Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Bukan Menjaga, Malah Merusak! Oknum Petugas Lapas Jadi Kurir Narkoba untuk Warga Binaan

Cinta-news.com – Sebuah aksi nekat dan pengkhianatan terhadap tugas publik akhirnya petugas gagalkan dengan gemilang! Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pamekasan, seorang oknum pegawai berinisial AK justru berbalik menjadi penyelundup. Pada Minggu (11/1/2026) yang lalu, petugas penjagaan berhasil meredam niat buruk AK. Mereka menangkapnya basah-basah saat dia berusaha menyelipkan narkoba jenis sabu ke dalam blok narapidana. Alhasil, pihak lapas tidak mengizinkannya masuk untuk bertugas, dan langsung menyeretnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Cerita bermula ketika AK dengan santainya hendak melangkah masuk melalui pos penjagaan. Namun, petugas jaga mengamati langkahnya yang terlihat tidak semulus biasanya. Kemudian, barang bawaan yang dibawanya secara mencolok memantik kecurigaan tajam mereka. Tanpa ba-bi-bu, petugas segera menghentikan dan memeriksanya. Lebih jauh lagi, pemeriksaan singkat itu akhirnya mengungkap niat gelap yang tersembunyi. Bukannya mendapat izin masuk, petugas jaga justru mengamankan AK di tempat kejadian perkara.

Menanggapi insiden memalukan ini, Kepala Lapas setempat, Syukron Hamdani, langsung mengambil kendali. Pada Kamis (15/1/2026), dia dengan tegas mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan benar-benar membuktikan adanya barang terlarang jenis narkotika. “Tanpa menunggu lama, kami langsung memerintahkan petugas lain untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi lebih dalam,” tegas Syukron. Selain itu, dia menegaskan bahwa timnya merancang investigasi ini untuk mengungkap jaringan seutuhnya. Oleh karena itu, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada AK sebagai pelaku utama.

Selanjutnya, tim investigasi pun melebarkan jaringnya secara signifikan. Mereka juga memeriksa secara menyeluruh narapidana yang diduga kuat terlibat dalam skema ini. Bahkan, sebagai bentuk komitmen terhadap keadilan, Lapas Pamekasan secara proaktif melaporkan seluruh kejadian ini ke Polres Pamekasan. Dengan demikian, kasus ini kini tidak hanya menjadi urusan internal lapas. Kepolisian kini mengambil alih untuk menindaklanjuti kasus ini secara hukum. “Kami sudah melaporkan kasus ini ke kepolisian,” ucap Syukron dengan penuh keyakinan.

Melalui penjelasan yang lebih rinci, Syukron Hamdani membeberkan momen penangkapan yang sangat krusial. Rupanya, upaya penyelundupan itu terbongkar tepat pada saat AK mengklaim akan masuk untuk bertugas menggantikan petugas penjagaan yang ada. Akan tetapi, petugas lain yang berjaga memiliki insting yang sangat tajam. Mereka langsung mencurigai barang yang dibawa AK di pintu masuk utama. Akibatnya, mereka segera menyita dan memeriksa barang tersebut, dan hasilnya sungguh mengejutkan: sabu-sabu! “Langsung kami amankan dan kami periksa. Termasuk warga binaan yang diduga terlibat,” ungkapnya dengan nada kesal.

Kini, konsekuensi berat menghadang AK. Saat ini, pelaku telah menjalani proses pemeriksaan yang lebih intensif di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur. Sudah pasti, AK harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan melawan hukumnya sebagai seorang aparat negara yang seharusnya menjadi penjaga, bukan perusak. Sementara itu, pihak lapas telah memenuhi panggilan dari polisi untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Mereka juga telah menyerahkan barang bukti fisik dan sejumlah nama saksi kunci kepada pihak kepolisian guna memperkuat proses hukum. Dengan kata lain, mereka menyiapkan seluruh rangkaian pembuktian secara matang untuk memastikan AK tidak bisa berkutik.

Insiden ini menyisakan pelajaran pahit tentang betapa pentingnya integritas. Bagaimanapun, institusi pemasyarakatan harus menjadi tempat rehabilitasi, bukan justru terkontaminasi oleh oknum-oknum yang memanfaatkan aksesnya. Selain itu, kita patut mengacungi jempol kewaspadaan tinggi dari rekan sejawat AK, karena mereka berhasil mencegah barang haram itu beredar di dalam lapas. Oleh sebab itu, masyarakat pun berharap proses hukum akan berjalan transparan dan tanpa tebang pilih. Pada akhirnya, kasus ini harus menjadi momentum pembersihan internal dan peringatan keras bagi siapa pun yang berniat menyalahgunakan wewenangnya.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version