JAKARTA, Cinta-news.com – Bayangkan perasaan Anda saat hendak berziarah. Bukannya makam tenang, yang menyambut justru kuburan keluarga yang sudah berubah menjadi danau hijau! Inilah kenyataan pahit yang menghantui Taman Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara.
Air hujan yang mengguyur sejak pagi perlahan mengubah TPU Semper menjadi sebuah danau luas. Kejadian ini ternyata bukan yang pertama kali. TPU Semper justru menjadi langganan banjir setiap tahun. Lebih mengenaskan lagi, satu blok pemakaman di sisi timur hampir tidak pernah surut, meski bukan musim hujan.
Blok tersebut kini mirip danau permanen yang permukaannya sudah ditumbuhi eceng gondok. Saat ini, bukan cuma satu blok yang tenggelam. Puluhan blok lainnya juga terendam banjir setinggi 60 sentimeter! Curah hujan tinggi sejak akhir Desember 2025 menjadi penyebabnya.
9.000 Makam Terendam, Papan Nisan Mengambang!
Pengelola TPU Semper, Sukino (47), memaparkan fakta mencengangkan. Setidaknya 28 blok, untuk unit Islam dan Kristen, kini terendam banjir. “Totalnya bisa mencapai 9.000 makam yang terendam,” ungkap Sukino di lokasi pada Rabu (4/2/2026).
Area terdampak paling parah terjadi di blok 41 hingga 48 dan 50 hingga 60. Di sana, sebagian besar nisan sudah tidak terlihat. Hanya makam yang sudah ditinggikan dan dikeramik yang masih nampak. Namun, peziarah akan kesulitan menjangkau makam di area tengah.
Sementara itu, makam biasa yang hanya disemen sudah pasti hilang dari pandangan. Yang lebih memilukan, beberapa papan nisan terlihat mengambang di atas air. Banjir juga meluap ke jalan di sisi timur TPU. Hal ini menyulitkan warga dan peziarah untuk melintas.
Jalan yang berhari-hari tergenang pun berubah warna menjadi kehijauan. Lumut yang tumbuh membuatnya sangat licin. Saking licinnya, ban motor peziarah sampai tergelincir. Meski berbahaya, beberapa peziarah tetap nekat menerobos. Dengan wajah cemas, mereka berjuang melintasi banjir hanya untuk menaburkan bunga dan berdoa.
Dua Minggu Terendam, Kondisi Lebih Parah!
Sukino mengungkapkan, TPU Semper kembali terendam sejak dua minggu terakhir. “Sudah dua minggu seperti ini. Sempat kering, tapi hujan lagi dan banjir kembali,” ucapnya.
Menurutnya, banjir tahun ini jauh lebih parah. TPU bisa terendam selama berminggu-minggu. Padahal tahun lalu, genangan biasanya surut dalam hitungan hari. Sayangnya, hujan masih sering turun dengan intensitas besar. Hal ini membuat TPU itu masih mirip lautan.
Akar Masalah: Lahan Rendah Dikepung Depo Kontainer
Sukino mengakui persoalan banjir di TPU Semper masih belum tertangani. Ada beberapa penyebab utama.
Pertama, kondisi area makam jauh lebih rendah daripada lahan sekelilingnya. Banyak lahan sekitarnya berubah menjadi depo kontainer. Posisi depo kontainer yang lebih tinggi membuat air hujan mengalir seluruhnya ke TPU. Di samping itu, saluran air sekitar juga tidak berfungsi maksimal. Banyak selokan tersumbat, sehingga air tidak bisa mengalir ke kali di belakangnya.
Upaya Darurat: Penyedotan dengan Pompa Mobile
Salah satu upaya darurat adalah penyedotan menggunakan pompa. Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta membantu dengan membuat saluran baru dari beton. Saluran ini mengalirkan air yang sudah disedot ke kali.
Petugas menggunakan satu pompa mobile dari Dinas SDA. Petugas Operator Pompa, Randi, mengatakan pompa itu memiliki kekuatan besar. Dengan kekuatan tersebut, genangan air bisa surut dalam 3-4 jam. Syaratnya, hujan tidak turun sepanjang hari. Namun, jika hujan datang lagi, area makam akan kembali terendam.
Depo Kontainer Dituding Sebagai Biang Kerok
Direktur Eksekutif Rujak Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja, menilai depo kontainer sebagai penyebab utama. “Lahan sekitarnya ditinggikan. Depo kontainer itu sama sekali tidak memiliki daya serap,” jelas Elisa.
Ketiadaan daya serap itu membuat air dari depo kontainer langsung mengalir ke area pemakaman. Ditambah lagi, kali di belakang makam terlalu sempit dan sudah penuh air limbah.
Elisa juga menyoroti kurangnya perlindungan dari Pemprov Jakarta. Padahal, seharusnya bisa dibangun sistem mini polder untuk perlindungan. Selain itu, pemerintah perlu menindak tegas depo kontainer. Pemerintah harus memastikan depo itu menyediakan saluran air yang baik. Tanpa langkah tegas, TPU Semper akan terus terendam. Air juga akan meluap ke permukiman warga di sekitarnya.
Akhirnya, kondisi kali di depan TPU yang belum bertanggul memperparah keadaan. Kali itu mudah meluap. Oleh karena itu, Pemprov Jakarta harus memberi perhatian ekstra. Dengan demikian, persoalan banjir kronis di TPU Semper dan penderitaan para peziarah dapat segera diakhiri.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
