Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Tawuran Gagal Total! Polisi Subang Sita 6 Celurit Usai Lacak Akun Medsos Remaja

SUBANG, Cinta-news.com — Sejumlah remaja di Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, baru saja bikin geger jagat maya. Mereka dengan pedenya memamerkan senjata tajam jenis celurit berukuran panjang di sebuah akun media sosial Instagram. Dalam unggahan tersebut, para remaja ini bergaya layaknya preman jalanan sambil menunjukkan celurit, klewang, dan beberapa jenis senjata tajam lainnya yang rencananya akan mereka gunakan untuk tawuran. Bukannya dapat pujian, aksi pamer ini justru membuat polisi bergerak cepat.

Postingan Provokatif di Bulan Suci

Postingan di akun tersebut jelas-jelas bertujuan memprovokasi remaja lain. Mereka ingin mengajak kelompok lawan untuk tawuran di bulan Ramadhan. Bayangkan, di bulan suci yang seharusnya diisi dengan ibadah, mereka malah sibuk merencanakan aksi brutal. Warga sekitar pun langsung terusik. Suasana damai Ramadhan tiba-tiba terancam oleh ulah segelintir remaja yang haus akan tawuran.

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, melalui Kapolsek Pagaden AKP Ikin Sodikin, langsung angkat bicara. Ia menegaskan bahwa postingan remaja yang pamer senjata tajam itu jelas-jelas meresahkan masyarakat. Warga tidak ingin ketenteraman terusik oleh ulah mereka. Oleh karena itu, polisi tidak tinggal diam.

“Guna menghindari hal-hal yang tidak kami inginkan bersama di kemudian hari, kami jajaran Polsek Pagaden bergerak patroli melacak akun tersebut dan berhasil ditemukan. Kami pun langsung door to door ke rumah para remaja tersebut untuk mengamankan senjata tajam yang mereka posting,” kata AKP Ikin Sodikin, Sabtu (7/3/2026) malam, saat ditemui sedang menggelar Operasi KRYD.

Pelacakan Digital yang Membuahkan Hasil

Tim kepolisian langsung bergerak cepat. Mereka tidak hanya duduk diam di kantor, tetapi langsung menyusuri jejak digital para remaja itu. Setelah akun berhasil dilacak, polisi langsung bertindak. Tanpa buang waktu, mereka mendatangi satu per satu rumah para remaja yang ada dalam foto tersebut. Langkah ini diambil untuk mengamankan barang bukti sekaligus mencegah aksi tawuran yang sudah direncanakan.

Hasilnya pun cukup mengejutkan. Polisi berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam yang siap pakai. Senjata-senjata ini sudah disiapkan untuk aksi tawuran antar kelompok remaja.

“Sebanyak 6 senjata tajam jenis celurit berukuran mulai 1 meter hingga 2 meter berhasil kami sita dari para remaja tersebut. Selanjutnya senjata tajam tersebut kami amankan ke Mako Polsek Pagaden,” ucapnya dengan nada tegas.

Enam bilah celurit dengan ukuran mengerikan itu langsung disita. Panjangnya mencapai satu hingga dua meter, cukup untuk membuat siapapun bergidik ngeri. Senjata tersebut kini diamankan di Mapolsek Pagaden sebagai barang bukti. Polisi tidak ingin senjata-senjata itu kembali beredar dan digunakan untuk hal-hal yang merugikan masyarakat.

Bukan Sekadar Sita, tapi Juga Beri Pembinaan

Namun, penggerebekan ini tidak berhenti hanya pada penyitaan senjata. Lanjut Ikin, polisi tak hanya mengamankan 6 buah senjata tajam. Polisi juga bersama kepala desa dan orang tua serta tokoh masyarakat langsung memberikan pembinaan kepada para remaja tersebut. Tindakan humanis ini dilakukan agar para remaja tidak kembali melakukan aksi serupa.

“Dalam patroli preventif para remaja tersebut langsung kami kumpulkan dan dilakukan pembinaan di rumah kepala dusun setempat serta membuat surat pernyataan agar tak mengulangi perbuatannya yang dapat mengganggu Kamtibmas serta merugikan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Malam itu juga, para remaja dikumpulkan di rumah kepala dusun. Mereka duduk bersama orang tua, tokoh masyarakat, dan tentu saja polisi. Suasana haru dan sedikit tegang menyelimuti pertemuan itu. Namun, polisi datang bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyadarkan. Mereka diberikan pengertian tentang bahaya tawuran, dampak hukum yang bisa menjerat, serta pentingnya mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. Di akhir pertemuan, para remaja itu menandatangani surat pernyataan bermaterai. Mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan siap menjadi remaja yang lebih baik.

Imbauan Tegas untuk Para Orang Tua

Selain itu, jajaran Polsek Pagaden juga memberikan imbauan kepada para orang tua agar senantiasa mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus atau melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dan merugikan dirinya sendiri. Polisi menyadari bahwa peran orang tua adalah kunci utama dalam membentuk karakter anak.

“Kami memberikan pemahaman kepada para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial yang sering kali menjadi pemicu konflik,” ucapnya mengakhiri.

Polisi pun mengingatkan para orang tua untuk tidak lengah. Di era digital seperti sekarang, pengawasan terhadap anak tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Aktivitas mereka di media sosial harus menjadi perhatian utama, karena dari sanalah seringkali bibit-bibit konflik bermula. Dengan kerja sama antara polisi, orang tua, dan masyarakat, diharapkan aksi tawuran remaja bisa dicegah sejak dini. Subang pun bisa kembali damai tanpa bayang-bayang celurit dan kekerasan jalanan.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *