KEBUMEN, Cinta-news.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen benar-benar tidak main-main dalam menyambut gelombang mudik Lebaran 2026. Mereka kini bergerak cepat bagaikan kilat membenahi infrastruktur jalan yang selama ini membuat para pengendara menggerutu. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) langsung turun tangan, menyiapkan dana segar yang bikin melongo untuk menyulap 17 ruas jalan rusak menjadi mulus kembali. Jalan-jalan ini merupakan akses vital yang setiap tahun selalu menjadi langganan keluhan para pemudik, dan kini, pemerintah bertekad bulat memastikan perjalanan mudik tahun ini terasa aman, nyaman, dan bebas hambatan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kebumen, Kurnia Hadi, saat ditemui pada Rabu (4/3/2026), tidak bisa menyembunyikan semangatnya. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja memajukan proses lelang untuk paket-paket pekerjaan utama. “Kami kejar target agar sebelum Lebaran, kondisi jalan sudah jauh lebih baik,” ujarnya dengan nada optimis. Ia menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan para pengguna jalan dari bahaya lubang-lubang menganga yang kerap memicu kecelakaan. “Kami utamakan lelang awal untuk menyambut Lebaran. Target kami jelas, membantu menangani jalan rusak berat, terutama yang berlubang, sehingga para pemudik bisa melintas dengan lebih tenang sebelum arus mudik memuncak nanti,” tegas Kurnia.
Lantas, seberapa besar kekuatan dana yang mereka kerahkan? Jangan kaget! Total anggaran yang mereka alokasikan untuk membedah 17 ruas jalan tersebut mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 33,3 miliar! Bayangkan, dana sebesar itu akan mereka guyurkan untuk berbagai jenis pekerjaan. Mulai dari pembangunan jalan baru, rekonstruksi total, hingga pemeliharaan berkala di berbagai titik, dan tidak lupa perbaikan jembatan penunjang. Ini bukan sekadar tambal sulam biasa, melainkan operasi besar-besaran untuk menyambut jutaan kendaraan yang akan melintas.
Kurnia pun menjelaskan strategi jitunya. “Fokus kami saat ini yang terpenting adalah memastikan badan jalan itu aman dan tidak membahayakan pengguna,” jelasnya. Ia mencontohkan, untuk pekerjaan yang bersifat lanjutan seperti pengaspalan menyeluruh atau pengecoran beton yang memakan waktu lama, mereka akan eksekusi setelah Lebaran. Dengan cara ini, mereka bisa memastikan arus mudik tetap lancar tanpa harus terganggu proyek besar yang macet di tengah jalan.
Fokus ke Jalan Berlubang dan Fondasi Ambles
Pada tahap awal ini, DPUPR memfokuskan seluruh energi dan sumber dayanya untuk penanganan darurat. Tim teknis langsung diterjunkan ke lapangan untuk menutup setiap lubang yang berpotensi menjadi “mangsa” ban kendaraan. Selain itu, perbaikan fondasi jalan yang ambles juga menjadi prioritas utama karena menyangkut keselamatan struktural jalan itu sendiri.
Lalu, ruas mana saja yang paling kritis dan kebagian jatah prioritas? Daftarnya cukup panjang, namun beberapa nama mencuat karena kondisinya yang cukup memprihatinkan. Di antaranya adalah Jalan Bocor–Kejayan, Muktisari–Bocor, Buayan–Jladri, Jalan Pemuda Kutowinangun, serta Wonosari–Sruni. Dua jalur pertama, Muktisari–Bocor dan Bocor–Kejayan, bahkan mendapatkan perhatian paling ekstra.
Kurnia mengungkapkan bahwa proses rekonstruksi fondasi di dua jalur vital tersebut sudah mulai berjalan. “Alhamdulillah, di sana sudah ada penanganan karena pengadaan rekanan sudah kami lakukan lebih awal,” ungkapnya. Saat ini, lanjutnya, para kontraktor masih fokus mengerjakan rekonstruksi fondasi agar dasar jalannya kokoh dan tidak mudah rusak kembali. “Untuk pengaspalan dan pekerjaan finishing lainnya, akan kami lanjutkan setelah Lebaran. Yang penting sekarang, permukaannya rata dan aman,” imbuhnya.
Bukit Bukan Halangan, Jalan Perbukitan Juga Kebagian Jatah
Hebatnya, pemerintah daerah tidak hanya pusing memikirkan jalur mudik utama yang rata. Mereka juga sudah menyiapkan rencana lanjutan pasca-Lebaran. Perbaikan ini nantinya akan mereka perluas ke sejumlah ruas lain, termasuk jalan-jalan di wilayah perbukitan. Kita semua tahu, jalan di perbukitan memiliki tantangan tersendiri dengan kontur tanah yang labil dan tingkat kerentanan kerusakan yang lebih tinggi akibat curah hujan dan beban kendaraan.
Pihak DPUPR berkomitmen penuh untuk melakukan perbaikan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Meski demikian, mereka tidak lupa meminta pengertian dan dukungan dari masyarakat. Apabila selama proses pengerjaan nanti timbul gangguan lalu lintas, mereka berharap para pengguna jalan bisa bersabar. “Kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat. Tujuan utama kami sederhana, yaitu memastikan jalan di Kebumen semakin layak dan aman dilalui, terutama saat momen sakral seperti Lebaran,” tutur Kurnia menutup perbincangan dengan penuh harap.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











