Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Agar Pemulihan Tak Tersendat, Pertamina Percepat Layanan BBM dengan SPBU Mobile

JAKARTA, Cinta-news.com – Menghadapi situasi darurat pascabencana di Sumatera, PT Pertamina Patra Niaga (Persero) secara sigap langsung mengerahkan senjata andalannya! Perusahaan tidak main-main, mereka segera mengoptimalkan dua moda suplai darurat yang super praktis, yaitu Pertamina Mobile SPBU dan canting atau set tabung mini. Tujuan mereka jelas dan mendesak: untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah-wilayah yang terdampak bencana. Sebab, seperti kita tahu, BBM adalah nyawa bagi segala aktivitas tanggap darurat dan pemulihan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dengan tegas menyatakan prioritas utama perusahaan. “Fokus kami adalah memastikan masyarakat tetap bisa bergerak dan menjalankan aktivitas pemulihan tanpa hambatan,” ungkapnya. Lebih lanjut, Roberth membeberkan strategi yang dijalankan. “Kami aktifkan berbagai moda suplai, mulai dari Pertamina Mobile SPBU, hingga canting untuk pengisian dari drum. Kami sangat paham bahwa masyarakat sedang berjuang bangkit, dan energi adalah kebutuhan vital yang harus dipenuhi segera,” tegas Roberth dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/12/2025).

Sebagai bukti nyata, Roberth langsung mencontohkan layanan di SPBU 14.244.430 Kelurahan Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang. Di lokasi inilah, Tim Pertamina Patra Niaga menunjukkan aksi nyata mereka. Mereka menyalurkan Pertalite menggunakan Pertamina Mobile SPBU, yang bentuknya adalah sebuah mobil tangki modular berkapasitas 16 kiloliter. Hebatnya, mobil tangki ini sudah dilengkapi dengan nosel yang memungkinkan pengisian BBM dilakukan secara langsung kepada konsumen, persis seperti SPBU pada umumnya!

Tidak berhenti di situ, untuk mempercepat layanan dan menjangkau lebih banyak warga, tim juga menggunakan 10 set tabung mini yang sudah dilengkapi nosel. Alat sederhana namun sangat efektif ini memungkinkan proses pembelian BBM oleh warga menjadi jauh lebih cepat dan fleksibel. Dengan begitu, antrean pun dapat mereka minimalisir dan pasokan energi bisa mereka distribusikan ke lebih banyak titik.

Selain itu, Roberth juga mengungkapkan bahwa Pertamina Patra Niaga mengoperasikan Pertamina Mobile SPBU di lokasi strategis lainnya, yaitu di SPBU 11.201.106 Polonia, Kota Medan. Inisiatif cerdas ini terbukti mampu mempercepat proses pengisian BBM secara signifikan. Bahkan, kehadiran SPBU mobile ini menjadi solusi kunci untuk mengatasi lonjakan kebutuhan energi pascabencana yang melanda beberapa wilayah sekaligus.

Lalu, seberapa besar lonjakan kebutuhannya? Roberth memberikan data yang mencengangkan. Menurutnya, kebutuhan BBM di wilayah terdampak ternyata melonjak drastis hingga mencapai 50 persen dari konsumsi normal. Lonjakan tajam ini terjadi setelah banjir dan longsor menghantam tiga provinsi di Sumatera. Bayangkan, di tengah keterpurukan, masyarakat justru butuh energi lebih untuk evakuasi, operasi tanggap darurat, hingga memulai perbaikan rumah dan fasilitas publik.

Sementara itu, dari garis depan, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan komitmen seluruh tim. “Semua anggota tim bekerja tanpa henti untuk memastikan layanan energi tetap aman dan tetap bisa menjangkau masyarakat di titik terdampak sekalipun,” ujar Fahrougi dengan penuh semangat.

Fahrougi juga menyentuh sisi humanis dari operasi ini. “Setiap liter BBM yang kami salurkan memiliki makna yang mendalam. Ini bukan sekadar urusan operasional bisnis, melainkan bagian dari upaya solidaritas untuk membantu saudara-saudara kita kembali pulih dan bangkit. Untuk itu, komitmen kami tidak main-main: layanan harus tetap aman, cepat, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” paparnya dengan penuh keyakinan.

Terakhir, sebagai langkah antisipasi ke depan, Fahrougi menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat jaringan koordinasi. Koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya akan mereka jalin terus-menerus. Tujuannya satu: menjaga stabilitas pasokan energi selama masa pemulihan berlangsung. Dengan strategi komprehensif ini, pasokan energi yang stabil dan terjamin akan mendukung pemulihan wilayah bencana agar berjalan lebih lancar.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version