Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

8 Tahanan Polres Bangka yang Kabur Berhasil Diamankan dalam Waktu Kurang Dua Hari

BANGKA, Cinta-news.com – Bayangkan, delapan tahanan nekat melarikan diri dari sel tahanan Mapolres Bangka. Tapi tunggu dulu, akhir ceritanya bikin lega! Tim gabungan dari Polda Kepulauan Bangka Belitung berhasil membekuk kembali kedelapan buronan tersebut. Hebatnya lagi, seluruh tahanan berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 2×24 jam setelah aksi kabur mereka terendus aparat. Wuih, cepet banget, kan?

Siapa sih di balik keberhasilan kilat ini? Kabid Humas Polda Babel, Kombes Agus Sugiyarso, dengan penuh syukur memaparkan pencapaian gemilang tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Aula Polres Bangka pada Jumat (10/4/2026).

“Alhamdulillah, kami patut bersyukur. Berkat kerja keras tim gabungan yang luar biasa, kurang dari 48 jam kami berhasil mengamankan seluruh tahanan yang kabur,” ujar Agus dengan nada lega. “Jumlahnya delapan orang, dan semuanya sudah kembali kami kuasai.”

Kronologi Mencekam: Gergaji dan Akrilik Jadi Senjata Kabur

Nah, begini cerita awalnya, Sob! Aksi nekat ini ternyata terjadi pada Rabu dini hari, 8 April 2026, tepatnya sekitar pukul 04.15 WIB. Coba bayangkan kegaduhan di tengah malam yang hening itu. Para tahanan dengan cerdik meloloskan diri—mereka memotong teralis besi pakai gergaji! Setelah itu, mereka pun memecahkan akrilik kaca di ruang tahanan. Kreatif tapi salah sasaran, ya.

Lalu, bagaimana petugas bisa sadar? Petugas jaga baru menyadari kekacauan ini sekitar pukul 04.49 WIB. Apa yang mereka temukan? Satu batang besi teralis di ruang besuk ternyata sudah terpotong rapi dan dibengkokkan. Spontan, suasana malam yang tenang berubah panik.

Tanpa buang waktu, laporan ini langsung meluncur ke atas meja Kapolres Bangka dan Kapolda Babel. Reaksi mereka cepat: mereka langsung membentuk tim khusus untuk memburu para pelarian. Gerak cepat banget, deh!

Ada yang Menyerah Diri, Sisanya Diburu Tim

Dari total delapan tahanan yang kabur, dua orang di antaranya memilih jalan sadar. Dua tahanan itu menyerahkan diri tanpa perlawanan. Sementara enam lainnya? Tim di lapangan berhasil menangkap mereka melalui proses pengejaran yang intens. Bisa dibilang, tak ada satu pun yang lolos. Mantap!

Siapa saja mereka ini? Yuk, kenali identitas kedelapan tahanan tersebut:

  1. M. Takfin (36) – kasus Narkoba. Duh, ranah haram ini memang memakan banyak korban.
  2. Hari Darma (25) – kasus PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak). Ini serius, ya.
  3. Yogi Triliando (32) – kasus Narkoba lagi.
  4. Andri Darmawan (23) – masih muda, tapi terjerat Narkoba.
  5. Supriyadi (24) – juga kasus Narkoba.
  6. Weli (35) – kasus Pencurian.
  7. Anugerah (23) – kasus PPA.
  8. Rosi Afrianto (35) – kembali lagi ke kasus Narkoba.

Mayoritas narkoba, kan? Ini jadi perhatian serius tersendiri.

Sinergi Dahsyat: Polisi, Keluarga, dan Masyarakat Bersatu!

Agus Sugiyarso dengan tegas menekankan bahwa keberhasilan dramatis ini tidak lepas dari komitmen dan atensi khusus dari Kapolda Irjen Viktor Sihombing. Kapolda memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang bergerak cepat. Tak hanya itu, ia juga berterima kasih kepada pihak keluarga tahanan yang kooperatif selama proses pencarian. Bahkan, masyarakat sekitar pun dilibatkan—mereka dengan sigap memberikan informasi.

“Ini contoh nyata, lho! Sinergi yang baik antara kepolisian, masyarakat, dan media mampu mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Agus dengan penuh semangat.

Pasca-Kabur: Audit SOP dan Pemeriksaan Internal

Namun, jangan senang dulu. Insiden ini memicu langkah besar dari Polda Babel. Pasca-pelarian ini, pihak kepolisian akan mengaudit secara menyeluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) penjagaan. Bukan hanya di Polres Bangka, lho, seluruh rumah tahanan (rutan) di jajaran Polres akan mendapatkan pemeriksaan ketat. Mereka ingin mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.

Selain audit sistem, penyelidikan internal pun digulirkan. Personel yang bertugas saat kejadian sedang dalam pemeriksaan. Kapolda dengan tegas menyatakan akan memberikan sanksi berat jika ditemukan unsur kelalaian dari anggota piket penjagaan. “Kami tidak main-main,” tegas Agus. “Polda Babel telah menurunkan tim khusus untuk memeriksa personel. Jika terbukti lalai, kami pastikan akan ada tindakan tegas sesuai komitmen Bapak Kapolda,” pungkasnya.

Kesimpulannya? Kaburnya delapan tahanan ini sempat membuat publik was-was. Namun, keberhasilan polisi membekuk mereka dalam waktu kurang dari 48 jam patut diacungi jempol. Sekarang, giliran evaluasi internal yang harus berjalan ketat. Apakah SOP penjagaan akan diperketat? Apakah petugas yang lalai bakal dihukum? Kita tunggu saja langkah selanjutnya dari Polda Babel. Yang jelas, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Jangan sampai sejarah kelam ini terulang lagi, ya!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *