Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Bongkar Laboratorium Narkoba di Apartemen Sunter, Polisi Amankan WNA Iran

JAKARTA, Cinta-news.com – Aparat kepolisian berhasil membongkar laboratorium narkoba clandestine yang beroperasi di apartemen kawasan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tim gabungan Bareskrim menggerebek lokasi pada Sabtu (14/2/2026) malam dan mengungkap jaringan narkotika internasional yang menghubungkan Iran dengan Indonesia.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso membuka tabir operasi senyap ini saat konferensi pers. Pihaknya memulai penggerebekan apartemen mewah tersebut setelah sukses mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal Iran bernama Saeidi Bayaz pada hari yang sama di kawasan Jakarta Timur.

Petugas langsung menyegel lokasi dan menemukan tumpukan barang bukti yang mencengangkan saat menggeledah apartemen milik tersangka. Mereka mengamankan empat bungkus narkotika jenis sabu dengan berat total mencapai 1.683 gram bruto. Tak hanya itu, satu unit telepon genggam dan satu paspor milik tersangka juga ikut mereka sita.

Peralatan laboratorium modern langsung menyita perhatian petugas saat memasuki unit apartemen tersebut. Mereka menemukan satu unit electrical powder grinder yang biasa digunakan untuk menghaluskan bahan kimia. Sebuah kompor gas portabel juga ikut mereka amankan lengkap dengan satu timbangan digital presisi tinggi.

Petugas kemudian menggeledah dapur apartemen yang telah disulap menjadi laboratorium ilegal tersebut. Mereka menemukan tiga botol kaca berisi cairan kimia aseton serta dua jeriken besar yang juga berisi aseton dalam jumlah banyak. Bahan kimia ini biasa mereka gunakan dalam proses pengolahan narkotika.

Saat memasuki area ruang tengah, polisi melihat peralatan masak yang telah dimodifikasi untuk kepentingan produksi narkoba. Mereka menyita empat panci berbagai ukuran, satu teko aluminium, dan satu saringan halus yang mereka gunakan untuk memisahkan kristal sabu. Satu alat kocok manual dan satu alat isap sisa pakai juga ikut mereka amankan dari lokasi.

Seorang petugas kemudian menemukan alat semprot kimia dan satu sodet yang masih menempel residu di sudut ruangan. Petugas langsung memasukkan barang-barang tersebut ke dalam kantong bukti untuk mereka analisis lebih lanjut di laboratorium forensik.

Saat membuka lemari dapur, tim mengamankan satu pak plastik klip besar ukuran 1 kilogram yang masih tersegel. Mereka juga menemukan satu pak sarung tangan medis yang biasa mereka gunakan untuk melindungi diri dari bahan kimia berbahaya. Setrika uap modern dan satu gulung kertas minyak ikut menjadi bagian dari barang bukti yang mereka sita.

Di atas meja makan, polisi melihat satu piring bekas wadah sabu yang masih menyisakan serbuk putih. Mereka kemudian memeriksa area balkon dan menemukan dua stoples besar berisi limbah beracun hasil pengolahan sabu. Satu peti kulit mewah dan empat lembar kulit pelapis juga ikut mereka amankan karena diduga mereka gunakan untuk menyembunyikan narkotika.

Kronologi penangkapan yang berujung pada penggerebekan laboratorium ini ternyata cukup menegangkan. Unit 5 Subdit 5 Dittipid Narkoba Bareskrim Polri mendapatkan informasi pengembangan pada Jumat, 14 Februari 2026. Informasi tersebut berasal dari hasil control delivery terhadap tersangka sebelumnya, Kazemi Kouhi Farzad.

Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan bahwa pengembangan kasus mengarah pada petunjuk baru yang sangat krusial. “Husein yang berada di Iran dan masuk DPO memerintahkan dia (Kazemi Kouhi Farzad) untuk bertemu seorang laki-laki yang bernama Saeidi,” ungkap Eko dengan nada serius.

Sosok Husein yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) di Iran ternyata menjadi dalang di balik operasi narkoba internasional ini. Ia mengatur pertemuan rahasia antara Kazemi Kouhi Farzad dengan Saeidi Bayaz di sebuah restoran khas Timur Tengah.

Husein menjadwalkan pertemuan tersebut di Kourosh Kebab yang berlokasi di Jalan Pramuka, Utan Kayu, Jakarta Timur. Para pelaku memilih restoran ini karena ramai pengunjung sehingga memudahkan mereka untuk berbaur dan menghindari kecurigaan aparat.

Pada pukul 19.03 WIB, tim gabungan Bea dan Cukai bersama personel Bareskrim Polri langsung bergerak cepat menuju lokasi. Mereka membawa Farzad sebagai kunci untuk mengidentifikasi target yang hendak mereka tangkap. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 19.50 WIB dengan pengamanan ketat.

Sesampainya di restoran, tim segera menyisir area dan mengidentifikasi seorang pria WNA yang Farzad tunjuk sebagai Saeidi Bayaz. Dalam hitungan menit, mereka mengamankan tersangka tanpa perlawanan berarti. Suasana restoran sempat gempar, namun petugas bertindak profesional dan cepat.

“Setelah kami melakukan interogasi singkat dan memeriksa ponsel WNA Saeidi tersebut, kami menemukan alamat tempat tinggal yang bersangkutan,” ungkap Direktur Narkoba Bareskrim tersebut. Ponsel Saeidi menjadi petunjuk emas yang mengarahkan polisi ke apartemen mewah di Tanjung Priok.

Tim tidak membuang waktu dan langsung bergerak menuju lokasi baru. Pada pukul 20.28 WIB, rombongan tiba di apartemen mewah tersebut. Mereka segera berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat untuk memudahkan akses menuju lantai 27 unit 28BD.

Petugas naik ke lantai 27 dan langsung menuju unit yang dimaksud. Mereka melakukan penggeledahan resmi dengan disaksikan pihak keamanan apartemen, wakil koordinator lapangan, dan pengurus apartemen. Semua prosedur hukum mereka jalankan dengan transparan dan sesuai aturan yang berlaku.

Saat pintu unit terbuka, pemandangan tak terduga langsung menyambut petugas. Mereka menemukan peralatan produksi laboratorium gelap atau clandestine lab yang tertata rapi di dalam apartemen. Berbagai barang bukti narkotika jenis sabu juga tersebar di beberapa sudut ruangan.

Tim segera mengamankan tempat kejadian perkara dan menghubungi Puslabfor Bareskrim Polri. Mereka memasang garis polisi di sekeliling unit apartemen tersebut untuk menjaga keutuhan barang bukti. Para pelaku kemudian mereka giring keluar untuk proses pengembangan dan penyidikan lebih lanjut.

Operasi gabungan ini membuktikan komitmen Polri dalam memberantas peredaran narkoba jaringan internasional. Masyarakat Sunter Agung dan Tanjung Priok pun mengapresiasi tindakan cepat aparat yang membongkar laboratorium ilegal di lingkungan mereka.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *