BANGKA SELATAN, Cinta-news.com — Peristiwa kebakaran sangat mencekam yang melalap habis kawasan permukiman warga di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu sore (10/10/2026) mendadak bikin geger warga setempat. Pasalnya, musibah membara ini langsung merusakkan ratusan hunian tempat tinggal warga hingga nyaris rata dengan tanah hanya dalam hitungan jam saja.
Selanjutnya, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung langsung menerjunkan personil untuk menghitung perkiraan total kerusakan di area bencana tersebut. Oleh karena itu, pihak otoritas bencana memperkirakan nilai kerugian materiil akibat amukan si jago merah yang sangat dahsyat ini sudah menyentuh angka fantastis, yakni mencapai Rp2 miliar.
Ngeri! 305 Rumah Ludes Terbakar, Ribuan Warga Mendadak Kehilangan Tempat Bernaung!
Sementara itu, berdasarkan hasil pembaruan data resmi yang berhasil dihimpun oleh petugas BPBD sampai Minggu malam (11/10/2026), bencana kebakaran dahsyat ini tercatat sudah menghancurkan sedikitnya 305 unit rumah warga setempat.
Dampak amukan si jago merah ini ternyata sangat luar biasa karena langsung mengganggu kehidupan sekitar 450 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 1.800 jiwa yang kini terpaksa kehilangan tempat bernaung. Malahan, sebanyak 500 warga terpaksa mengungsi dan menempati beberapa titik posko darurat yang sudah disiapkan oleh petugas gabungan di sekitar lokasi kejadian.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Afandi, menegaskan bahwa jumlah pasti rumah warga yang hancur beserta total kalkulasi nilai kerugian tersebut sejauh ini masih mengacu pada proses pendataan awal.
“Berdasarkan hasil pembaruan data terkini dari tim kami di lapangan, jumlah rumah warga yang terkena dampak amukan api ini mencapai 305 unit dengan taksiran total kerugian menembus Rp2 miliar,” tegas Agus Afandi saat memberikan keterangan langsung di lokasi bencana Dusun Serdang pada Minggu (11/10/2026).
Ke Mana Para Warga Korban Kebakaran Mencekam Ini Akhirnya Mengungsi?
Lebih lanjut lagi, pihak BPBD mencatat sekitar 500 warga harus angkat kaki dari area reruntuhan rumah mereka setelah kobaran api membakar habis seluruh permukiman mereka. Akhirnya, para pengungsi tersebut terbagi ke dalam dua lokasi penampungan utama yang dinilai paling aman, yakni gedung SDN 7 Simpang Rimba dan kompleks Masjid Al Muhajirin.
Secara terperinci, fasilitas penampungan di SDN 7 Simpang Rimba saat ini menampung sekitar 300 jiwa korban yang membutuhkan perlindungan. Selain itu, area Masjid Al Muhajirin juga berhasil menampung sebanyak 200 jiwa warga yang terpaksa mencari tempat berlindung sementara.
Akan tetapi, Agus Afandi menjelaskan bahwa jumlah warga yang benar-benar memilih untuk menginap di dalam ruang kelas SDN 7 Simpang Rimba sebenarnya tidak terlalu padat. Sebab, sebagian besar warga korban kebakaran justru lebih memilih untuk menetap sementara waktu di rumah kerabat maupun sanak saudara mereka yang terbebas dari jangkauan kobaran api.
“Saat ini jumlah pengungsi yang bertahan di dalam ruang kelas SDN 7 Simpang Rimba memang tidak banyak, karena mayoritas warga yang terdampak lebih memilih mengungsi ke tempat kerabat atau sanak saudara yang rumahnya tidak terkena dampak kebakaran,” pangkas Agus ketika membeberkan kondisi terkini para penyintas bencana.
Diduga Berasal dari Pembakaran Lahan, Angin Kencang Buat Api Cepat Merambat!
Sayangnya, hingga Minggu malam (11/10/2026), tim penyidik belum bisa mengonfirmasi penyebab pasti yang memicu timbulnya amukan api di Dusun Serdang tersebut. Namun demikian, berdasarkan petunjuk awal yang dikumpulkan oleh petugas BPBD, tim menduga api bermula dari aktivitas pembakaran lahan terbuka yang berada amat dekat dengan kawasan perumahan penduduk.
Selain itu, Agus Afandi membeberkan bahwa titik api pertama kali mulai menyala dan membesar pada pukul 15.10 WIB. Akibatnya, kondisi hamparan lahan yang sangat kering berpadu dengan embusan angin yang bertiup kencang langsung membuat kobaran api merambat sangat cepat menuju ke area pemukiman warga.
“Berdasarkan informasi awal yang kami peroleh, pemicu utama kebakaran hebat ini berawal dari terbakarnya lahan di dekat lingkungan permukiman, lalu tiupan angin kencang serta lokasi yang sangat kering membuat api makin cepat merambat ke rumah-rumah warga yang mayoritasnya berstruktur dinding papan,” tambahnya dengan nada penuh keprihatinan.
Gubernur Sebut Musibah Terbesar, Petugas Gabungan Masih Giat Lakukan Pendinginan
Untungnya, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengonfirmasi bahwa amukan api yang membakar permukiman penduduk tersebut kini sudah berhasil dipadamkan secara penuh. Kendati demikian, armada pemadam beserta petugas gabungan masih terus melakukan penyiraman dan proses pendinginan lokasi secara menyeluruh demi mencegah timbulnya kembali percikan titik api baru.
Melihat besarnya dampak musibah ini, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, secara terbuka menyebut bencana kebakaran di Dusun Serdang ini sebagai salah satu peristiwa kelam yang sangat tragis lantaran menghanguskan ratusan tempat tinggal warga dalam hitungan jam.
“Tragedi kebakaran yang menghantam Dusun Serdang ini merupakan salah satu musibah terbesar di Indonesia,” tegas Gubernur Hidayat Arsani sewaktu meninjau langsung lokasi penampungan warga korban kebakaran di Dusun Serdang pada Minggu (11/10/2026).
Pada akhirnya, Gubernur menyampaikan pernyataan memilukan tersebut sewaktu ia hadir secara langsung untuk memberikan dukungan semangat kepada para korban terdampak di lapangan. Terlebih lagi, kunjungan kerja tersebut berlangsung di tengah-tengah kesibukan tim gabungan yang sedang menjalankan proses penanganan darurat pascabencana sekaligus melakukan pendataan resmi atas seluruh total kerugian yang dialami warga.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
