Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

“AS Siap Bantu,” Seru Trump Menanggapi Demo Iran yang Telah Tewaskan 65 Orang

JAKARTA, Cinta-news.com – Dunia kembali diguncang! Gelombang demonstrasi besar telah mengguncang Iran selama lebih dari dua pekan. Kini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan menyatakan kesiapannya membantu para pengunjuk rasa. Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Sabtu (10/1/2026), Trump dengan tegas menyampaikan, “Iran sedang mengincar kebebasan, mungkin belum pernah sebelumnya. Amerika Serikat siap membantu.” Namun, publik masih bertanya-tanya tentang bentuk bantuan yang dia maksud.

Pernyataan bombastis ini tidak datang tiba-tiba. Sebelumnya, Trump sudah mengeluarkan peringatan keras. Dia menyatakan AS akan menyerang jika pemerintah Iran membunuh peserta demonstrasi. Senator Partai Republik Lindsey Graham juga langsung menyambut hangat. Dia mengklaim “mimpi buruk” panjang rakyat Iran bakal segera berakhir. “Keberanian dan tekadmu untuk mengakhiri penindasan telah diperhatikan (Trump) dan semua orang yang mencintai kebebasan,” tegas Graham. Dia bahkan melanjutkan, “Ketika Presiden Trump mengatakan ‘Make Iran Great Again’, itu berarti para pengunjuk rasa di Iran harus menang atas ayatollah.”

Sementara itu, situasi di lapangan semakin mencekam. Demonstrasi kini telah meluas ke 31 provinsi di seluruh Iran. Yang lebih mengerikan, jumlah korban tewas telah mencapai 65 orang menurut catatan Kantor Berita Hak Asasi Manusia. Menanggapi hal ini, pemerintah justru mengambil langkah drastis. Mereka memadamkan akses internet secara nasional selama 24 jam terakhir. Lembaga pemantau internet NetBlocks menyebut langkah ini jelas melanggar hak warga. Tujuannya untuk menutupi kekerasan rezim dari mata dunia. Amnesty International juga menegaskan hal serupa. Pemadaman total internet sengaja mereka lakukan untuk menyembunyikan skala pelanggaran HAM yang sebenarnya.

Pemerintah Iran akhirnya angkat bicara. Dalam komentar pertamanya, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dengan keras menyebut para demonstran sebagai “perusak dan penyabotase”. Dia bahkan menuding tangan Presiden Trump “berlumuran darah” lebih dari seribu warga. Khamenei merujuk pada perang Israel melawan Iran pada Juni lalu yang didukung AS. Dengan penuh keyakinan, dia meramalkan Trump akan “digulingkan”. “Republik Islam Iran tidak akan mundur menghadapi para penyabotase,” tegasnya.

Ancaman pun terus berlanjut. Jaksa Agung Mohammad Movahedi Azad mengirimkan ancaman serius. Dia menyatakan para demonstran akan dijerat dengan tuduhan moharebeh atau “musuh Tuhan”. Dakwaan ini bisa berujung pada hukuman mati! Dakwaan berat itu akan berlaku bagi para “perusuh dan teroris” yang merusak properti dan mengganggu keamanan. Sementara itu, Jaksa Teheran Ali Salehi juga melontarkan ancaman serupa. Ini terjadi setelah Khamenei menuduh para demonstran bertindak atas nama Trump.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version