke keluarga dan teman-teman agar kita semua bisa lebih waspada.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
