Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

24 Ternak Terpapar, Dua Mati: Darurat PMK di Bantul, Vaksinasi Terus Digencarkan

YOGYAKARTA, Cinta-news.com – Guncangan melanda dunia peternakan Bantul di awal tahun 2026! Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menunjukkan taringnya dan berhasil merenggut nyawa puluhan ekor sapi. Lebih mengkhawatirkan lagi, dua ekor di antaranya telah mati sejak Januari lalu. Para peternak kini hidup dalam kekhawatiran, karena satu ekor sapi yang mati bisa berarti lenyapnya pendapatan puluhan juta rupiah dari tangan mereka.

Lurah Seloharjo Turun Tangan: “Saya Ajak Semua Peternak Bergerak Sekarang Juga!”

Mahardi Badrun, Lurah Seloharjo, tidak tinggal diam. Ia langsung angkat bicara dengan nada mendesak setelah mengetahui dua ekor sapi di wilayahnya mati akibat PMK. Ia menegaskan, peristiwa ini menjadi peringatan keras yang tidak bisa diabaikan oleh para peternak.

“Sudah dua ekor sapi warga saya mati karena PMK. Saya langsung bergerak cepat dan mengajak seluruh peternak untuk proaktif mengikuti program vaksinasi,” ujar Badrun dengan nada penuh urgensi saat menghubungi wartawan melalui telepon pada Kamis (12/2/2026).

Ia pun mengingatkan pengalaman kelam tahun 2022. Saat itu, belasan ekor ternak mati dalam waktu singkat di wilayah Seloharjo. Lurah tidak ingin tragedi itu terulang. “Saya tidak mau kejadian tahun 2022 terulang lagi. Cukup dua ekor sapi saja yang mati sekarang, jangan sampai bertambah. Kalau sampai belasan ekor mati, peternak akan menangis karena kehilangan uang jutaan rupiah!” tegasnya.

Vaksinasi Bukan Sekadar Suntikan, Ini Jurus Ampuh Selamatkan Ternak!

Dalam penjelasannya, Lurah menekankan bahwa vaksinasi memiliki peran vital. Bukan hanya sekadar suntikan biasa, vaksin akan membangun sistem kekebalan tubuh pada ternak sapi, kambing, dan domba. Jika ternak sudah kebal, mereka akan tetap bertahan meskipun terpapar virus PMK. Mereka mungkin sakit, tetapi nyawa mereka akan selamat.

“Makanya, saya terus mendorong para peternak agar jangan ragu. Lebih baik kandang mereka bersih dan ternak mereka divaksin sekarang, daripada mereka meratapi ternak yang mati besok,” imbuhnya.

Dinas Peternakan Bantul: 24 Ternak Terpapar! Target Vaksinasi Tembus 75 Persen!

Sementara itu, dari sisi pemerintah, respons cepat langsung dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul, Novriyeni, mengonfirmasi bahwa total kasus PMK yang tercatat saat ini mencapai 24 ekor. Dari jumlah tersebut, dua ekor memang dilaporkan mati.

“Benar, kami mencatat 24 ekor ternak terpapar PMK. Namun, kami tidak tinggal diam. Kami tengah menggencarkan vaksinasi secara masif di seluruh wilayah,” kata Novriyeni dengan penuh optimisme.

Ia memaparkan target ambisius mereka. Pihaknya menargetkan 6.000 dosis vaksin pada tahap pertama yang berlangsung dari Januari hingga Maret 2026. Kabar baiknya, hingga pertengahan Februari ini, mereka sudah mencapai 75 persen dari target tersebut. Artinya, ribuan ekor ternak di Bantul kini mulai mendapatkan perlindungan.

“Kami optimis target 6.000 dosis akan segera tercapai. Tim kami terus bergerak ke berbagai wilayah, terutama di daerah yang menemukan kasus,” jelasnya.

Pasar Hewan Imogiri Disiagakan! Ternak Luar Kota Wajib Melewati Pemeriksaan Super Ketat!

Tak hanya mengandalkan vaksin, Dinas juga mengambil langkah preventif lainnya. Salah satu yang paling krusial, mereka memperketat lalu lintas ternak, khususnya di Pasar Hewan Imogiri, Bantul. Pasar ini merupakan pusat jual-beli hewan terbesar di wilayah tersebut, sehingga berpotensi menjadi episentrum penyebaran virus jika tidak diawasi.

“Kami memperketat pemeriksaan di pintu masuk pasar. Setiap ternak yang masuk, terutama yang berasal dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta, wajib membawa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH),” tegas Novriyeni.

Mereka menerapkan prosedur ketat. Pertama, petugas akan memeriksa kelengkapan dokumen. Setelah itu, mereka akan menyemprot seluruh kendaraan pengangkut dan hewan ternak dengan disinfektan secara menyeluruh. Langkah ini mereka lakukan untuk memastikan tidak ada virus yang ikut terbawa masuk ke lingkungan pasar.

Pesan Penting untuk Peternak: Jangan Cuma Andalkan Dinas, Jaga Kebersihan Kandang Juga!

Di akhir pernyataannya, Novriyeni mengimbau para pemilik ternak untuk tidak hanya bergantung pada vaksinasi dari pemerintah. Kesadaran pribadi dalam menjaga kebersihan lingkungan kandang juga sangat menentukan.

Ia menganjurkan para peternak untuk rutin menyemprot kandang dengan disinfektan. Selain itu, mereka juga perlu memberikan vitamin tambahan pada ternak untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah ancaman wabah.

“Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan peternak, saya yakin kita bisa segera mengatasi wabah ini dan menyelamatkan ternak-ternak kita,” pungkas Novriyeni penuh harap.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version