DENPASAR, Cinta-news.com – Seorang DJ asal Turki yang seharusnya menghibur, justru nekat menjadi kurir narkoba. Petugas menggagalkan aksi HS (26) ini di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Mereka menemukan kokain seberat 1,2 kilogram dalam tasnya. Polisi kemudian menyita barang bukti tersebut.
Aparat mengungkap nilai barang haram itu sangat fantastis. Kokain senilai Rp 9,1 miliar itu berhasil digagalkan peredarannya. Namun, ternyata HS hanya bertugas sebagai pengantar. Polisi menduga seorang WNA berinisial M sebagai penerima paket haram tersebut di Bali. Sayangnya, mereka masih memburu M yang diduga bersembunyi di Pulau Dewata.
Kombes Pol Radiant, Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, membenarkan hal ini. Ia menjelaskan bahwa HS mengaku hanya akan menyerahkan barang itu kepada M. Timnya kini sedang mendalami dan mengejar keberadaan M di Bali. Jadi, jaringan ini masih menyisakan satu target buruan penting.
Kronologi penangkapan ini bermula dari kewaspadaan petugas Bea dan Cukai. Saat memeriksa barang bawaan HS pada Selasa (3/2/2026), mereka langsung curiga. Petugas akhirnya menemukan kantong plastik bening di balik dinding tas ranselnya. Kantong itu berisi kokain. Mereka lalu menyerahkan HS ke Ditresnarkoba Polda Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari pemeriksaan, terungkap bahwa M yang memerintahkan HS. M menyuruhnya mengambil kokain di sebuah hotel di Brazil. Kemudian, HS harus menyelundupkannya ke Bali. Namun, hal yang mengejutkan adalah HS belum menerima upah. Ia hanya mengira akan mendapat bayaran nanti. HS mengaku belum menerima upahnya sama sekali hingga polisi menangkapnya.
Atas perbuatannya, HS kini menghadapi jerat hukum yang berat. Polisi menjeratnya dengan Pasal 609 dan 610 UU KUHP baru. Pasal itu mengancamnya dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun. Hukuman paling beratnya bahkan bisa berupa pidana mati.
Kasus ini memberikan pelajaran berharga. Aparat kepolisian dan Bea Cukai Bali membuktikan kewaspadaan mereka tinggi. Bandara Ngurah Rai tidak bisa dijadikan pintu masuk narkoba. Tindakan HS yang tergiur iming-iming justru menjerumuskannya. Publik diharapkan terus mendukung upaya pemberantasan narkoba. Mereka harus melaporkan aktivitas mencurigakan. Narkoba telah merusak banyak generasi muda. Setiap upaya penyelundupan harus kita tentang bersama.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











